BECAUSE YOU ARE MY LIFE

BECAUSE YOU ARE MY LIFE
#honeymoon



Setelah pesta pernikahan yang begitu besar dan melelahkan abhi dan yang lainnya segera memikirkan tempat untuk berbulan madu, yah dan ibu abhi yang mendengar hal ini begitu antusias untuk membuat mereka segera pergi berbulan madu, “hei abhi.... kau jangan bingung kemana akan pergi berbulan madu.. ibu sudah menyiapkan ini sejak lama (berjalan menuju laci dan mencari hadiah yang sudah ia siapkan) sebenarnya saat abhi dan julian sedang mengejar catty dan juga cinta ibu sudah menyiapakan tiket bulan madu keliling dunia untuk kalian” jawab ibu abhi, mendengar hal itu abhi dan yang lainnya sontak terkejut dan mulai mengoceh layaknya burung yang terus berkicau, “apa!!!” ucap abhi dan yang lainnya bersamaan. “bu.... kau tidak bisa melakukan ini, aku dan julian pasti akan berbulan madu tapi itu mungkin juga tidak memerlukan waktu yang cukup lama.. jadi kami tidak harus meninggalkan perusahaan begitu lama” jawab abhi. “perusahaan...perusahaan... hanya itu saja yang kau pikirkan! Pernahkan kau berfikir untuk bagaimana cara membahagiakan kedua orang tuamu” sahut ayah abhi. Ayah abhi yang dikenal pendiam dan tidak banyak bicara saat urusan rumah tetapi sekali ia memutuskan itu akan sangat bijaksana, karena hal ini ia sudah bersekongkol dengan istrinya untuk segera mendorong kedua putra mereka agar mereka segera memiliki seorang cicit yang manis. “kali ini ayah sudah putuskan jika kalian akan pergi berbulan madu, dan urusan perusahaan abhi akan ayah tangani.. untuk perusahaan cinta dan juga restoran catty ibu kalian yang akan memimpinnya untuk sementara” ujar ayah abhi. “ta..tapi ayah!” sahut abhi dan yang lainnya, “tidak ada tapi-tapian... ini sudah keputusan kami, dan tidak ada yang bisa merubah hal itu” ucap ibu abhi. Setelah keputusan bulan madu ditentukan abhi dan julian membawa istri mereka untuk pergi beristirahat lebih awal, agar mereka dapat pergi lebih awal besok ke bandara.


~di dalam kamar abhi~


“abhi apakah ini akan baik-baik saja? Maksudku ibu mengirim kita untuk berbulan madu untuk waktu yang lama, apa tidak masalah? Aku takut ibu dan ayah akan kelelahan mengurus perusahaan sendirian!” ucap cinta, “ehm.. kau tidak perlu khawatir... aku sudah meminta asisten pribadi ku untuk membantu ayah dan juga sekretarismu membantu ibu untuk catty, aku sudah meminta adik ibu untuk membantunya.. karena dari dulu adik ibu sudah seperti ibu bagiku, saat ibu sibuk ia akan menyuapiku dan merawat ku... mereka adalah saudara yang saling menyanyangi ditambah lagi bibiku sangat ahli dalam memasak, dia bisa memberikan inovasi pada pelayan restoran catty agar semakin maju” jawab abhi. Berjalan mendekati suami tercintanya itu, “hmmm.... baiklah suamiku sayang! Ternyata ia sudah menyiapkan semua ini dengan sangat matang ya... lalu hadiah apa yang kau inginkan untuk semua ini?” tanya cinta, sambil berfikir abhi berkata “ehm... aku tidak ingin yang lain... bagaimana jika kita habiskan malam ini bersama sebagai gantinya” jawab abhi sembari menggoda cinta, “hoho.. tentu” sahut cinta dan tersenyum kearah abhi. disisi lain dikamar julian julian dan catty juga tengah menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan suami istri.


