ARRAI

ARRAI
ARRAI 11



Aku Turun Dari Sana Dan Terlihat Wajah Khawatir, Aletha Menghampiri Ku Dan Melihat Ada Yg Tidak Beres Dari Wajah Ku


"Lo Kenapa Rai, Kok Kaya Khawatir Gitu" tanya Nya Prihatin


"Ah...Gapapa Aku Agak Ragu Di No 9,13 Sama 18"


"Yaelah, Santai Aja, Lo Pasti Lolos Ke Ronde Terakhir, Lo Juga Biasanya Menang, Gaperlu Khawatir Amat Lah" Tenang Nya


Mendengar Itu Aku Berusaha Percaya Diri Bahwa Semua Akan Baik Baik Saja.


Namun, percaya Diri Ku Hilang Saat Banyak Peserta Yg Gagal Dalam Ronde 2 Ini, Apakah Dirinya Akan Mampu?, Apakah Ia Bisa Membanggakan Sekolah Nya Kembali?, Apakah Ia Bisa Mendapatkan Nilai Sempurna Dalam Olimpiade matematika tahunan Ini?


Berbagai Pertanyaan Keluar Dalam Pikiran Raina Yg Membuatnya Semakin Ragu, Keringat Bercucuran Panik Saat Nama Nya Belum Juga Disebut.


"Dan Yg Terakhir adalah...."Panitia Menggantung Nama Terakhir


Aku Memejamkan Mata, Apakah Ini awal Kegagalan Nya?


"Raina Laura Nathania, Selamat Untuk Kelima Peserta Yg Berhasil Masuk Ronde Terakhir"


Aku Bernafas Lega, Akhirnya,


"Tuh kan Udah Gw Bilang Apa" Aletha Mengedipkan Matanya Lalu Memberikan Senyuman Nya


Pada Ronde Ini Kita Hanya Diberi Waktu Selama 10 Menit Untuk Istirahat, Sangat Sedikit.


"Percaya Diri Ya Rai, Lo Pasti Bisa, Gw Yakin Bestie Gw Bisa Memenangkan Juara Ini"


Istirahat Telah Berakhir Sebelum Naik Aku Menarik Nafas Dan Menghembuskan Nya, Lo bisa Rai Aku Mengembalikan Rasa Percaya Diriku


Ronde Terakhir Ini Berbeda Dengan Ronde Ronde Sebelum Nya, disaat Ronde pertama Dan Kedua Diberikan Waktu Selama 1 Jam Kali Ini Ronde Ketiga Diberikan Waktu 10 Menit Untuk Istirahat,


aku Menatap Kertas Itu


"Lo Bisa Raina, Jangan Termakan Sama Hal Hal Yg Membuat Lo Khawatir, Lo Harus Bisa Banggain Orang Orang Yg Udah Percaya Lo Akan Membawa Piala Tahunan Yg Biasa Lo bawa Dengan Bangga, Lo Bisa Rai" Ucapku Dalam Hati Sambil Memejamkan Mata Dan Kembali Membuka Matanya Dengan Tekad Yg Sudah Berkobar Kobar


Ku Mengerjakan Soal Itu Dengan Cepat, Cermat Dan Penuh Tekad. Saat Sudah Mendekati Dengan Soal Terakhir Tiba Tiba


"Waktu Tinggal 10 Menit Lagi, harap Semuanya Mengerjakan Nya Dengan Tidak Terburu²"


Aku Terkejut Dan Melirik Ke Jam Tangan Ku, Dan Benar Saja Waktu Tinggal 10 Menit Lagi, Aku Berusaha Tenang Dan Tidak Panik, Aku Menarik Nafas Lalu Hembuskan, Masih Ada 5 Soal Yg Tersisa,


Dan....Ya Waktu Sudah Habis, Dengan Lega Aku Menyerahkan Jawaban Ku Yg Sudah Yakin Bahwa Aku Bisa Lolos Dan Memenangkan Olimpiade Matematika Tahunan Ini.


Panitia Menyuruh Orang Orang Yg Lolos Ke Babak 3 Berkumpul Untuk Mengumumkan Siapa Juaranya,


"Juaranya Nya Adalah Elvino Leonard Anggara Silahkan Maju"


Seperti Sebuah Kaca Yg Pecah, Aku Terdiam Mendengar Nama Itu, Senyum Yg Tadinya Terlihat Manis Di Wajahku Berubah Menjadi Masam, Aku Terdiam Sejenak,


Ibu Guru Yg Berada Di Samping Ku Menepuk Bahu Ku Dengan Lembut, Dan Berkata


"Tidak Apa, Kau Sudah Berusaha Dengan Keras, Jangan Terlalu Memaksakan Dirimu Raina" Walaupun Itu Beserta Senyuman Nya Yg Seperti Seorang Ibu Untuk Anaknya, Tapi...Aku Bisa Melihat Kekecewaan Nya Yg Ia Sembunyikan Dalam Dalam,


Aku Menatap Bawah, Aku Gagal?, Pertama Kali Aku Gagal Menjadi Juara Satu?


"Baiklah Dan Juara No Dua Adalah Raina Laura Nathania, Silahkan Maju"


Aku Terkejut Ketika Juri Mengumumkan Juara Keduanya, Aletha Yg Berada Di Samping Ku Dengan Heboh Mendorong Tubuh Ku agar Maju, Aku Masih Terdiam


Ada Perasaan Senang Dan Kecewa Yg Berada Jauh Di Lubuk Hati Ku Yg Paling Dalam.