
"HARINYA AKAN TIBA KETIKA KAU AKAN MENJADI MILIKKU. AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI SAAT ITU TIBA. JIKA AKU HARUS MENUNGGU SELAMANYA, AKU AKAN MELAKUKANNYA. KARENA AKU BISA"~Aurora
...............
"mama mana paa?"tanya arsen yg baru tiba dengan wajah panik
"mama kamu pingsan tadi,udah ditemenin sama tante Oliv kamu tenang yah"ucap gio menenangkan arsen
"trus ara gimana"tanya arsen
"kamu tenang dulu arsen,dari tadi dokter belum Keluar-keluar"ucap gio yg tidak kalah paniknya
"bang maaf gue telat"ucap azka yg dari tadi ada disamping gio
"gak usah salahin diri lo sendiri"ucap arsen
beberapa menit kemudian pintu ruangan operasi terbuka di ikuti seorang dokter perempuan yg keluar
"d-dok gimana keadaan a-anak saya"ucap gio yg dari tadi khawatirnya tidak hilang
huff
dokter itu membuang nafas pasrah membuat tiga orang itu paniknya makin menjadi-jadi
"operasinya berjalan dengan lancar tapi... pasien koma karena pasien kekurangan darah banyak sekali kalau kalian bisa membawanya dengan cepat kemungkinan pasien akan baik-baik saja.kami akan memindahkan pasien diruangan VVIP"ucap dokter itu lalu pergi diikuti bangkar yg didorong suter-suster rumah sakit, bangkar itu terdapat seorang gadis cantik dengan wajah pucat sedang menutup matanya
.............
"sayang hiks bangun"hellena, wanita itu tak henti-hentinya menangis dan memeluk seorang gadis yg matanya masih setia tertutup
"Aurora cepat sadar sayang"ucap seorang wanita yg tak kalah cantiknya dengan hellena
"tante pulang dulu yah"ucap Olivia sambil mengecup puncak kepala gadis yg sedang tidur itu
"lena kami pamit pulang dulu yah"ucap Olivia lalu menengok kearah gio dan dijawab anggukan oleh sang empu
"kita pamit dulu yah"ucap aditama sambil menepuk pundak gio
"azka.. mau pulang bareng?"tanya oliv dan dijawab gelengan oleh sang empu
"azka masih mau disini bun"jawab azka tapi pandangannya masih setia menatap gadis cantik yg masih menutup matanya
"ayah sama bunda balik dulu"jawab aditama lalu menghilang dari pintu ruangan Aurora diikuti Olivia
"papa sama mama pulang aja dulu yah.. kan dari tadi belum istirahat, nanti arsen yg temenin ara"ucap arsen
"mah kita pulang dulu yah nanti balik lagi"ucap gio berusaha membujuk istrinya
"mama mau temenin ara pah"ucap hellena yg masih setia mengelus pipi gadis itu
"muka mama pucat banget.. mama istirahat dulu nanti balik lagi"ucap gio
huff
"mama balik dulu yah"ucap hellena
"cepet sadar"ucap gio sambil mengecup puncak kepala ara
............
"gak pulang az?"tanya arsen
"besok aja"jawab azka tapi pandangannya tidak lepas dari ara, jujur saja dia rindu kebawelan gadis itu,rindu wajah kesalnya,rindu suara cempreng gadis itu,rindu senyumnya,rindu wajah memelasnya, rindu matanya yg melotot,rindu semuanya yg ada didalam gadis itu
drt...drt...
"kenapa?"tanya azka saat dirinya sudah menekan tombol hijau pada ponselnya
"bianca"ucap wiliam
"sialan"setelah mengatakan itu azka langsung mengakhiri sambungan telefon itu
"siapa?"tanya arsen
"bianca"jawab azka geram
"an**ng"ucap arsen yg tak kalah geramnya
..............
"azka...."ucap hellena sambil mengusap lembut rambut pria itu
"ahh mama lena"ucap azka lalu bangun dari tidurnya
"kamu pulang aja.. kamu kan sekolah nanti mama yg jagain ara"ucap hellena
"yaudah ma,bang arsen?"tanya azka
"beli makanan tadi,gak enak mau bangunin kamu"jawab azka
"sana cuci muka"ucap hellena yg diangguki azka
beberapa menit kemudian Azka sudah keluar dari kamar mandi, dia melihat hellena yg sedang merapikan baju-baju entah baju siapa,
dia berjalan menuju bangkar yg terdapat gadis cantik yg masih setia menutup matanya
"schlaf nicht lange, ich warte auf dich"ucap azka sambil memberikan sebuah kecupan dikepala ara
Hellena yg melihat itu pun tersenyum
_____________
jan di translate ๐