~keesokkan harinya~


“abhi.. apa saja yang akan kau bawa?” tanya cinta yang berkemas di dalam ruang ganti, cinta yang saat itu baru selesai mandi dan masih memakai mantel mandi serta mengulung rambutnya dengan handuk sedang mengemas pakaian yang akan mereka bawa untuk berbulan madu. Karena terlalu letih semalaman, abhi masih belum bangun juga. Cinta yang terus berbicara pada abhi tanpa ada respon sedikitpun semakin geram dan berjalan mendekati abhi untuk membangunkannya. Di lain sisi, di kamar julian catty masih saja tertidur, karena kebiasaan catty yang sulit untuk bangun lebih awal itu menjadi hal yang tidak masalah karena julian adalah seorang pria yang sangat rajin ia selalu bangun lebih awal bahkan lebih cepat dari abhi, melihat istrinya yang masih tertidur pulas julian mulai menggodanya dengan mencubit hidung catty hingga ia sedikit kesulitan bernafas. “catty... sayang! Ayo bangun!” ujar julian lembut. “nngg... tunggu 5 menit lagi” sahut catty, “kau bangun sekarang atau aku akan menggendongmu dan kita akan mandi bersama?” sahut julian. Setelah beberapa menit tidak ada respon, “baiklah... ini yang kau inginkan,” ucap julian. Seketika julian langsung menggendong catty dan membawanya ke bak mandi karena terkejut catty pun berteriak, dan mulai mengagetkan semua orang yang ada dirumah. Karena mendengar teriakannya abhi yang kala itu masih tidur seketika terbangun dan memakai mantel tidurnya, disatu sisi cinta yang berada didalam ruang ganti langsung keluar dan bersama dengan abhi menuju kamar julian. Ayah dan ibu abhi yang saat itu sedang berada di ruang tamu juga ikut berlari menuju kamar julian, dan sesampainya mereka disana bukan ke khawatiran yang mereka alami tapi muka memerah dan malu karena mendengar pembicaraan antara julian dan catty yang saat itu berada di dalam kamar mandi. “baiklah... kita kembali ke posisi masing-masing” ucap ayah abhi yang menahan tawanya karena ulah julian, lekas setelah itu semua orang langsung meninggalkan kamar julian. “ehm... abhi kau harus cepat mandi!” ucap cinta yang berjalan didepan abhi dengan mengenakan mantel mandinya dan menggulung rambutnya, “baiklah istriku” jawab abhi sambil memeluk cinta dari belakang “ehem... ayah dan ibu masih disini” ujar ayah abhi yang berjalan dibelakang mereka, melihat tingkah putranya itu ibu dan ayah abhi hanya bisa menahan tawa mereka dan beranjak pergi kembali ke ruang tamu sedangkan abhi dan cinta hanya bisa tertunduk malu karena tingkah mereka yang demikian di depan ayah dan ibunya.


~beberapa menit kemudian~


~persiapan menuju bandara~


Setelah selesai menghabiskan sarapan mereka abhi dan yang lainnya memutuskan untuk segera berangkat ke bandara karena mereka tidak ingin terlalu lama menunda pesawatnya, “baiklah ibu kami berangkat” ucap cinta dan catty bersamaan sambil memeluk ibu mereka itu di satu sisi abhi dan julian juga meminta restu kepada ayahnya “ayah.. kami akan berangkat” ucap abhi dan julian bersamaan, “hmmm... ya, kalian jangan lupa sesampainya disana seperti yang ayah sampaikan dan ajarkan tadi” ucap ayah abhi. “ehm... iya ayah” jawab abhi dan julian bersama sambil merangkul ayah mereka. “baiklah ayo kita berangkat!” ucap julian, dan mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing untuk segera berangkat menuju bandara.


~bandara~


Sesampainya dibandara, abhi dan julian lekas mengeluarkan barang-barang mereka dan mulai membawanya untuk pemeriksaan. Setelah semua yang diperlukan sudah dilakukan tiba saatnya bagi mereka untuk melakukan check in kemudian mulai masuk ke dalam pesawat, dan the tour world of honeymoon mereka pun dimulai.


To be continued....