
"hufff sorry bang gue dapet telfon dari rumah ayah gue kecelakaan"ucap seorang pria Dengan lesuh
"gue ngerti,tapi masalahnya ara tu bareng bintang"ucap arsen yg membuat azka terkejut
"sialan"geram azka
______________
"raa buka pintunya dong"ucap arsen yg dari tadi masih berdiri didepan kamar ara
"abang lakuin ini karena abang takut kamu kenapa-kenapa"arsen masih mencoba membujuk adiknya itu
"kamu gak kenal bintang siapa raraaa"lanjut arsen
"arsen?"ucap hellena dari atas tangga
"iya ma"jawab arsen
"papa pengen ngobrol turun dulu yuk"lanjut hellena
"huff"pria itu sudah tau apa yg akan dibahas papanya itu
***
"kenapa pa"tanya arsen dengan menunduk
"kamu apain ara"ucap gio dengan nada dinginnya
"maaf"ucap arsen
"papa tanya kamu apain ara bukan suru kamu minta maaf"ucap gio masih dengan nada dingginnya
"arsen bentak ara"ucapnya sambil menutup matanya
"KAMU TAU KAN ADIK KAMU ITU HATINYA KAYAK APA!!!!" kini gio sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi
"arsen tau paa arsen salah tapi maksud arsen kek gitu baik,arsen gak mau ara kenapa-kenapa"jawab arsen
"papa sama mama mau ke jerman ninggalin kalian berdua tapi kalo kalian kek gini papa mana bisa tenang arsennn"ucap sang papa Dengan lesuh
"ppapa sama mama ngapain ke jerman"tanya arsen
"papa buat perusahaan disana dan mereka disana membutuhkan papa"jawab gio
"paaa maksud papa apain sihh, kalau papa buat perusahaan jauh-jauh bisa-bisanya kita tu gak keurus paaa"ucap arsen
"papa tau arsen tapi papa lakuin itu supaya kita bisa jenguk oma kamu kalau perusahaan disana tu bermasalah"lanjut gio
"haaaah serah"ucapnya dan meninggalkan papa dan mamanya diruang keluarga
______________
"mama jangan lama-lama yah disana"ucap ara sambil memeluk hellena
"iyaa sayang"jawab hellena sambil membalas pelukannya
"yaudah ayo ntar ketinggalan pesawat"ucap gio membuat anak dan ibu itu melepaskan pelukannya
"papa sama mama hati-hati yah"ucap ara dan arsen bersamaan
mobil itu pun melaju meninggalkan dua orang yg sedang melambaikan tangan
"raa mau ikut abang gak"tanya arsen
mereka berdua sudah baikan semenjak kemarin malam,ara tidak tega melihat abangnya terus-terusan meminta maaf
"kemana"tanya balik ara
"ikut aja"jawab arsen
"yaudah bentar ara ganti baju dulu"ucap ara dan berlari kekamarnya yg berada diatas
***
"raa bentar yah abang ke toilet dulu"ucap arsen dan dibalas anggukan oleh ara
mereka berdua sudah sampai disebuah cafe yg lumayan rame beberapa menit yg lalu
tiba-tiba seorang pria datang dan langsung duduk didepan ara membuat sang empu yg sedang minum pun tersedak
"uhuk uhuk"~ara
"kalau minum tu pelan-pelan"jawab pria itu dan melempar tisu ke wajah ara
"ish kak azka jahat banget jadi orang"ucap gadis itu sambil mengelap mulutnya menggunakan tisu yg dilempar azka tadi
sedangkan yg dibicarakan hanya mengangkat bahunya acuh dan memainkan ponselnya
"happp" ara merampas ponsel dari tangan azka membuat sang empu kesal
"balikin gak"ucap azka
"kaa azka yg gantengnya tu kelewatan banget gak guna banget datang ke kafe tapi cuman main hp doang, kita ngobrol aja yuk ka, ka azka kan kesini nyamperin ara pasti pengen ngobrol sama ara kan"ucap gadis itu dengan antusias
"jan GR gue kesini mau ngobrol sama arsen bukan sama loh"jawab azka sambil merampas balik ponselnya
"ya allah kenapa sih ara harus suka sama ni orang"ucap gadis itu dan membuat azka menatap dalam matanya
dan tentu saja itu membuat jantung ara tidak nyaman,rasanya ingin pingsan, lebay bukan? Tapi itulah yg ara rasakan sekarang
"lo suka sama gue?"tanya azka dengan nada dingginnya dan dibalas anggukan cepat oleh ara
"tapi gue gak suka lo"lanjut azka
"kenapa?"tanya ara
azka memajukan dirinya tepat ditelinga ara dan membisikkan sesuatu
"kalau gue bilang hati gue udah ada isinya lo bakal tetap suka sama gue?"
JLEB....
"haha ara tau ka azka bohong kan supaya ara bisa pergi jauh-jauh dari ka azka"ucap ara menutupi luka yg ada dihatinya
"serah lo"jawab azka sambil mengangkat bahunya acuh
_____________________