
Tepat jam 16:00 Salma memutuskan untuk kembali ke apartemennya.
Saat di mobil dirinya dikabari oleh Citra bahwa Daeh sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Mendengar kabar itu, Salma langsung melajukan mobilnya.
Dirinya sempat mau mengabari pacarnya, namun dirinya tak menemukan hp nya.
" Sepertinya hp ku ketinggalan dikantor. " Ucap Salma.
Salma membawa mobil dengan cepat karena ingin melihat jenazah Daeh.
Sesampainya di rumah Daeh, Salma melihat sudah banyak orang yang berkumpul.
" Kak dimana Daeh? " Tanya Salma pada Derinna
Derinna yang sedang menangis terisak - isak pun menunjukan keberadaan Daeh yang berada di dalam.
Salma pun masuk dan melihat kondisi jenazah Daeh yang seluruh tubuhnya banyak bekas bakar.
" Apa ini benar Daeh? " Tanya Salma kepada orang - orang yang ada di dalam.
" Iya. " Jawab mereka
" Gak mungkin, ini bukan Daeh. " ucap Salma
" Ini Daeh, memang kondisinya ini sulit dikenalin namun liat ini, Jenazah Daeh ditemukan beserta tas yang selalu di pakai oleh Daeh. Ini adalah tas yang berisi tanda pengenal Daeh. " Ucap Salah satu orang yang ada dirumah daeh.
Salma melihat tas Daeh, dan air mata Salma pun menetes karena merasa sedih melihat nasib sahabatnya.
" Ini gak mungkin Daeh. " Ucap batin Salma
Lalu datanglah Alexsa, Citra, dan Rukshar.
" Salma ayo kita ke depan. " Ajak Citra
" Kenapa Daeh bisa berakhir dengan luka bekas bakar yang sangat banyak? " Tanya Salma pada ketiga sahabatnya itu
" Tadi ada yang bilang ini kemungkinan ada yang mencoba untuk membunuh Daeh, dan berusaha untuk menghilangkan jejak. " jawab Alexsa
" Bahkan di jenazah itu ada bekas tusukan sebanyak 10 kali. " Jelas Citra
Salma dan ketiga Sahabatnya itu merasa sangat sedih melihat nasib sahabat dekatnya.
Pemakaman Daeh akan dilakukan besok pagi jam 8.
Mereka berempat juga mencoba untuk membantu menenangkan kakak Daeh yang sedang menangis histeris.
" Kak Rukshar aku boleh pinjam hp buat ngabarin pacar aku? " Tanya Salma
Rukshar langsung memberikan hp nya pada Salma.
Salma pergi menjauh dari mereka semua dan menghubungin pacarnya.
Sementara yang lain masih menangis sedih karena Kematian Daeh yang sempat hilang selama 2 hari.
Salma kembali dan mengembalikan hp pada Rukshar.
15 menit kemudian Miko dan Arjuna datang ke rumah Daeh.
Miko langsung memeluk Salma yang saat itu sedang menangis.
Sementara Arjuna melihat kondisi jenazah Daeh.
" Kenapa mereka begitu yakin bahwa ini adalah mayat Daeh? Kan bisa saja ini orang lain. " Gumam batin Arjuna.
Setelah melihat kondisi jenazah Daeh, Arjuna kembali keluar untuk menemui Salma.
Karena hari sudah mau gelap, Arjuna dan Miko membawa Salma pulang.
Saat sampai di apartemen, Salma mandi dan setelah mandi dirinya langsung tidur karena sudah sangat lelah.
" Iya. " Jawab Miko singkat
" Kau tidur disini aja lagian kan besok kita bakal ngelayat ke rumah Daeh. " Ucap Miko
Arjuna pun tidur sekamar bersama Miko.
Keesokan harinya.
Arjuna, Miko, dan Salma pun sudah selesai bersiap - siap.
" Oiya Arjuna kamu kenapa kemarin kesini? " Tanya Salma
" Semalam itu aku ngatarin kue buatan ibu, itu udah aku masukan kulkas. " Jawab Arjuna
" Makasih ya udah ngantarin. "
Mereka pun berangkat bertiga menuju rumah Daeh.
sesampainya di rumah Daeh.
Ketiga sahabat Salma sudah berkumpul, Salma pun bergabung dengan para sahabatnya itu.
Pemakaman Daeh pun segera dilaksanakan, ada banyak terdengar suara tangisan termasuk tangisan histeris kakaknya Daeh.
Setelah selesai menguburkan Jasad Daeh, mereka pun kembali lagi ke rumah duka.
Semua orang yang datang menaruh bunga di poto Daeh untuk memberikan penghormatan terakhir.
Miko terus menemani pacarnya yang sedang merasa sedih.
" Aku mau pulang nih, aku duluan ya Miko Salma. " Ucap Arjuna
" Iya udah. " Kata Miko.
Arjun pun pergi dari rumah Daeh.
" Sayang ayo kita pulang. " Ajak Miko
" Ya udah ayo sayang. " Ucap Salma
Salma dan Miko pun berpamitan kepada seluruh keluarga Daeh, setelah itu baru mereka pulang.
" Udah lah sayang jangan sedih - sedih lagi. " Ucap Miko yang sedang fokus menyetir.
" Aku masih gak nyangka aja, kenapa Daeh bisa berakhir dengan keadaan yang cukup mengenaskan." Kata Salma
" Mungkin itu sudah takdirnya sayang. " Ucap Miko
Selama dalam perjalanan Miko terus menghibur kekasihnya agar bisa kembali tersenyum.
Karena terus - terusan di hibur oleh Miko, Salma kembali tersenyum.
Miko merasa senang karena dirinya berhasil membuat pacarnya tersenyum.
" Miko makasih ya, karena kamu telah bisa membuat aku senyum lagi. " Ucap batin Salma.
Hari demi hari pun dilewati oleh Salma dan ketiga sahabatnya itu tanpa kehadiran Daeh lagi.
Tekadang mereka semua rindu kepada Daeh. Saat mereka rindu, mereka selalu datang ke makam Daeh.
Hari - hari yang Salma lewatin pun jadi sedikit lebih berwarna karena ada Miko sang pacar yang selalu ada untuk dirinya.
Salma juga masih sering Jalan atau makan malam bersama pria yang menyukai dirinya.
Salma juga merahasiakan semua ini dari sang pacar.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT...