ARRAI

ARRAI
ARRAI 09



Arkan Menatap Tingkah Raina Curiga


"Gausah Menunduk" Perkataan Itu Membuat Raina Terpaksa Mengangkat Wajahnya.


Wajahnya Yg Putih Dan Matanya Yg Indah, Seakan Menghipnotis Seseorang, Ditambah Rambut Nya Yg Di Biarkan Tergerai,


Sekarang Kami Berdua Saling Bertatapan, Dihatinya Ia Merasa Takut, Takut Kalo Ia ketahuan Yg Memotret Nya Diam², Tapi Disisi Lain Ia Merasa Senang Karena Ditatap Sama Orang Yg Dia Cintai,


Tatapan Kamu Berhenti Saat Arkan Memandang Ke Arah Andrew, Ada Perasaan Kecewa, Tapi Sekaligus Lega, Karena Itu Akan Berdampak Pada Hati Yg Masih Berdetak Kencang,


"Ooh...Tapi Biasanya Lo Pulang Cepet Sehabis Piket, Kok Masih Disini" Tanya Arga Kembali


"Oh Ini Aku Juga Lagi Nelepon Supir Aku, Tapi Masih Belum Di Angkat...Tapi Gapapa Kok" Aku Sedikit Mundur Dari Mereka Bertiga Saat Mengatakan Itu.


"bal__"


"Yaudah Gimana Kalo Raina Pulang Bareng Sama Kita Bertiga, Mumpung Gw Sama Andrew Mau Nginep Di Rumahnya Arkan" Jelas Arga, Tanpa Rasa Berdosa Karena Telah Memotong Pembicaraan Nya


Arkan Menatap Tajam Ke Arah Arga, Tetapi Ia Malah Membalasnya Dengan Senyuman Menggoda, Arga Tahu Bahwa Arkan Memang Tidak Pernah Mau Jika Ada Orang Lain Menumpangi Mobil Milik Papanya, Selain Andrew Dan Dia Sendiri,


"Gausah Gapapa, Paling Sebentar Lagi Supir Ku Datang" Tolakku Secara Halus, namun Tetap Saja Aku Terus Di Desak Dengan Permintaan Arga.


Dengan Terpaksa Akhirnya Aku Pulang Bareng Mereka, Karena Hari Sudah Menunjukkan Pukul 07.00 Malam, Ia Tidak Sadar Kalo Sudah Malam,


"Gw Ga Tahu Bakal Jadi Begini, Tapi Apapun Itu Gw Lagi Seneng Banget, Mau Tau Apa, Gw Sama Arkan DUDUK BARENG!" Ucapnya Dalam Hati, Di Hatinya Serasa Berbunga Bunga


Ia Sangat Berterimakasih Pada Arga Yg Memaksa Raina Duduk Di Sebelah Arkan, Dengan Begitu Ia Bisa Menghabiskan Waktu Bersama Berdua Walau Cuman Hanya Diam


"Etdah...Kenapa Pada Diem Diem An, Santai Aja Kali" Canda Arga Yg Langsung Di Kasih Hadiah Tatapan Tajam Dari Andrew Dan Arkan Yg Membuatnya Langsung Diam di Tempat, Seperti Nya Ia Sudah Salah Bicara


Sesampainya Di Depan Gerbang Rumah Ku, Aku Turun Dari Mobil Dan Berterimakasih Kepada Sang pemilik Mobil Yg Terus Menatapnya Dingin.


"Santai Aja Rai, Kaya Sama Siapa Aja, Lain Kali Kalo Mau Bareng Gapapa" Andrew Memukul Pelan Kepala Nya Arga.


Arga Dan Andrew Pun Langsung Pamit Karena Ini Mobil Bukan Punya Nya Tapi Punya Arkan, Mereka Takut Kalo Si Pemilik Mobil Marah Karena Kelamaan


Mobil Mereka Melaju Di Jalan Dan Perlahan Menghilang Dari Pandangan Raina, Hatinya Senang Karena Pertama, Ia Dapat Foto Arkan Yg Selama Ini Ingin Ia Simpan, Tanpa Ia Ketahui, kedua, Ia Bisa Pulang Bersama Mereka Sekaligus Bisa Duduk Berdua Bersama Arkan,


Sedari Tadi Hatinya Terus Berbunga Bunga, Di Dalam Kamar Nya Ia Masih Mengingat Momen Berharga Itu, Sayang Sekali Ia Tidak Sempat Mengobrol Bersama Mereka Karena Kecanggungan Yg Mereka miliki.


Pipi Nya Terus Memerah, Hingga Lupa Dengan Dunia Nya Sendiri, Ia Membuka Handphone Nya Dan Memperhatikan Foto Arkan Yg Sangat Tampan,


"Kapan Aku Dapat Bisa Memiliki Mu"


Sebelum Ia Tidur Ia Sebisa Mungkin Untuk Menyempatkan Diri Untuk Belajar Untuk Menghadapi Olimpiade matematika tahunan


Keesokan Harinya Ia Sudah Siap Dengan Rumus² Matematika Yg Sudah Bersemayam Di Pikiran Nya,


Di Suatu Tempat bersama Guru Nya Menunggu Giliran Nya Karena Peserta tidak Hanya Dirinya, Ia Bersaing Dengan Berbagai siswa dari Sekolah Lain,


Raina Sempat Ragu, Karena Ia Melihat Banyak Yg Lolos Ke Ronde 2, Namun Ia Tetap Percaya diri, Saat Nama Nya Di Sebut, Ia Segera Naik Dengan Aura Bak Bidadari Dengan Rambut Yg Tergerai Bebas Di Terpa Angin sepoi sepoi.