ARRAI

ARRAI
ARRAI 02



"i don't need it, do you understand" Ucapnya Dingin Sambil Sekilas Menatap Ku


"Gw Ga Bakal Berhenti Sampai Lo Mau Nerima Nih Minuman" Aku Menyodorkan Tangan Ku Kedepannya Agar Ia Bisa Mengambil Air Itu.


Namun Ia Malah Melewati Ku Begitu Saja, Dan Meletakkan Bola Basket Lalu Bersiap Meninggalkan Lapangan.


Ketika Ingin Mengejar Arkan Dan Ketiga Teman Nya, Tiba Tiba Seseorang Menahan Tangan Ku, Seketika Aku Menoleh


Kebelakang, Kulihat Aletha Menahan Tangan Ku Dengan Erat


"Kenapa" Tanyaku


"Jangan" Ucapnya Dan Lalu Menatapku


"Ada Apa, Kenapa Memangnya"


Ia Melepaskan Tangan Nya Yang Tadi Menahan Tangan Ku, Tanpa Sepatah Katapun ia Pergi Meninggalkan Raina Yang Berdiam Diri Dengan Semua Kebingungan Yang Berada Dikepalanya. Beberapa Menit Aku Terdiam Dan Lanjut Mengejar Aletha Yang Sudah Hampir Beberapa Langkah Menuju Kelasnya


Mereka Berjalan Di Lorong Kelas Yang Sepi, Semua Murid Sudah Berada Di Kelas Nya Masing², Dengan Guru Yang Sudah Berada Di kelas Nya Dan Mulai Menjelaskan Materi, Kami Berjalan Dalam Diam Dan Tidak Mengeluarkan Sepatah Katapun. Hanya Terdengar Suara Langkah Mereka Yang Terdengar Di Sepanjang Lorong. Ketika Sampai Di Depan Pintu Kelas Nya, Kami Terdiam Sejenak.


Aletha Menyentuh Gagang Pintu Dan Membuka Pintu Kelas Tersebut, Semua anak Yang Tadinya Sedang Memperhatikan Guru Yang Sedang mengajar Seketika Mereka Semua Menoleh Kita Berdua Yang Berada Di Ambang Batas Pintu Kelas


"Bagus, Bagus Sekali, Kenapa Kalian Baru Masuk!!, Kalian Darimana Saja, Apa Tadi Kalian Mendengar Bel Masuk, Atau Kalian Sengaja Biar Ga Mengikuti Pelajaran"


Omelnya Yang Panjang Kali Lebar, Aku Hanya Bisa Menunduk Begitupun dengan Aletha, Aku Menoleh Kesamping Ada Perasaan Bersalah.


"Tidak Apa" Ucapnya Lalu Memberikan Kedipan Dari Matanya Yang Lentik


Akhirnya Kami Berdua Dihukum Untuk Meninggalkan Kelas Sampai kelas Selesai, Aletha Masih Menggenggam Tangan Ku, Menatapku Sekilas Lalu Membawaku Keluar Kelas, Untuk Menghilangkan Rasa Bosan Kami.


Kami Berdua Memutuskan Untuk Ketaman Sekolah, Taman Yang Dipenuhi Berbagai Tanaman Dan Pohon² Yang Menjulang Tinggi Keatas, Begitu Indah, Bersih Dan Asri Membuat Kami Nyaman.


Kami Berjalan Dan Melihat Sebuah Pohon Rindang Lalu Duduk Di Atas Batu Yang Lumayan Besar Dekat Dibawah Pohon Tersebut, Agar Rok Nya Tidak Kotor


Diantara Kami Belum Ada Yang Membuka Topik Pembicaraan, Angin Bertiup Dan Daun Berjatuhan Dari Atas Pohon.


"Maaf" Ucapku Lirih Dan Tidak Berani Menatapnya Aletha Tidak Menanggapinya Melainkan Ia Hanya Menatap Kedepan


"Maaf, Karena Gara² Aku Kamu Jadi Kena Ikutan Dihukum, Padahal Kamu Ga___


"Tidak Apa, Aku Malah Senang Jadi Bisa Bareng Kamu Sampai Bel Istirahat Kedua Berbunyi"


Walaupun Ia Selalu Dihukum, Raina Dan Aletha Termasuk Siswa Berprestasi Di Kelas Nya, Mereka Pernah Juara 1 Umum, Juara 1 Olimpiade Matematika, Juara Dalam Cerdas Cermat Dan Memenangkan Banyak Medali Dan Menjadi Anak Kesayangan Di Sebagian Guru Di Sekolahnya,


Jadi Tidak Heran Bila Mereka Dihukum Keluar Kelas Nya Dan Tidak Mengikuti Kelas Nya, Karena mereka Akan Selalu Dapat Memahami Materi Yang Ketinggalan Dengan Mudah,


Sesekali Raina Melihat Jam Yang Berada di Tangan Nya Kirinya, Agar Ia Bisa Mengetahui Berapa Jam Lagi Bel Istirahat Kedua Berbunyi.


Mereka Sudah Mati Dalam Kebosanan, Mereka Tidak Tahu Apa Yang Harus Mereka Lakukan, Hingga Ada Satu Pertanyaan Yang Muncul Di Pikiran Raina Yang Belum Terpikirkan Apa Jawaban Nya.