
Tak terasa musim semi telah tiba bunga-bunga mulai bermekaran, kicauan burung saling bersahutan menghiasi setiap tempat yang ada. Udara nan sejuk menjadi pelengkap suasana kala itu, terdengar suara gembira anak-anak yang bermain berlarian dengan menikmati suasana dengan penuh suka cita.
~pagi hari, dikamar cinta~
Seperti biasa setiap pagi alarm selalu berdering di kamar cinta, dia selalu bangun lebih awal dari catty. Meskipun sama-sama memiliki alarm dikamarnya tapi catty selalu mematikannya dan kembali tidur, saat itu dikamar cinta sebuah kamar dengan interior design yang klasik tapi elegan seperti kamar seorang ratu adalah rancangan cinta sendiri, karena pengetahuan design yang ia tekuni. Ia, memilih untuk membangun rumah sesuai dengan keinginannya sendiri dan mendesign setiap ruangan dengan karya dan imajinasinya sendiri, pagi itu terik mentari menyorot kedalam kamar cinta dengan sorotan yang masih samar karena tertutup tirai di jendela sehingga tidak begitu menyinari seluruh isi ruangan. Seketika cinta pun terbangun dan mulai beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu kearah balkon kamarnya. Dengan penuh semangat cinta membuka gorden dan pintu balkonnya dan beranjak menatap pemandangan dan sejuknya pagi hari dari balkonnya. Pagi itu, ia begitu menikmati suasana yang indah hingga membuatnya merasa lebih tenang dan sangat nyaman. ~ali gatie- moonlight~ handphone cinta berdering dengan segera cinta menuju kamarnya dan mengambil handphone nya, seketika ia terkejut karena yang sedang menelponnya kala itu adalah abhi. “abhi” ucap cinta. Dengan rasa ragu dan sedikit gugup ia berfikir, apakah harus ia angkat atau tidak. Setelah lama berfikir, ia pun memutuskan untuk mengangkatnya
“hallo, abhi.. em, ada apa? Kenapa kau menelponku pagi sekali! Apa ada masalah?” tanya cinta
“tidak, tidak ada masalah apapun cinta! Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi untukmu.” Jawab abhi
“em, ku kira ada masalah, ah.. ya, tentu selamat pagi juga untukmu” sahut cinta
“apa yang kau lakukan sekarang cinta?” tanya abhi
“eh.. tidak ada, aku hanya sedang menikmati pemandangan dari balkonku, dan kau apa yang kau lakukan?” balas cinta
“tidak ada, aku hanya memikirkanmu” ucap abhi.
“untuk apa kau memikirkanku? Apa ada yang menarik dariku?” sahut cinta
“ya... kau lah yang paling menarik bagiku” jawab abhi
“kau ini ada-ada saja” sahut cinta
“ehm... cinta! Apa kau ada waktu siang ini? Maukah kau pergi jalan-jalan bersamaku? Kumohon!” tanya abhi memohon kepada cinta
“eh... emm, baiklah.. kemana?”jawab cinta
“eh... setelah ini cepat sekali” sahut cinta terkejut
Tut...tut...tut
“abhi! Dia bahkan mematikan telfonnya, em... aku, harus bersiap” ucap cinta
~ beberapa menit kemudian~
“catty! Bangunlah, bisakah kau bukakan pintunya... ada tamu!” ucap cinta berteriak. “hooaaammm (menguap), iya.. iya, aku dengar.. tunggu sebentar!” jawab catty, “iya.. mencari siapa? (terkejut) eh, abhi! Apa benar ini kau? Mau apa kau kemari? Belum puas kah kau menyakiti cinta selama ini?” ucap catty marah setelah melihat abhi. “catty... aku minta maaf, bukan maksudku menyakiti cinta seperti itu, aku sangat mencintainya dan sekarang aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada cinta, dan juga aku ingin memperbaiki kesalahan yang dulu aku lakukan” jawab abhi, “catty siapa yang datang? (terkejut) eh, abhi kau sudah sampai... masuklah” sahut cinta. “cinta! Apa yang kau... emmmm (mulut yang dibungkam oleh cinta),” catty. “eh.. maaf abhi catty memang seperti ini, aku permisi sebentar” jawab cinta. “iya.. silahkan” abhi mempersilahkan.
