
"bener gak yah alamatnya yg ini"{bergumam}ucap seorang gadis sambil melihat rumah yg simple tapi terkesan mewah, gadis itu melangkah menuju gerbang rumah tersebut
"kok nga ada satpamnya sih"
"rumah Segede ini nga ada yg jaga,ngga ada uang kali yaa buat bayar satpam hihi". gadis itu terkekeh memikirkan rumah segeda ini tidak mampu membayar satpam
tin... tin...
"EH EH". kaget gadis tersebut karena suara klakson motor,motor tersebut berhenti tepat didepan gadis tersebut membuat sang gadis harus mundur beberapa langkah
"woy minggir loh". ucap seorang pria yg belum membuka helm motornya
"hah". gadis tersebut hanya bengong
"ck". decakan pria yg masi setia di balik helmnya, pria tersebut turun dari motornya dan membuka helmnya
"kok bisa yah ada bidadari dirumah gw". ucap pria itu dalam hati
"ngapain lo disini"
"mau maling yah lo"
"HAAHH". pekik gadis itu karena kaget dibilang maling
"pak satpam ada maling pak"
"pak cepetan tangk__". ucapan pria tersebut terpotong karena mulutnya dibekap oleh tangan sang gadis
"ehh gak liat apa cewe cantik gini di bilang maling". pria tersebut membuka tangan gadis itu dari mulutnya
"mana ada maling mo ngaku"
"ehh kann udah a__. ucapan gadis itu terpotong dengan teriakan pria di depannya
"pak satpam maling pa__. ucapan pria itu terpotong juga karena seorang wanita cantik keluar dari gerbang bersamaan dengan satpam
"MANA MALINGNYA ARSEN!!". suara pekikan dari wanita cantik tersebut
"den mana malingnya jangan sampe kabur dia" lanjut satpam yg kepalanya bergerak kesana kemari mencari seseorang yg disebut maling
"AURORA"~hellena
"MAMAAA"~aurora
"HAHHHH"~arsen
................
"maa gantian dong,arsen juga pengen peluk ara tauu"arsen merengek pada mamanya, pasalnya hellena dari tadi tidak melepaskan ara dari pelukannya tersebut
"bentar sen mama kangen banget sama ara"~hellena
"ishh gamau ah tadi aja ara disebut maling" lanjut ara yg membuat arsen menarik nafas panjang lalu sengaja dihempaskan dengan kuat
"raa abang kan ngga tau kalau kamu tu AURORA ANINDYA ANASTASIA adik bang arsen yg paling cantik didunia" ucap arsen dengan menekan nama adiknya itu
helena terkekeh di ikuti ara juga yg mendengar kata-kata abangnya yg terlalu lebay menurutnya, lalu kedua insan tersebut melepaskan pelukannya
"yaudah deh sini-sini" ucap ara sambil merentangkan tangannya ke depan membuat arsen senang dan langsung memeluknya
"huaa dek gua kangen"~arsen
"lebay lu bang"~ara.
arsen melepas pelukannya dan menjitak Kepala ara membuat sang adik meringis tentunya
"eh ogeb dari lahir aja kita udah dipisah trus lo bilang lebay"~arsen
"sakit bang ihhhhhh" gadis itu memajukan bibirnya beberapa centi membuat arsen tersenyum gemas melihatnya
"hehee yodah maap" ucapnya arsen sambil mengusap kepala ara yg dijitak olehnya
"gitu yah pulang-pulang lupa sama papanya sendiri"
"PAPAAA"~ara