bad girl vs cold prince

bad girl vs cold prince
Bab 23



tak lama setelah nathan tidur key terbangun. dia membuka matanya secara perlahan karena silau dg cahaya lampu.


"emh, dimana ini? " ucap key setelah membuka mata dan melihat ruangan serba putih.


key melihat sekeliling nya dan menemukan nathan sedang tertidur di sofa tanpa selimut dengan tubuh bergetar.


"dia kenapa? " tanya key kemudian beranjak dari berbaringnya untuk duduk, key memperjelas penglihatan nya dan benar saja dia melihat nathan tidur dg menggigil seperti kedinginan. dia pun beranjak mencari selimut di dalam lemari kecil yg tersedia disana. ketika menemukan selimut dia mendekati nathan dan ingin menyelimuti nya namun melihat muka nathan memerah key memegang wajahnya, dia cukup terkejut karena wajah nathan panas. kemudian key memegang anggota tubuh lain karena ingin memastikan apakah nathan demam tinggi ternyata benar nathan demam tinggi, key juga menemukan luka nathan belum di obati.


"mungkin lukanya infeksi, gue harus segera memanggil dokter bahaya kalo di biarkan" ucap key kemudian menyelimuti nathan dan kembali ke tempat tidur dokter dan menekan tombol panggilan (bener gak sih hehe, othor gak tau namanya jadi panggil aja tombol panggilan ya)


tak lama dokter masuk .


"nona sudah sadar , coba saya periksa lagi" ucap dokter itu mendekati key


"bukan saya yg harus di periksa dok, tuh periksa dia , sepertinya dia demam tinggi karena lukanya belum di obati mungkin juga infeksi, cepat dok periksa dia" ucap key kemudian mendorong dokter itu untuk mendekati nathan. (orang tua key, kenapa di dorong2 kualat lo, hehe)


dokter kemudian memeriksa nathan.


"nona demam nya sangat tinggi sebaiknya dia di rawat saja takutnya terjadi apa2, lukanya juga belum di obati"jelas dokter itu.


" iya dok rawat saja, tapi disini aja ya tinggal di tambah tempat tidur pasien satu, karena biar saya bisa memantaunya juga"ucap key


"baiklah nona, nanti saya menyuruh perawat untuk menambah ranjang pasien" ucap dokter kemudian pergi


"key, maafin aku" suara nathan mengigau dg lirih


"eh dia bilang sesuatu tapi apa, gue gak kedengaran" gumam key yg tidak sengaja melihat nathan bergumam,kemudian mendekati nathan.


"sangat tampan" ucap key karena wajahnya dan nathan sangat dekat.


"maaf" gumam nathan lagi


"maaf? dia meminta maaf dg siapa? " gumam key sambil memperhatikan wajah nathan.


"key, maaf" igau nathan lagi


"astaga, jadi dia mintak maaf sama gue, tapi kenapa harus saat dia tidak sadarkan diri, kenapa saat di sadar kata maaf begitu sulit untuk di ucapkan, padahal kalo dia minta maaf kan pasti langsung gue maafin huh" gerutu key lirih sambil terus memperhatikan wajah nathan.


"aku sayang kamu" gumam nathan membuat key berbunga2.


"nana" sambungnya membuat hati key yg semula mekar menjadi layu dan patah, dunia key seolah berhenti saat ini juga, ,key salah paham mendengar nya, padahal nana adalah panggilan kesayangan nathan setiap kali menatap foto key yg dia ambil diam2 dg handphone nya, karena bagi nathan 'key' adalah panggilan semua orang, sedangkan dia ingin jadi orang yg special di dalam hidup key.


"jadi lo udah punya seseorang yg berarti, apa cewek yg sering bersama dg lo" ucap key dg tersenyum getir. kemudian key berdiri dan berbalik ingin pergi dari sana namun nathan langsung menahan nya tangan key . ternyata nathan terbangun mendengar suara key.


key berbalik melihat nathan.


"ada apa? " ucap key dingin


nathan bingung melihat sikap key berubah drastis biasanya memang key cuek karena masalah itu namun saat ini suara key terdengar sangat dingin.


"kamu kenapa? " tanya nathan


"gpp, lepasin" ucap key dingin sambil mencoba melepaskan genggaman tangan nathan.


"lepasin, nanti pacar lo marah" ucap key datar


"pacar?? " tanya nathan bingung


"hmm" ucap key singkat kemudian pergi setelah berhasil melepaskan genggaman tangan nathan


"pacar apanya, aku gak punya pacar" jelas nathan setelah berhasil menyusul key walau dg badan sempoyongan


"pake bohong lagi" ucap key datar


"beneran, aku bahkan belum pernah pacaran" jelas nathan lagi


"terus nana mau lo apain, jahat banget si lo jadi cowok, pacar sendiri gak di akuin, mau jadi playboy? iya? atau mau jadi pria brengsek lo hah, siapa yg ajarin lo gini hah, cowok tidak ada komitmen sama sekali, setelah di pacarin mau di buang gitu aja setelah dapat yg baru ,gitu maksud lo hah " cerocos key tanpa rem sedangkan nathan bingung.


'key tau dari mana soal nana, salah paham lagi itukan dia, masa iya dia cemburu pada diri sendiri"pikir nathan kemudian nathan membuka suaranya ketika di rasa key sudah diam


"udah bicaranya? lo salah paham, nana itu... " belum sempat nathan menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh key.


"nana itu apa? temen lo? iya atau sahabat lo? atau mungkin tukang cuci pakaian lo ? iya lo mau tetap menyangkal gitu" key terus nyerocos tanpa henti (dasar betina hihihi) sedangkan nathan memijit pelipis nya pusing.


"dengerin dulu bisa? " tanya nathan lembut


"gak ada yg perlu di dengerin kok, bagi gue semua udah jelasss" ucap key ketus


"sekali aja dengerin penjelasan gue, setelah itu terserah lo mau percaya atau tidak" ucap nathan


"gak mau, bagi gue udah jelas" ucap key tetep ngeyel


"dengerin gue "ucap nathan dg penuh penekanan.


" gak"ucap key kemudian ingin pergi dari sana


"nana adalah..... "


ceklek


ucapan nathan menggantung karena suara pintu terbuka seorang suster masuk dg membawa ranjang pasien kosong.


"ini mau di taru di mana? " tanya suster itu


"di sebelah sana Sus" ucap key kemudian suster menaruh di tempat yg di tunjuk key.


setelah selesai suster itu kemudian pergi.


nathan melanjutkan omongannya.


"lo tau saat pertama kita bertemu, gue cuek banget sama lo, bukan karena apa tapi gue trauma dg cewek karean saat gue brusia 13 tahun gue pernah di culik dan .dan .." cerita nathan berhenti sejenak, key langsung menatap nathan mendengar cerita itu.


"huh dan ingin di lecehkan oleh tante2 gila, badan gue di telanjangi dan di raba2 namun untungnya belum terjadi apa2 sama gue karena daddy, kak Liam, serta polisi berhasil menemukan gue, semenjak kejadian itu gue takut sama cewek, gue gak mau deket sama cewek karena gue merasa jijik ketika di sentuh bahkan gue dulu pernah menderita mysophobia, namun sekarang sudah hilang" cerita nathan sambil menghela nafas


"tapi dg lo beda keyna sayna alesky ........" ucapan nathan tidak terselesaikan karena sudah tidak tahan menahan sakitnya alhasil tubuh nathan tumbang di hadapan key.