
Ayah dan juga ibu abhi adalah orang yang berpendidikan dan mereka tidak hanya suka melihat
seorang wanita yang baik, tetapi juga seorang wanita yang berpengetahuan...
saat mereka tahu jika cinta adalah lulusan terbaik dan melampaui abhi walaupun
hanya selisih 1% dalam nilai mereka sontak merasa takjub dan terpukau dengan
seorang gadis cantik, lembut, dan berpengetahuan seperti cinta. “ayah... siapa
gadis itu? Dia cantik sekali, dan pintar juga.... dia adalah menantu yang baik
menurutku... bagaimana manurut ayah?”(tanya ibu abhi) “ya.... aku rasa juga
begitu, dan lihat lady, dia bahkan tidak mendapatkan peringkat apapun..
ditambah lagi nilainya yang tidak begitu baik, ehmm bagaimana jika kita
pertimbangkan lagi soal perjodohan antara abhi dan lady, aku tidak ingin masa
depan anakku berpengaruh nanti”(pinta ayah abhi), “ya... ayah benar, kita harus
bicara dengan pak young segera”.
Sepanjang jalan menuju rumah abhi, kedua orang tuanya terus
memikirkan bagaimana cara agar mereka bisa membatalkan perjodohan antara abhi
dan lady. Di sisi lain, kebahagiaan terus tercurahkan di kampus abhi banyak
mahasiswa yang meminta foto dengan dosen mereka atau dengan kekasih mereka dan
disaat yang sama terlintas sebuah keinginan dihati abhi, keinginan yang akan
menciptakan kebahagiaan baru dan akan menjadikan sebuah kisah baru antara abhi
dan cinta.
-cinta...(terus menatap cinta) hari ini aku akan mengungkapkan isi hatiku padamu, aku akan
ungkapkan betapa besar aku sangat mengagumimu... bagiku, hanya kaulah yang aku
inginkan untuk mendampingiku sampai maut menjemputku. Cinta! Aku mohon jangan
pernah berpaling dariku lagi dan juga jangan pernah teteskan air matamu lagi, karena aku tidak ingin kamu terluka...
maafkan aku saat aku pernah menyakitimu dulu, tetapi kali ini tidak lagi.. kali
ini aku ingin melindungimu selamanya- (dalam benak abhi).
“ehm... benarkah!, itu sungguh
menarik”(berbicara dengan temannya), abhi pun berjalan mendekati cinta.
“cinta!”(panggil abhi), “eh... iya, ada apa bhi?”(menoleh kearah abhi), “ehm...
baiklah cinta kita bicara lagi nanti”(ucap teman cinta) “oh... iya bye”(sahut
cinta). “cinta! Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu”(berbicara dengan gugup)
“ehm.. ya, katakan”(jawab cinta) “cinta... a...a...a...aku....”(jawab abhi
gugup) “iya... “(jawab cinta heran) “aku...”(berusaha mengatakan)
~ali gatie – it’s you~, disaat abhi hendak mengatakan apa yang dia ingin katakan tiba –
tiba terdengar suara dering handphone cinta, “ah... sebentar aku akan
mengangkat telfon dulu, permisi”(ujar cinta) “hmm... baiklah,”(jawab abhi
dengan sedih) “ah... halo...ehm, iya... aku sudah kirimkan fotonya...
ya..ya.. lihat saja, apa!! Yang benar saja... ehm... tidak.. tidak kau terlalu
memujiku... hahahaha... kau ini ada-ada saja”(asyik menelfon), disaat cinta
sedang asyik menelfon dia tak menyadari jika dibelakangnya ada lady. Dan
kebetulan saat itu cinta sedang menelfon di tepi danau taman dekat kampusnya,
karena kecemburuan lady melihat abhi dan cinta semakin dekat ia pun berniat
untuk mencelakai cinta dengan menjatuhkannya ke danau. Karena, ia tahu jika
cinta dari kecil tidak bisa berenang dan jika lady menjatuhkannya ke danau
ditambah tidak ada orang sama sekali disana kecuali mereka maka tidak akan ada
seorang pun yang akan bisa menyelamatkan cinta. –heh... lihat saja cinta,
kau berani merebut abhi dariku? Lihat bagaimana aku akan membuat kau lenyap
selamanya dari dunia ini, walaupun kau adalah saudaraku! Tetapi siapapun yang
ingin merebut sesuatu yang sudah aku inginkan maka dia harus mati!!- (dalam
hati lady). “ahhhh.....(tercebur ke danau), ah.... tolong! Tolong aku!
Tolong!”(berusaha meminta tolong), “hahahaha.... mati saja kau cinta! Kau
berani merebut abhi dariku, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun yang
merebut seseorang yang aku cintai tetap hidup... sekarang nikmati masa-masa
terakhirmu.... sampai jumpa”(tertawa dan pergi), disaat yang sama cinta
berusaha untuk meminta tolong dan bertahan.
