ARRAI

ARRAI
ARRAI 04



"Baik Langsung Pada Intinya, Raina Teringat Kamu Siswa Berprestasi, Ibu Harap Kejadian Tadi Pagi Tidak Terulang Kembali, Karena Nanti Bisa Saja Murid Yg Lain Mengikuti Nya"


Ujar Nya Dengan Suara Tegas, Aku ngapain?


Tentu Saja Aku Hanya Terdiam Dan Menerima Semua Itu, Aku Menunduk Seperti Kucing Kesiram Air Panas,


"Baik Bu, Saya Mengerti, Saya Berjanji Tidak Akan Mengulangi Nya Lagi" Suaraku Yg Lumayan Pelan Tapi Bisa Ia Dengar.


Tatapan Bu Tia Yg Tadinya Serius Sekarang Berubah Menjadi Lebih Lembut,


"Baik Ibu Pegang Janji Mu, Sekalian Ibu Mengingatkan, Kamu Jangan Terlalu Lelah Karena 2 Hari Lagi Kamu Akan Mengikuti "Olimpiade matematika tahunan"


Ku Sedikit Menangkat Daguku Dan Menatap Nya Dengan Serius Serta Anggukan.


Aku Kembali Ke Kelas, Ketika Duduk Aletha Menghampiri Bangku Yg Berada Di Samping Ku, Aku Terheran Mengapa Ia Harus Pindah?


"Woi, Lo Tadi Katanya Di Panggil Bu Tia, Ada Gerangan Apa?" Tanya Nya Penasaran Sambil Memajukan Wajah Nya Lebih Dekat Ke Arah Ku.


"Soal Tadi, Sama Buat Gw Ikut Olimpiade matematika, udah Itu Doang" Ucap Ku Santai Dan Membolak Balikkan Buku Yg Masih Berada Di Atas Meja Ku.


Aletha Hanya Menjawab ohh Tapi Tersirat Raut Kecewa di Wajah Nya, Mungkin Ia Mengira Terjadi Sesuatu Yg Besar Selama Aku Berada Di Ruang Guru Tadi


Beberapa Menit Kemudian Terdengar Suara, Seketika Mereka Yg Sedang Melakukan Aktivitas Nya Masing Masing Terhenti, Mungkinkah akan Ada Pengumuman?


Dan Benar Saja Itu Pengumuman Bahwa Guru Guru Sedang Rapat Dan Hari Ini Kita Akan Pulang Cepat, Sebagian Anak Gembira Dan Sebagian Lagi Merasa Kecewa, Berbeda Dengan Aletha Dan Raina, Mereka Malah Biasa saja Dan Mulai Merapikan Buku² Yg Mereka Keluarkan Tadi


Kringggg


Raina Menunggu Di Depan Gerbang Sekolah Tempat Supir Nya Yg Akan Menjemput Nya, Ayah Dan Ibu Nya Sibuk Dengan Pekerjaan Nya Masing²


Raina Adalah Anak Satu² Nya Ia Tidak Memiliki Seorang Adik Ataupun Kakak, Tetapi Ia Memiliki Saudara Perempuan Yg Tinggal Di Luar Negeri, Terkadang Ia Merasa Bosan Dan Tidak Memiliki Teman,


Namun Terkadang Ia Membuang Rasa Bosan Itu Dengan Membaca Buku Atau Melakukan Aktivitas Yg Lebih Berguna, Kadang Juga Aletha Menghampiri Rumah Nya.


Tinnnn


Raina Tersadar Dari Lamunan Nya Dan Terlihat Ada Mobil Berwarna Hitam Sedang Berada Di Samping Nya, Ia Sedikit Melihat Kebelakang Untuk Melihat Plat Mobil Nya Apakah Itu Benar² Mobil Milik Ayah Nya, Atau Bukan?.


"Non, Ini Saya" Ujar Mas Bobi Supir Pribadi Ku Yg Selalu Mengantar Atau Menjemput Ku, Mas Bobi Selalu Di Percayakan Oleh Ayah Ku Untuk Bisa Mengantar Ku Kemana Saja Dengan Aman Dan Selamat,


Aku Menganggap Bobi Seperti Saudara Ku Sendiri,


Tanpa Basa Basi Aku Langsung Naik Dan Duduk


"Sudah Non, Bisa Kita Berangkat" Ucapnya Dengan Lembut Dan Senyuman Nya, Akupun Mengangguk Dan Membalas Senyuman Nya


Di Depan Gerbang Rumah Ku Bibi Membuka Gerbang Dan Membiarkan Mobil Kami Memasuki Garasi, Aku Segera Turun Dan Merangkul Tas Ku, Ku Lepaskan Satu Persatu Tali Sepatuku Dan Meletakkan Nya Di Rak Sepatu.


ku Menginjakan Anak Tangga Satu Persatu Untuk Bisa Menuju Kamar Ku Yg Berada Di Lantai 3, Rasa Penat Mulai menghampiri ku,


ku Membaringkan Tubuhku di Kasur Dan Memeluk Guling Kesayangan Ku,