
mendengar ada yg memanggil pak jang menoleh.
"loh tuan muda masih disini non tiara sudah di bawa nyonya dan tuan besar ke rumah sakit" ucap pak jang
"APA, kenapa gak ngajak aku" ucap Dave langsung berlari ke luar mansion dan melajukan mobilnya dg kecepatan tinggi, Dave tidak sadar kalau hanya memakai kaos polos dan celana kolor doang serta sendal jepit rumahan.
sedangkan di dalam mobil lain sebentar lagi mami dan papi key akan sampai di rumah sakit yg sama seperti tempat key di rawat.
setelah sampai tiara langsung di tangani oleh dokter, ternyata setelah di periksa sudah bukaan full.
Tak lama Dave berlari ke arah ruangan tempat tiara di tangani sepanjang jalan semua orang yg ada di sana menatap lucu pada dave.
"mam gimana tiara? " tanya Dave ngos ngosan karena lelah berlari
"masih di dalam" ucap mami
"semua akan baik2 saja kan mam? " tanya dave lagi
"tentu, istri kamu itu kuat, oh ya tadi dokter udah bilang kalau kamu mau masuk ke dalam boleh kok" ucap mami memberi tau.
"yaudah Dave mau masuk mam" ucap dave kemudian masuk ke dalam ruangan.
di dalam ruangan.
"sayang" ucap tiara lirih
"semangat ya sayang kamu pasti bisa" ucap Dave menyemangati sang istri
"hmm" ucap tiara
"ayo bu dorong lagi kepalanya sudah kelihatan" ucap dokter
"ayo sayang Semangat I love you" ucap Dave.
"engghhhh" tiara mengejan sekuat tenaga tak lama terdengar suara bayi menangis
oek oek oek
"Terima kasih sayang" ucap Dave kemudian mencium kening tiara
"selamat nyonya tuan, anak kalian laki2" ucap dokter
"Apaaa , bukannya waktu USG perempuan ya sayang? " ucap Dave sock
"beneran kok syang di USG cewek
, kenapa bisa gitu" ucap tiara lemah karena kehabisan tenaga
"memang bisa seperti itu kalau USG sebab kadang ada bayi yg bersembunyi jadi tidak kelihatan jenis kelamin nya" jelas dokter kemudian pergi setelah membersihkan tiara
"yaampun semua perlengkapan yg di beli kan warna pink semua, belum lagi dekorasi kamar juga serba pink" gumam Dave
"mohon maaf bapak bisa tunggu di luar karena bu tiara akan segera di pindahkan di ruang rawat inap" ucap salah satu suster
Dave kemudian keluar dg masih melamun karena banyak pikiran mungkin hahah.
mami dan papi saat ini sedang duduk di depan ruang bersalin tiara, ketika melihat Dave keluar dg lesu mami langsung bertanya dg panik.
"ada apa Dave? tiara tidak kenapa2 kan, bayi nya juga sehat kan sebab tadi mami denger suara tangis bayi, terus kenapa kamu gini? " tanya mami panik
"semua baik2 aja mam, cuma bayi nya laki2 kan semua perlengkapan bayi dan dekorasi kamar nya serba pink" ucap Dave lesu
"astaga bagaimana ini, yasudah mami akan ke baby shop sebentar kalian tunggu aja mam ingin beli perlengkapan bayi cowok" ucap mami kemudian pergi dg tergesa-gesa
"aduh yaampun bok*ng saya sakit banget" ucap mommy Lina mengeluh kemudian mendongak ke atas melihat siapa yg di tabrak nya
"eh jeng kebetulan kamu ada disini, ayok kita ke ruangan key" ajak mommy Lina sambil berdiri
"tunggu2 ruangan key? maksudnya key yg mana? " tanya mami bingung
"astaga jadi nathan belum ngabarin keluarga key" gumam mommy Lina lirih sampai2 mami tidak mendengar nya
" jeng kalo kamu kesini bukan melihat key terus ngapain? "tanya mommy Lina bingung
" menantu saya melahirkan jeng, anaknya cowok namun semua perlengkapan dan juga dekorasi kamarnya serba pink jadi saya buru2 ingin ke baby shop untuk membeli peralatan bayi,, tapi kata anda ruangan key tadi maksudnya apa? "jelas mami kemudian bertanya
" hmm key masuk rumah sakit jeng, dia tertembak karena menolong anak saya,sekarang di rawat di rumah sakit ini, anak saya tidak bisa mengabari kalian karena handphone key tertinggal di dalam mobilnya"ucap mommy Lina memberi tau
"APAAAA, key tertembak di mana ruangan sekarang jeng? " tanya mami panik
"tenang jeng, key tidak apa2 kok dia hanya tergores di lengan kanannya, tidak ada luka serius" jelas mommy
"oh astaga syukurlah kalo gitu, ayo kita kesana jeng" ajak mami
"lah katanya mau beli perlengkapan bayi" tanya mommy Lina
"nanti bisa jeng, saya dari tadi khawatir karena handphone key tidak bisa di hubungi terus juga perasaan saya sedari tadi tidak enak ternyata bener kalo dia tidak baik2 saja." ucap mami
"baiklah , ayo" ucap mommy lina kemudian menggandeng tangan mami menuju ruangan key berada
sesampainya di sana mommy langsung membuka pintu
ceklekk
Suara pintu terbuka
setelah pintu terbuka terlihat lah pemandangan yg manis, gimana tidak di sana terlihat nathan tidur sambil membungkuk dg sambil memegang tangan key dg kepala ke arah key, dan kepala key yg mengarah ke arah nathan.
"ahh sepertinya kita mengganggu jeng" ucap mami kemudian tidak jadi masuk
"emm hehe iya jeng" ucap mommy kemudian menutup pintu
"itu anak kamu jeng? " ucap mami
"iya jeng, anak bungsu saya baru pulang dari Amerika sama kaya key" ucap mommy
"oh yaa, wahh gimana kalo kita jodohin jeng seperti nya mereka cocok, tapi jangan memaksa, biarkan mengalir sebagai mestinya saja" ucap mami antusias padahal dia belum melihat wajah nathan loh, hanya melihat postur tubuhnya dari belakang saja
"wah bener jeng, saya sudah lama menanti kan untuk menjadikan key menantu, tak di sangka ternyata jadi juga" ucap mommy Lina antusias juga
"bener jeng, gimana kalo nanti setelah key dan menantu saya keluar dari rumah sakit kita buat acara keluarga? " usul mami
"boleh jeng, pasti suami saya juga mau" ucap mommy Lina
"yasudah kalo gitu,biarkan mereka berdua dulu, saya mau lanjut ke baby shop dulu, jeng mau ikut gak? dari pada bengong di sini sendiri mending ikut saya saja ayo" ajak mami kemudian mereka pergi ke baby shop
sedangkan di ruangan key, ketika mommy menutup pintu nathan terbangun dan membuka matanya.
"ugh, jam berapa ini, punggung dan kepala ku sakit sekali" ucap nathan memegang kepala nya ternyata badannya panas mungkin karena luka nya belum di bersihkan karena terlalu khawatir dg key sampai2 melupakan luka nya dan mungkin infeksi sampai menyebabkan demam.
nathan beranjak dari duduknya ketika melihat hari sudah mulai malam dan menatap key yg masih belum sadarkan diri, kemudian mengusap2 rambut key dan mengecup keningnya.
"semoga lekas sembuh" ucap nathan setelah mengecup kening key kemudian berpindah tempat menuju sofa di dalam ruangan key