Tak lama setelah itu, abhi, catty,
dan julian yang merasa gelisah karena tidak melihat cinta sedari tadi berusaha
untuk mencarinya. “cinta!!.. kamu dimana”(teriak mereka), “ah..
to..to..to..tolong!” (mulai kehabisan tenaga dan tenggelam). Catty, walaupun
dia suka makan tetapi penglihatannya dikenal sangat jeli dan baik. “eh... itu,
ada tangan yang akan tenggelam di danau... dan itu....... gelang cinta!!!! Itu
cinta tenggelam...”(berteriak dan berlari kearah cinta), “apa!!”(sahut abhi dan
julian bersamaan). “Cinta!!! (Teriak mereka bertiga) abhi yang melihat pujaan
hatinya tenggelam sontak langsung berlari dan terjun ke danau untuk
menyelamatkannya, tak lama setelah itu abhi pun berhasil menyelamatkan cinta
dan mengendongnya ke tempat yang aman. “cinta!! Bangunlah”(sembari memberikan pertolongan
pertama), “cinta kumohon sadarlah..... “(catty yang terus menangis melihat
kondisi cinta), tak lama kemudian cinta pun sadar dengan kondisi shock dan
ketakutan yang membuatnya langsung memeluk abhi dan menangis,
“uhuk...uhuk...uhuk... hah..hah..(berusaha bernafas), abhi!!!.... aku sangat
takut”(sambil menangis), abhi yang melihat kondisi cinta juga ikut menagis dan
memeluknya dengan erat.
Ia berfikir entah apa yang akan
terjadi jika ia terlambat menyelamatkan cinta sang pujaan hatinya itu. “sudah....sudah....
ssssttt, jangan menangis lagi!! Aku disini aku tidak akan meninggalkanmu....
sudah... sudah”(sembari menenangkan), di tempat yang lain lady yang melihat hal
itu sangat marah dan geram, dia telah gagal menghabisi cinta. Di waktu yang
sama tak sengaja julian melihat kearah lady dan mulai berfikir dalang dibalik
semua peristiwa ini –dasar kadal tak tahu malu- (kata julian dalam hati) “baiklah lebih baik kita segera pulang dan membiarkan cinta beristirahat”(kata
julian), “ehm... kau benar”(sahut abhi). Kemudian abhi pun mengendong cinta dan
membawanya pulang agar ia bisa beristirahat.
Disisi yang lain lady yang marah
karena rencananya gagal kembali berusaha membuat rencana baru. Sepanjang
perjalanan abhi terus memeluk cinta yang tertidur karena kelelahan dengan terus
memandang wanita yang sangat ia cintai itu.
~di rumah cinta~
“iya... tidurkan saja cinta disitu,
aku akan mengganti pakaiannya dan apa kalian akan langsung pulang??”(tanya
catty), “ah... tidak! Aku ingin istirahat dulu.. aku sangat letih menyetir
tadi, ehm... bolehkan catty??(tanya julian) “mm... tentu saja, kalian tunggu
diluar dulu aku akan mengganti pakaian cinta dulu”(ujar catty) “baiklah”(jawab
abhi dan julian). Kemudian abhi dan julian pun keluar dan duduk di ruang tamu
rumah cinta sambil mengobrol “abhi! Apa kau tidak akan ganti baju kau akan
sakit nanti”(ujar julian), “eh.... iya kau benar! Baiklah aku akan ganti baju
dulu”(jawab abhi sambil berjalan ke mobilnya untuk mengambil pakainan ganti).
“apa, cinta sudah tidur??”(tanya
abhi), “ehm... ya dia sudah tidur”(jawab catty) “apa.. aku boleh melihatnya??”(tanya
abhi) “tentu saja! Pergilah”(sahut catty). Di dalam kamar abhi yang melihat
kondisi cinta merasa sangat sedih dan terpukul, ia tak menyangka jika wanita yang
dicintainya harus dalam kondisi yang seperti ini. Di sisi lain lady merasa
sangat marah karena telah gagal membuat cinta tiada, kemarahannya kala itu tak
dapat ia bendung lagi jika kita ibaratkan seperti seekor tirex yang sedang
ingin mencari mangsa dan diatas kepalanya terdapat bara api yang sangat panas
ditambah lagi suhu tubuhnya naik seperti lava gunung berapi, semua orang yang
berada didekat lady pun seakan bisa terbakar jika tidak segera menjauh darinya.
