
Di pagi harinya, Miko bangun lebih awal sementara Salma bangun di saat Miko sedang mandi.
" Kok Aku udah ada di kamarnya? " Ucap Salma yang baru saja bangun.
Tak lama kemudian Miko keluar dari kamar mandi dan melihat Salma yang sudah bangun.
" Tuan putri akhirnya kamu bangun juga, kamu mandi dulu sana. " Ucap Miko
Salma pun langsung masuk ke kamar mandi.
Sementara Miko memakai pakaian, setelah siap Miko langsung ke dapur untuk membuat sarapan pagi.
Salma memakai baju yang semalam di belikan oleh Miko untuknya.
Salma langsung ke dapur dan melihat Miko sedang masak.
Miko memanggil Salma dan mereka juga berbincang.
" Wahh kelihatannya enak tu makanan. " Ucap Salma
" Ya pasti kan yang masak aku. " Kata Miko sambil sedikit bercanda.
Salma terus memuji Miko, sementara Miko merasa sangat senang.
" Sebenarnya aku juga gak tau ini makanan enak atau enggak. " Ucap Miko sambil tertawa.
" Pasti enak itu, udah terasa dari aroma masakannya." Ucap Salma.
Salma pun membuat teh hangat untuk dirinya dan Miko.
Setelah masakan itu matang, mereka pun menyantapnya bersama.
" Bagaimana apa ini enak? "
" Enak kok. "
Setelah selesai menyantap sarapan pagi, Salma pun membantu Miko untuk menyuci piring.
Saat Salma mencuci piring, Miko datang dan langsung memeluk Salma dari belakang.
" Ada apa Miko? Kenapa kamu memelukku? " Tanya Salma yang sedang mencuci piring
" Gak ada apa - apa, Aku cuma masih kangen aja. " Jawab Miko.
Salma yang sudah selesai mencuci piring pun menyuruh Miko untuk melepaskan pelukannya.
Namun Miko menolak dan tetap memeluk Salma dengan erat.
Miko mencium pipi Salma secara tiba - tiba dan itu membuat Salma terkejut.
" Miko kamu ini. " Ucap Salma.
Miko memutar badan Salma menjadi kehadapannya, mereka berdua pun saling memandang.
Secara tiba - tiba Miko langsung ******* bibir Salma.
Salma sempat berontak, namun lama - kelamaan Salma pun menikmati adegan yang mereka lakukan itu.
Setelah puas, Miko langsung mengakhiri ciumannya pada Salma dan langsung memeluk erat tubuh Salma.
" Salma kamu sudah ada pacar? " Tanya Miko
" Belum. " Jawab Salma yang masih berada di pelukan Miko.
" Kalau begitu Kamu mau gak jadi pacar aku. " Tanya Miko yang sudah melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Salma
" Aduhh gimana ini, Miko malah nembak aku lagi. " Gumam Batin Salma.
Salma terdiam sejenak.
" Kamu mau gak Salma? " Tanya Miko lagi.
" Iya aku mau. " Jawab Salma dengan perasaan yakin.
Saat itu Miko merasa sangat senang karena Salma menerima dirinya.
Dalam beberapa jam mereka masih menghabiskan waktu bersama di hotel, namun kebersamaan mereka masih dibatas wajar.
Siang harinya Miko mengantar Salma pulang untuk kembali ke apartemen.
Singkat cerita mereka berdua sudah di dalam apartemen.
" Sayang aku gak bisa lama - lama disini. " Ucap Miko
" Kenapa sayang? " Tanya Salma
" Aku harus mengurus beberapa pekerjaan lagi dan besoknya juga aku harus mencari rumah baru agar bisa aku tempatin. " Jawab Miko.
" Besok aku ikut ya sayang. " Ucap Salma
" Iya, besok jam 8 pagi aku jemput. "
Miko pun meninggalkan Salma.
Keesokan harinya.
Salma di jemput oleh Miko.
Lagi - lagi Miko dibuat terpana oleh kecantikan Salma.
" Ayo kita masuk mobil. " Ajak Miko
Mereka pun masuk mobil dan Miko langsung melajukan mobilnya.
Di dalam mobil, Miko terus mengenggam tangan Salma dengan erat.
Seharian ini Salma menemani pacarnya untuk mencari rumah yang sesuai dengan keinginan pacarnya.
Sudah cukup lama mereka mencari, namun tidak ada rumah yang sesuai dengan keinginan pacarnya.
