
#Short Prolog....
Nama ku cinta, usia ku saat ini
tepat 18 tahun. Sebagai seorang mahasiswi desain di london college of fashion, selama ini aku hanya menghabiskan masa-masa remaja ku dengan belajar.
sejak kecil aku sangat menyukai seni, meski dalam keluargaku tidak mengalir darah seorang seniman tapi aku berusaha keras untuk menjadi seorang seniman yang handal.
Ketika masih duduk di sekolah dasar aku suka melukis berbagai mode pakaian dengan motif yang berbeda-beda hingga akhirnya kebiasaan itu pun terus berlanjut sampai aku berada di bangku sekolah menengah atas.
Aku hanya dibesarkan oleh ayahku, karena ibuku sudah meninggal ketika aku masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.
Kepergian ibuku, menyisakan segenap luka yang teramat dalam hingga membuatku lebih hancur dan sangat terpukul. Hingga saat ini walaupun aku hanya tinggal berdua dengan ayahku, bagiku dia adalah seorang pahlawan terhebat. Ia, selalu mendukungku setiap saat dan menyemangatiku saat aku ingin menyerah, hingga aku menjadi sekarang ini. Berkat dukungan dan doanya aku bisa masuk dalam sekolah desaign terbaik di london tanpa mengeluarkan biaya apapun, justru sebaliknya aku mendapatkan banyak fasilitas yang bisa mencukupi kebutuhanku selama aku menuntut ilmu di negeri yang terkenal dengan jam besarnya BIG BEN clock ini.
Karena itulah banyak teman - teman pria di kampusku yang menyukai ku. Sampai membuat loker ku terisi penuh dengan coklat, bunga dan juga sepucuk surat yang mencurahkan isi hati mereka. Namun, dari semua surat yang ada aku tidak pernah membalas satu pun surat yang mereka kirimkan untukku, bisa dibilang hanya ku simpan saja surat mereka dan hanya membalas mereka dengan senyuman yang kemudian menjadikan mereka sebagai temanku bukan seorang yang spesial di hatiku.
Masa-masa sekolah adalah saat yang
sangat dikagumi dan menyenangkan bagi teman-temanku, karena pada masa itu mereka lebih disibukkan dengan mencari cinta monyet dan mulai mencoba menjalin suatu hubungan seperti sepasang kekasih, tapi tidak seperti teman-teman ku. Masa - masa sekolah aku lebih menyibukkan diriku untuk belajar dan mencoba sesuatu yang baru. Walaupun selalu ada bayangan dalam anganku untuk memiliki seorang kekasih yang mampu bercanda denganku, bergurau bersama, berkepribadian yang baik, tulus menyayangiku, terus memberiku semangat seperti ayahku, memiliki tubuh tinggi, senyum yang manis, mampu membuatku merasa
nyaman.
Tapi entah, kapan angan-angan itu berubah menjadi kenyataan. Khayalan yang begitu tinggi dan belum tentu bisa terwujud atau tidak itu membuatku semakin tidak ingin memikirkannya. Aku hanya berharap semoga akan ada seseorang yang bisa bersamaku sesuai dengan apa yang kuharapkan. Sejujurnya aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain, bisa berkencan dengan pasangan mereka bahkan bisa mengenakan baju yang sama saat pergi kemanapun, semoga saja kelak pangeranku akan bisa menjaga ku dan hatiku sampai maut memisahkan kami, yang kuinginkan hanya menua bersamanya, berbagi suka duka dengannya, mengawali pagi ku bersamanya dan disampingnya saat malam tiba.
sudahlah.. cukup untuk khayalan yang tidak pasti ini, bairkan saja semua berlalu sesuai alur yang sudah ia siapkan. Hanya satu yang ku harapkan kebahagiaan ku dan orang - orang yang aku sayangi selamanya.