{uuwwuuu..... mak lampir ngamuk kuy}
orang tua lady yang melihat hal itu pun sontak berusaha menenangkan bayi
serigala kesayangannya itu, “lady.... kenapa sayang?? Ada apa bicara pada ibu..
hmm! Kenapa??”(tanya ibu lady) “ibu!! Apa kau tau!! Aku kesal sekali... hari
justru datang dan menyelamatkannya, huuhhh!!”(jawab lady dengan marah). “uuu......
sayang sudah-sudah, kita akan pikirkan bersama bagaiman cara menjauhkan cinta
dari abhi... ok! Sudah sayang! Nanti cantiknya hilang loh”(jawab ibu lady),
disaat para penyihir menyusun rencana bulus mereka abhi yang kala itu sedang
menemani cinta sontak terkejut saat ia tak sengaja menyentuh tangan cinta dan
merasakan panasnya suhu tubuh cinta.
Dan saat itu juga abhi begitu panik, sampai-sampai ia menelfon dokter pribadi keluarganya [ keluarga abhi terkenal
dengan gelar mereka sebagai keluarga terkaya no.2 di london, sebernarnya dokter
pribadi keluarga tidak diperbolehkan untuk memeriksa orang lain yang tidak
memiliki hubungan dengan keluarga abhi ] abhi pun memanggil catty dan menyuruh
julian untuk segera menjemput dokter john dirumahnya, “catty! Julian! Kalian cepatlah
kemari!”(teriak abhi) seketika catty dan julian yang kala itu sedang bercanda
bersama menjadi terkejut dan segera menemui abhi “ada apa abhi??”(tanya julian
dan catty bersamaan) “cinta! Dia... badannya panas sekali!, ehm catty cepat
ambilkan kompres dan julian pergilah jemput dokter john”(pinta abhi) “ehm
baiklah”(jawab mereka bersamaan), tak lama setelah itu julian pun datang bersama
dokter john dan mulai memeriksa cinta. “hmm.... dia tidak apa-apa hanya demam
tinggi, terus kompres dia dan berikan obat ini padanya... ini akan menurunkan
demamnya”(ucap dokter john) “baiklah terima kasih dokter”(jawab abhi) “sama-sama”(sahut
dokter john) “mari dokter saya antar”(sahut julian). Tiba-tiba tak lama setelah
julian mengantar dokter john, ia mendapat telfon dari rumah abhi jika mereka
harus segera pulang untuk bersiap karena akan pindah ke jepang untuk perjalanan
bisnis ayah abhi. “ehm.... baiklah paman! Aku dan abhi akan segera pulang!”(menutup
telfon) julian pun mulai berfikir bagaimana caranya untuk memberitahu abhi akan
hal ini, setelah lama berfikir akhirnya julian memberanikan diri dan mengatakan
pada abhi yang sebenarnya. “abhi? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”(ucap
julian), “mmm... ya katakan saja”(sahut abhi) “abhi, baru saja ayahmu menelfon
jika kita harus segera pulang! Kita harus bersiap untuk pindah ke jepang...
karena ayahmu ada bisnis disana!”(jawab julian) saat julian mengatakan jika
mereka akan pindah ke jepang membuat abhi merasa sangat terkejut dan hancur,
baru saja ia akan bahagia dengan cinta tapi kebahagiaan itu harus pergi secepat
ini.
Tanpa berfikir panjang abhi pun
mengiyakan apa yang dikatakan julian dengan berat hati dan genangan air mata
yang tak terbendung jatuh begitu saja “(menarik nafas panjang) baiklah.... ayo
kita pergi!”(sahut abhi) “apa kau yakin abhi??”(tanya julian) “ya,, aku yakin!!
dan catty tolong sampaikan pada cinta saat dia sadar nanti, jika aku akan
selalu menghubunginya. Oh ya, aku menitipkan cincin ini padamu tolong berikan
pada cinta”(ujar abhi dengan sedih) “baiklah.... semoga kalian selamat sampai
tujuan dan jangan pernah lupakan kami, meski begitu kita adalah teman. Berapa jam
penerbangan kalian?”(tanya catty) “pukul 3 sore nanti, baiklah abhi kita hanya
punya sisa waktu 3 jam untuk beres-beres jadi ayo kita pulang”(jawab julian) “ehm...
baiklah”(sahut abhi), ikatan memang sulit untuk dipisahkan seperti ikatan yang
terjalin antara abhi dan cinta, sesaat setelah abhi dan julian pergi cinta
mulai sadar dan catty pun mulai menjelaskan padanya tentang abhi secara
perlahan.
~pukul 2.45, di bandara~
Cinta yang merasa
sedikit kesal sebelumnya karena abhi tidak berpamitan langsung padanya kini
kian luluh dan dengan cepat pergi menuju bandara tanpa memikirkan kondisinya,
catty yang merasa khawatir padanya pun ikut bergegas pergi dn menyusul cinta
yang kala itu tidak memakai pakaian hangat meskipun cuaca sedang dingin, “cinta!!