" Maunya gitu, cuma Kakak ipar aku gak mau tinggal di apartemen. " Ucap Miko
" Kenapa kakak iparmu tinggal satu rumah denganmu? " Tanya Salma
" Semenjak abang aku meninggal, memang kakak iparku tinggal bersamaku. Kakak iparku kan tidak memiliki saudara, dia itu sebatang kara. " Jelas Miko
" Begitu ya. "
Setelah selesai menjelaskan, Miko memberikan Gelang tangan mewah untuk pacarnya.
Salma merasa sangat senang karena Miko itu orangnya cukup loyal.
Setelah cukup lama mencari rumah, mereka pun menemukan rumah yang sesuai.
Miko langsung membelinya dan langsung mengabari Sekertarisnya untuk mengatur dan mengisi peralatan dirumah barunya.
Setelah itu Miko dan Salma pun makan di restaurant mewah.
Namun disaat mereka berdua sedang menikmati makanannya, dari kejauhan ada Raka yang melihat Salma.
" Itu kan Salma. " Ucap Raka
" Siapa pria yang bersamanya itu? Kenapa Salma terlihat begitu bahagia? " Raka pun bertanya - tanya.
Namun Raka tak bisa menghampirin Salma karena dirinya sendiri harus menyelesaikan pekerjaannya dulu.
" Sayang apa kamu gak bosan tinggal sendirian di apartemen? " Tanya Miko
" Sebenarnya bosan karena aku sering merasa kesepian. " Jawab Salma
" Lalu kenapa Sayang tidak tinggal di rumah ibu saja." Ucap Miko
" Aku udah gak bisa, karena jika aku tinggal disana aku selalu mengingat kenangan buruk tentang perpisahan kedua orang tuaku. " jelas Salma
Mendengar itu Miko merasa sangat kasihan terhadap pacar nya.
" Sekarang kamu udah ada aku, nanti aku bakalan sering datang ke apartemen kamu. " ucap Miko
" Makasih ya sayang. "
Sementara di apartemen Varun.
Varun terus memikirkan Salma, karena saat ini Salma tak ada di apartemen.
" Kira - kira kemana perginya Salma. " Ucap Varun
Varun ingin menghubungin Salma namun dirinya bingung nanti mau ngomong apa.
Karena terus memikirkan Salma, Varun pun memutuskan untuk mencari Salma.
" Aku harus cari Salma ke rumah Daeh dulu. " Ucap Varun
Saat Varun sampai dirumah Daeh, ternyata Salma tudak ada karena rumah Daeh kosong.
Lalu Varun mencari kerumah Citra, Namun Citra pun tidak ada dirumahnya.
" Kemana lagi aku harus mencarinya. "
Varun pun mendatangin tempat - tempat yang sering Salma kunjungin.
Sementara Miko dan Salma sudah selesai makan dan Miko mengantar Salma pulang.
Mereka pun tiba di apartemen.
" Sayang makasih ya hari ini kamu udah nemanin aku mencari rumah. " ucap Miko
" Iya Sayang sama - sama. "
" Ya udah aku pulang dulu. "
Miko pun pulang kembali ke hotelnya.
Saat di dalam mobil, Miko tersenyum karena dirinya mengingat Salma.
" Aku beruntung sekali karena bisa memiliki Salma. " Ucap Miko.
Sementara itu Varun kembali pulang karena Salma menelponnya.
" Ternyata dia sudah pulang. "
Varun pun memutar balik mobilnya ke arah apartemennya.
Di dalam apartemen Salma
" Lama sekali sih Varun datangnya. " Ucap Salma
Salma memutuskan untuk mandi dulu sebelum Varun datang, setelah selesai dia pun menonton televisi.
Gak lama kemudian Varun datang di apartemen Salma.
Salma menghampiri Varun.
" Ada apa nona? " Tanya Varun
" Tidak ada apa - apa sih. " Jawab Salma
" Lalu kenapa Nona menyuruh saya datang? " tanya Varun lagi
" Aku cuma mau melihat luka yang ada di wajah kamu aja. " Jawab Salma
Salma langsung membuka luka nya.
" Tadi sudah saya bersihkan lalu saya tempel plester lagi. " Ucap Varun
" Hmm baguslah kalau begitu." Kata Salma
Varun dan Salma sempat saling memandang satu sama lain, namun pandangan mereka teralihkan karena ada yang memencet bel apartemen Salma.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT...