
Dengan Cepat Dan Rapi Raina Membersihkan Sekolah Nya, Ia Sudah Terbiasa karena Dirumah Ia Melakukan Hal Yg Sama.
Sementara Itu Di Lapangan, Arkan, Arga Dan Andrew Sedang Berlatih Untuk Turnamen Basket Nya
"Arkan, Gimana" Tanya Arga Yg Setelah Itu Mengambil Handuk Sehabis Berlatih
"Gimana Apa Nya?" Tanya Nya Kembali Yg Membuat Ia Berhenti Bermain Bola Basket Itu
"Ya Tuh Cewe, Yg Waktu Itu Jadi Bahan Taruhan Lo, Siapa Nama Nya, Ah...Iya Eleane"
"Udah Putus" Ucapnya Yg Lanjut Bermain
"Kenapa, Kok Bisa" Tanya Arga Yg Semakin Penasaran, Ia Mengambil Air Mineral Dan Meneguk Nya Sambil Terus Menunggu Jawaban Dari Arkan
"Perjanjiannya Tertulis Cuman 2 Hari" Ucapnya Santai Setelah Melempar Bola Nya Masuk Kedalam Ring.
Arga Menunjukkan Rasa Kecewa Nya Dari Mimik Wajahnya.
Ketika Selesai Membersihkan Kelas, Raina Mengambil Tas Nya Dan Kelas, Saat Ingin Hendak Keluar Gerbang Sekolah. Raina Sempat Mendengar Suara Berisik Dari Lapangan,
Dengan Rasa Penasaran, Ia Pun Mencari Asal Suara Dengan Mengendap², Di Lihat Nya Bahwa Ketiga Orang Itu Masih Berada Di Lapangan.
Pipi Raina Merona Tersipu Saat Melihat Arkan Bergerak Dengan Gesit Dan Memasukkan Bola Ke Ring dengan Keringat Yg Membasahi Wajahnya, Yg Makin Membuat Dirinya Makin Tampan.
Secara Diam Diam Raina Memotret Nya Dari Jauh, Namun...Sialnya Flash Light Nya Aktif Yang Membuat Ketiga Orang Itu Menoleh Ke Arahnya, Dengan Cepat Raina Bersembunyi Di Belakang Tembok
"Bodoh Bgt Kamu Rai" Ucapnya Yg, Ia Masih Memegang Handphone Nya Yg Sedang Membuka Aplikasi Kamera.
"Siapa Itu" Arkan Berdiri Dan Berjalan Menuju Tempat Raina, Jantung Raina Berdetak Kencang Mendapatkan Bahwa Arkan Sedang Berjalan Ke Arah Tempat Bersembunyi Nya.
Raina Berjalan Perlahan Pergi Agar Tidak Di Ketahui Arkan, Saat Arkan Melihat Ia Tidak Menemukan Siapapun,
Di Sisi Lain Raina Tetap Berlari Pelan Sambil Terus Menoleh Ke Belakang Takut Arkan Mengejar Nya, Dan Rupanya Tidak Ada Siapapun, Hati Raina Lega Dan Ia Memutuskan Pulang Sekarang Juga,
Ia Segera Menelepon Pak Bobi Tetapi Tidak Ada Jawaban, Di Handphone Milik Raina Hanya Bertulisan memanggil..
Raina Mendengus Kesal, Karena Memang Hari Sudah Menjelang Sore, Suasana Disekolah Memang Sedikit Menyeramkan,
Raina Terus Menerus Menelepon Pak Bobi Tetapi Tidak Ada Jawaban, Beberapa Menit Ia Di Kejutan Dengan Ketiga Orang Yg Berada Di Depan Raina Dengan Jarak Yg Lumayan Jauh,
Ia Menunduk Agar Ketiga Orang Itu Tidak Dapat Melihat Siapa Dirinya,
"Tadi Gw Berusaha Buat Ga Ketemu Dia, Malah Ketemu" Ucap Raina Dalam Hati, Ia Tidak Tahu Harus Bagaimana Lagi, Supir Pribadi Nya Tak Kunjung Mengangkat Telepon Miliknya, Apa Dia Jalan Kaki Saja?.
Tapi Rumahnya Dari Sekolah Lumayan Cukup Jauh, maka Dari itu ia selalu di antar.
"Eh Gw Baru Sadar Ada Orang Disitu" Salah Satu Ketiga Orang Itu Menunjuk Ke Arah Raina, Siapa Lagi Kalo Bukan Arga,
Andrew Dan Arkan Melihat Apa Yg Di Tunjuk Arga, Dan Rupanya Benar, Masih Ada Siswa Yg Belum Pulang Jam Segini.
Andrew Memicingkan Matanya Seolah Menatap Lebih Dalam Ke Arah Raina, Jantung Raina Makin Tak Karuan Saat Andrew Berjalan Menghampirinya, Mengapa Ia Menghampiri Ku, Apa Dia Mengenali Ku?
"Ini Kau Kah Raina?" Ucapnya Dingin, Raina Terlonjak Kaget Melihat Andrew Sudah Berada Di Depan Nya,
"Oh Kamu Rai, Kenapa Belum Pulang" Tanya Arga
Ketiga Sejoli Itu Akhirnya Menghampirinya, Hati Raina Sudah Berdebar Debar Melihat Arkan Di Depan Nya, Tubuh Nya Yg Tinggi, Dan Matanya Yg Tajam Membuat Jantung Raina Seakan Ingin Melompat Keluar,
"E-e...a-anu...i-tu T-tadi Aku Kebagian Piket Kelas"Gagapku, Aku Masih Tidak Berani menatap Keatas Dan Masih Dalam Keadaan Menunduk.