Kau lupa mantelmu”(berusaha meneriaki cinta) “aku harus bergegas sampai di
bandara, aku hanya punya waktu 15 menit sekarang.... ah, taxi!”(memanggil taxi).
Karena cuaca yang sedang dingin kala itu membuat banyak orang merasa kedinginan
dan tanpa mereka sadari telah membut kecelakaan di jalan yang hendak dilewati
cinta. “loh... kenapa berhenti pak?”(tanya cinta pada supir taxi) “sebenarnya
didepan ada kecelakaan nona jadi jalannya macet”(jawab supir taxi) “apa! Kecelakaan!
Ya tuhan, aku hanya punya sisa waktu 10 menit sekarang... ah, baiklah pak aku
turun disini saja”(jawab cinta), kemudian cinta pun bergegas menuju bandara
tanpa mantel hangat dan hanya menggunakan piyama yang sedang ia pakai. Demi mengejar
cintanya ia rela jika harus kedinginan seklipun.
~pukul 3.55, di bandara~
Akhirnya cinta pun
sampai dibandara dan berusaha mencari abhi, di tempat lain abhi dan keluarganya
hendak check in ke dalam pesawat, namun langkah abhi pun terhenti karena ia
merasa hatinya sedang disini. “cinta!”(ucap abhi lirih) tak lama setelah itu
terdengar suara wanita yang memanggil nama abhi dan abhi pun sangat mengenali
suara itu! Suara yan terdengar familiar “abhi!!”(teriak cinta) tanpa ragu lagi
abhi pun menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang
ia cintai berdiri jauh dibelakangnya tanpa menggunakan baju hangat atau sepatu
hangat sama sekali hingga membuat abhi merasa sangat khawatir dan mulai berlari
kearah cinta, orang tua abhi dan juga julian yang melihat hal itu berusaha
untuk meminta waktu pada pihak bandara agar menunda sedikit penerbangannya.
“cinta!! Apa yang kau lakukan lihatlah dirimu... kau sedang sakit (meraih dan memeluk cinta), kau ini disini
sangat dingin”(mencoba menjelaskan pada cinta) “kau jahat! Kenapa kau tidak
berpamitan denganku ha... “(sambil memukul abhi) “(tanpa mengucapkan apapun dan
hanya memeluk cinta)” keduanya pun hanya bisa menangis karena perpisahan ini “cinta
dengarkan aku, aku minta maaf karena ku tidak berpamitan langsung denganmu...
maafkan aku”(jawab abhi) “cinta!!”(teriak catty) “catty... “(memberi isyarat) kemudian
catty pun memberikan kotak cincin yang diberikan abhi untuk cinta, disaat yang
sama abhi pun berlutut dan mulai membicarakan sesuatu yang serius kepada cinta “cinta!
Sejak pertama kau bertemu denganmu hanya satu yang aku rasakan... aku sangat
mencintaimu, aku ingin menua bersamamu dan menikmati hari-hari bersamamu,
bagiku hanya dirimu lah bidadariku... cinta detik ini juga dunia menjadi saksi
aku ingin bertanya padamu... apakah kau bersedia menjadi ratu ku untuk
selamanya?”(tanya abhi) cinta yang merasa sangat terharu dan tanpa
berpikir panjang langsung menjulurkan tangan nya dan mengiyakan permintaan
abhi.
Hari itu seluruh dunia menjadi saksi
akan hadinya kisah baru dari sepasang merpati yang saling mencintai. “cinta! Dengarkan
aku, walaupun kita akan menghadapi sebuah hubungan dengn jarak yang panjang...
aku akan selalu mencintaimu dan kita tidak akan berhenti untuk bertukar kabar
setelah ini, orang tua abhi yang melihat kisah cinta anaknya itupun sontak
berteriak “abhi!! Ayah dan ibu merestui hubungan kalian”(teriak ayah dan ibu
abhi), kebahagiaan semkin tercurahkan dalam wajah abhi dan cinta karena mereka
telah mengantongi lampu hijau dari orang tua abhi, namun sayang hubungan mereka
harus terpisah oleh jarak. Abhi dan orang tuaya tetap akan pindah dan itu yang
embuat cinta merasa bersedih namun apa boleh buat apapun resikonya harus ia
hadapi demi hubungan mereka “abhi!... pergilah aku akan menunggumu disini! Hati
– hati jangan lupa kirimkan pesan saat kau sampai” (ucap cinta) “baiklah”(jawab
abhi sembari memeluk cinta dan mengucapkan perpisahan)
Terkadang cinta itu butuh suatu
pengorbanan dan bukti... aku berkorban kali ini dan berharap apa yang aku
lakukan kali ini akan membawa kebahagiaan bagiku nanti.
To Be
Continued....