“cinta, apa yang kau lakukan? Apa kau baik-baik saja? Haaa... apa kau sudah lupa apa yang sudah dilakukan pria yang kau suruh duduk itu? Apa kau dibutakan oleh kasih sayang dan perasaanmu dengan dia lagi?” teriak catty yang marah kepada cinta. “catty... dengarkan aku, aku dan abhi hanya partner bisnis.. kebetulan perusahaannya mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaanku, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.. lagipula, kenyataan itu memang pahit tapi apa kita akan terus menghindar dari kenyataan? Karena sekarang faktanya adalah abhi suami dari saudara sepupuku sendiri yaitu lady.. jadi itu kenyataannya.. semua tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi, walaupun aku masih mencintai dia tapi aku juga tidak bisa bersama dengan dia lagi.. itulah kenyataannya, jadi.. biarkan aku menghadapi kenyataan ini... bagiku tidak masalah, aku akan kuat.. asalkan kau juga terus mendukungku.. karena hanya kaulah yang kupunya saat ini disini” sahut cinta. “hati mu sungguh besar cinta! Aku sangat menyayangimu sahabatku” memeluk cinta dan mulai menangis, “hei.. sudahlah, bawakan abhi teh dan juga camilan restoranmu.. aku akan bersiap” jawab cinta beranjak meninggalkan catty yang menyiapkan teh untuk abhi. “hai abhi! Maafkan aku soal tadi, aku terlalu emosi.. aku minta maaf!” ucap catty. “tidak masalah, aku mengerti perasaanmu” jawab abhi. Dikamar cinta, ia sedang bersiap untuk pergi dengan abhi,
~ beberapa menit kemudian~
Saat abhi sedang berbincang dengan catty, tiba-tiba terlihat seorang gadis yang imut dengan riasan natural bahkan terlihat sangat polos dengan jeans hitam dan juga jaket kulit hitam yang menutupi shirt crop putih dengan rambut ikal yang dibiarkan terurai dan sepatu kets putih dengan tas selempang kecil milik channel menghiasai bahu kecilnya dari kejauhan terlihat kaki jenjang panjang dengan pinggang yang kecil dan hampir memadai ukuran tas yang dibawanya itu hingga tercium aroma parfum pomelo yang santai semakin membuat abhi merasakan cinta yang semakin dalm pada pujaan hatinya itu, tanpa sadar ia melangkah dan mendekati pujaan hatinya itu dengan mengulurkan tangan dan membantunya menuruni tangga. Sontak, hal itu membuat cinta dan catty terkejut hingga catty berusaha membuat abhi sadar dengan menjatuhkan nampan stainless steel yang ia bawa. Klontanggg!!! Hal itu membuat abhi terkejut dan mulai menunduk malu, sedangkan cinta dan catty justru berusaha menahan tawa mereka. “ehemmm..., apa kalian tidak akan pergi?”tanya catty yang menghentikan khayalan abhi yang terus menatap cinta dengan senyum merekah. “eh... maaf, ehm.. iya ayo kita pergi sekarang cinta” jawab abhi gugup dan mengalihkan pembicaraan. “baiklah.. ayo, catty kami pergi dulu” jawab cinta “oke.. hati-hati dijalan.” Ucap catty “ehm.. bye!” abhi dan cinta yang melambaikan tangan bersamaan.
~membukakan pintu~
“silahkan cinta,” sahut abhi, “terima kasih” jawab cinta.
Mereka pun beranjak pergi untuk memulai kencan pertama mereka setelah terpisah begitu lama.
To be continued....