
~keesokan harinya, rumah cinta~
“catty, apa yang akan kita pakai nanti? Aku sangat bingung.. cepat bantu aku!” ujar cinta gelisah, “hei cinta! Tenang!! Kita hanya akan makan malam, bukan ke acara penting! Kenapa kau harus gelisah kesana – kemari mencari pakaian yang cocok? Tunggu!! Apa kau berniat kembali pada abhi dengan membuatnya terkesan, haa...??” sahut catty sambil mengejek. “ssttt!! Diamlah! Apa yang kau katakan! Jika kau tidak berhenti aku akan memukulmu” jawab cinta sambil mengejar catty yang berlari setelah mengejeknya, “bwe.. bwe... hahahaha,, coba saja tangkap aku cinta!!” sahut catty berlari menghindari cinta.
~ bel pintu berbunyi ~
Mendengar bel pintu yang berbunyi cinta dan catty sejenak menghentikan gurauan mereka, “catty... bukakan pintunya!” ujar cinta. “ahhh... kau saja, aku letih karena berlari tadi.” Jawab catty. “kau ini, aku kan sudah bilang, diet lah... tapi kau selalu makannnn.... saja,” sahut cinta mengejek catty. “biarlah... bwee... memang apa yang salah jika aku suka makan!”pergi meninggalkan cinta. “hei... catty bukakan pintu sekali” teriak cinta “kau saja!” jawab catty
~ bel pintu berbunyi ~
“ehm... aku harus segera pulang, karena masih banyak yang harus aku persiapkan.. terima kasih atas jamuan yang kau berikan ini, jangan lupa nanti pakai baju dariku ya! Aku akan menunggumu.. aku permisi sekarang, bye” ucap julian berpamitan dengan catty. “eh... kau sudah ingin pergi, baiklah... terima kasih gaunnya, oke hati – hati dijalan, bye” sahut catty sembari mengantarkan julian sampai ke depan rumah. ~ di dalam rumah, ruang tamu ~
“eh, julian sudah pergi? Kenapa buru – buru” tanya cinta, “iyah.. dia bilang masih banyak yang harus ia persiapkan, cinta abhi menitipkan baju ini untukmu” sahut catty, “eh.. dan itu pasti julian yang memberikannya kan!” ejek cinta, “ kau ini!!...” sahut catty mengejar cinta
To be continued...