
Karena luka di kaki Salma, dirinya sangat sulit untuk bergerak. Salma .
Sudah 3 hari Salma sakit karena daya tahan tubuhnya menurun. Dan selama tiga hari ini Miko juga menemani Salma.
Miko menjaga Salma dengan penuh perhatian.
Saat Salma sedang terlelap di kamarnya, Miko memeriksa semua sudut rumah karena Rivanka yang menyuruhnya. Belakangan ini kan Salma sering sekali di teror oleh orang yang tak di kenal.
Saat Miko memasukin kamar ketiga, dirinya melihat ada begitu banyak bunga, dan beberapa pakaian yang begitu mewah.
Miko melihat bunga itu dan membaca pesan yang terdapat di bunga itu.
~ Semoga kamu menyukainya ya Salma
I LOVE YOU ~ Justin
~ Bunga ini untukmu wahai gadis pujaanku
kau begitu cantik ~ Raka
~ I LOVE YOU SALMA ~ David
Miko melihat dan membaca satu persatu pesan yang terdapat di bunga itu.
" Wah wah wahhh semua bunga ini dari pria semua. " Ucap Miko sedikit kesal.
Miko melihat bunga lagi " Dan ini dari Randy, yang ini dari Harrison. Ternyata ada begitu banyak pria yanv menyukai Salma. " Ucap Miko
" Apa Salma merespon mereka semua? "
" Arghh Sialan. " Ucap Miko
Miko makin marah karena melihat begitu banyak hadiah yang terletak di kamar itu.
Karena merasa kesal, Miko kembali ke kamar Salma dan melihat Salma yang masih terlelap. Pandangan Miko teralihkan karena dirinya melihat bunga yang pernah ia beri terletak rapi di lemari kaca yang terdapat di kamar Salma.
Setelah melihat bunga itu, Miko langsung duduk di tempat tidur Salma.
" Apa Salma merespon semua pria yang mendekatinya? Apa mungkin dia punya selingkuhan?" Gumam Miko di dalam hati sambil memegang tangan Salma.
Perasaan Miko merasa sangat resah, namun dirinya mengabaikan perasaannya karena dirinya tak ingin bertanya pada pacarnya karena kondisinya sedang sakit.
Setelah itu Miko menyuruh Varun untuk mengawasi Salma sebentar karena dirinya mau keluar sebentar.
Miko pergi ke toko boneka dan toko bunga, dirinya ingin memberi Salma kejutan.
Sementara Varun duduk di meja makan Salma, dirinya mengabari keluarga Salma.
Semenjak Salma Sakit, Ayah dan Ibunya sama sekali tidak datang untuk menjenguknya walaupun sudah diberi kabar oleh Varun.
Ini sudah yang kedua kali Varun mengabari kepada keluarga Salma, namun kedua orang tua nya sama sekali tidak merespon.
" Apa mereka sudah tidak mengingat Salma lagi? Bagaimana mungkin mereka bisa mengabaikan anaknya? " Ucap Varun yang merasa heran dengan keluarga Salma.
Melihat itu Varun langsung menghampiri Salma dan menyeka keringat yang ada di kening Salma.
" Kasihan sekali kamu Nona, Disaat kamu sedang sakit begini, kedua orang tuamu tidak ada di sampingmu. " Ucap Varun sambil mengecek suhu tubuh Salma.
Badan Salma sangat panas karena dia mengalami demam tinggi, dengan cepat Varun langsung memanggil dokter pribadi keluarganya.
10 menit kemudian Dokter pun sampai dan langsung memeriksa keadaan Salma.
" Bagaimana dokter? " Tanya Varun pada Dokter Jessi
" Salma demam tinggi, ada baiknya kamu memanggil ibunya, karena dari tadi dia menyebut nama ibunya. " Ujar dokter Jessi
" Aku sudah mengabari keluarga tapi gak ada respon." Ucap Varun
" Gadis yang malang. Ini obat harus di konsumsi oleh Salma setelah dia makan.
Dokter Jessi menjelaskan semuanya, Setelah itu Varun mengantarkan dokter ke depan.
Miko yang datang melihat ada dokter yang baru saja keluar dari apartemen Salma, dengan cepat Miko langsung masuk.
" Kenapa ada dokter? Apa terjadi sesuatu pada Salma? " Tanya Miko
Varun menjelaskan semuanya kepada Miko, dengan cepat Miko langsung melihat kondisi pacarnya.
" Apa kau mempunyai nomor hp ibunya Salma? "
" Iya aku punya, ini silahkan kamu kabarin saja. "
Dengan cepat Miko langsung mengabari ibu nya Salma.
" Halo.. "
" Iya halo.. ini siapa? " Tanya Ibu salma dari telpon.
" Ini saya Miko kekasihnya Salma. Saya mau mengabarin tante, Salma sedang sakit dan sekarang terus menyebut nama tante. " Jelas Miko
" Ya sudah kamu urus saja dulu,saat ini saya sedang tidak berada di india. " Ujar Ibu Salma
" Salma sekarang sedang membutuhkan tante. " Ucap Miko.
" Kamu urus saja dulu Salma, sudah ya tante lagi sibuk. "
Tuut Tuut Tuut
panggilan telepon pun berakhir.
" Kenapa ibunya bersikap seperti ini? " Tanya Miko
" Aku juga heran melihat ibunya. " Jawab Varun
Varun pergi meninggalkan mereka berdua.
Sementara Miko menaruh boneka dan bunga itu disamping Salma.
" Sayang maaf ya aku harus pergi, entah kenapa aku begitu merasa kecewa saat melihat ada banyak bunga di kamar yang tadi. " Ucap Miko setelah itu dia mencium kening Salma.
Miko keluar kamar dan menyuruh Varun untuk menjaga Salma.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT...