ARRAI

ARRAI
ARRAI 07



"ayang...nanti kamu temenin aku jalan jalan ke mall ya" manjanya


"Malam Ini Aku Ga Bisa Sayang...Aku Harus Latihan Basket"


"Kamu Ini!, Sibuk Terus, Luangin Waktunya Buat Aku Napa Sedikit" Kesal Nya


Arkan Hanya Bisa Menghela Nafas Melihat Tingkah Eleane yg Kekanak Kanakan.


"Kan Bisa Besok Aja Latihan Nya Ayangg..." Manjanya Kembali.


"Ga Bisa Sayang...turnamen Basket Tinggal 3 Hari Lagi, Aku ga Bisa Cuman Berdiam diri Sedangkan Temen² Aku Pada Latihan" Jelas Arkan Kembali


"ihh.... pokoknya malam ini kamu harus bisa temenin aku ke mall" paksanya kembali


"kamu sedikit bisa ngertiin aku kek!, Kamu Tahu Kan Aku Ini Ketua Nya, Masa Aku Ga Latihan, Kamaren Aku Udah Temenin Kamu Belanja Kesana Kemari Belum Cukup Hah!" Bentak Nya Yg Seketika Eleane Berkaca Kaca Lalu Menangis Tersedu-sedu


Karena Tidak Tega Aletha Menghabiskan Makanan Nya Lalu Menghampiri Dua Sejoli Itu, Eleane Sudah Menangis Terisak Isak


"aku Udah Mencoba Menjadi pacar yg terbaik buat kamu ternyata semua usaha ku sia sia, mendingan kita putus aja" Tegas Nya, Eleane Pun Membelalakkan Matanya Dan Memohon Untuk Tidak Memutusi Nya


Namun Perkataan Arkan Selalu Satu Dan Tidak Pernah Berubah Jika Ia Sudah Mengatakan Itu,


"Heh!, Lo Bisa Ga Sih Jadi Cowo Jangan Kasar Sama Cewe, Cowok Apaan Lo Begitu!, Aletha Menghampiri Nya Dan Mendorong Sedikit Dan Membantu Bangun Eleane Yg Sedari Tadi Memohon Agar Arkan Tidak Memputusinya.


Arkan Menatap Aletha Dari Atas Hingga Kebawah,


"Tidak Usah Ikut Campur, Kau Teman Nya Raina Bukan" Tanya Nya Dengan Nada Dingin


"Kalo Iya Kenapa, Masalah Buat Lo"


Arkan Tidak Ingin Terlibat Dalam Permasalahan Yg Serius, Pun Meninggalkan Mereka, Tetapi Tangan Nya Di Tahan Oleh Eleane.


"Arkan, Plis, Maafin Aku, Kasih Aku Kesempatan Kedua" Ia Memohon Sambil Memegang Tangan Kekar Arkan.


"Our agreement is only 2 days" Ia Menepis Tangan Eleane, Dan Wanita Tersebut Terdiam Sambil Terus Terisak Isak.


Aletha Pun Paham Dan Akhirnya Ia Sedikit Membantu Agar Ia Tidak Terus Terusan Menangis


Bel Berbunyi Artinya Jam Istirahat Telah Selesai, Sepanjang Waktu Tadi, Raina Hanya Focus Pada Buku Nya Saja, Ia Tidak Mementingkan Lapar Nya


"Oh Ya, Tadi Bibi Bawain Bekal, Nanti Aku Makan Di Jam Istirahat Kedua Aja Deh" Ucapku Dalam Hati.


Aletha Pun Datang Lalu Duduk Dengan Raut Yg Masih Emosi Sejak Kejadian Tadi. Raina Hanya Kebingungan Melihat Sahabat Nya Itu,


"Lo Kenapa?" Tanyaku


"Gapapa" Kemudian Ia Menelungkup Kan Kepala Nya, Raina Semakin Bingung Dengan Sikap Nya.


Guru Masuk Dan Menjelaskan Materi, Tanpa Sadar Bel Istirahat kedua Berbunyi,


"Aleth...." Raina Melihat Bahwa Aletha Sedang Ngobrol Dengan Teman Sekelas nya


Yg Pada Akhirnya Raina Pun pergi Ke Kantin Sendiri, sambil Membawa Bekal Nya Tadi Dari Rumah Yg Di Siapkan Oleh Bibi kesayangan Nya


Ketika Ingin Berjalan Ke Luar...


Brakkk


Raina Menabrak Seseorang, Sambil Menahan Sakit Di Kepala Nya, Ia Pun mendongak Melihat Siapa Orang Itu, Dan Ternyata Dia Arkan


"m-maaf..." ia Mengambil Bekal Nya Yg Tadi Terjatuh Lalu Berdiri Dan Pergi, Ia Sangat Malu Sampai Salah Tingkah, Di Luar Ia Makan Bekal Nya Sendiri,


bel Pulang Berbunyi, Raina Tetap Di Sekolah Karena Hari Ini Ia Harus Piket Kelas, Pada Saat Itu Sekolah Sudah Lumayan Sepi Tinggal Aletha Dan Raina, Mungkin?


"Lo Gapapa Sendiri?" Tanya Aletha Yg Sudah Bersiap Untuk Pulang Bersama Tas Nya


"Iya Gapapa" Aku Sudah Memegang Sebuah Kemoceng Dan Tas Ku Yg Ku Biarkan Di Atas Meja


"Baiklah, Sampai Jumpa Besok Hari, Kalo Ada Apa² Cerita Ya" Perlahan Bayangan Tubuh Aletha Menghilang.