
Udara Yang Cerah Dan Cahaya Matahari Yang Mulai Memasuki Celah² Jendela, Burung² Yang Terbang Kesana Kemari. Seolah Menyambut Pagi Ini, Aku Memandang Keluar Jendela Dengan Perasaan Nyaman Dan Damai.
Angin Yang Bertiupan Menerbangkan Sedikit Rambutku Yang Setengah Ku Ikat. Aku Memejamkan Mata Dan Mendengar Kicauan Merdu Burung Yg Sedang Hinggap Disalah Satu Dahan Pohon. Pikiran Ku Melayang Di Alam Bawah Sadar Dan Tidak Lagi Focus Dengan Guru Yg Sedang Menerangkan Materi
plakkk
Aw! Sebuah Penghapus Papan Tulis Melayang Dan Mengenai Wajahku, Ku Memegang Pipiku Yg Merah. Aku Terkejut Melihat Guru Tersebut Menatap Diriku Dengan Raut Wajah Memerah, Menunjukkan Bahwa Ia Sedang Marah.
Kini Semua Mata Menatap Kearahku Dan Menjadikanku Sebagai Pusat Perhatian
"Bagus, Tidur Aja Terus, Kamu Pikir Ibu Lagi Ngedongeng!"
"Ta...tapi Bu, Tadi Saya Enggak Lagi Tidur" Ucapku Memelas Sambil Memegang Pipiku Yg Berkendut Kesakitan
"Alasan!, Menjawab Terus Kamu Ya!"
aku Terdiam Ditempat Dan Mendengar Semua Celotehnya,
"Jangan Salahkan Ibu Jika Kalian Mendapat Nilai Jelek Saat Ulangan Harian" Ucap Guru Tersebut Kepada Semua Anak Murid itu, Walau Matanya Menatap Kearahku, Seolah Ia Sedang Menyindirku Secara Halus.
Aku Memutar Bola Mata Dengan Malas Ketika Mereka Mulai Menahan Tawanya Di Balik Masker Yang Menutupi Wajah² Nya. Hingga....
Bel Sekolah Berbunyi Tanda Bel Istirahat Berbunyi, Banyak Murid Yang Berhamburan Keluar Kelas Dan Pergi Ke Kantin.
Namun Ketika Aku Ingin Bersiap Meninggalkan Kelas, Tiba²...
"Ini Peringatan Pertama Ya" Ucapnya Yang Sambil Membereskan Buku² nya, Aku Menyadari bahwa Perkataan nya Tadi Itu Untuk Dirinya, Aku Mengangguk Dan Pergi.
"Cieee Tadi Dimarahin Sama Bu Tia, Hahaha" Aku Menoleh Kesamping Dan Melihat Seorang Gadis Berambut Pirang Panjang, Yang Sedang Menertawaiku,
Aletha Jesslyn Alexsandra, Teman Ku Satu Satunya Walaupun Terkadang Ia Sangat Menyebalkan
"Kaya Lo Ga Pernah Aja" Jawab Ku Ketus
"Iya Deh, Tapi Btw Kok Bisa Lo Tidur Di Kelas?" Tanya Nya
"Udahlah Ga usah Dibahas, Males Bgt"
Aku Dan Aletha Menuruni Anak Tangga Untuk Pergi Ke Kantin Yang Super Duper Ramai Kaya Pasar,
"Lo Ngapain?"
"Masa Lo Ga Tahu Sih"
"Yaelah...Lo Kalo Nyari Arkan, Paling Dia Lagi Latihan Basket Di Lapangan Bareng Arga Sama Andrew" Ucapnya Lalu Mengambil Garpu Dan Sendok
"Yaudah Kesana Yuk"
plakkk
"aduhh.. Lo Ngapain Sih Ampe Harus Geplak Pala Gw, Sakit Tau!" Protes Ku
"Biar Lo Sadar!, Dah Cepetan Dimakan Makanan Nya Keburu Dingin, Nanti Ga Enak"
Selepas makan kami menuju kelapangan
tempat anak basket sedang latihan, Sesampai Disana Aku Dan Aletha Duduk Dan Menonton mereka sedang latihan
"eh, ada Raina tuh" Ucap Arga Yang Menyenggol Tangannya Ke Andrew
"Trus?"
"Arkan!" Teriakku yang Membuat Orang Yang Kupanggil Berhenti Memainkan Bola Basket itu.
Aku Berdiri Dan Menghampirinya Dengan Air Putih Yang Sedangku Pegang.
"Apa" Dingin Nya
"Nih Buat Kamu" Aku Mengangkat Botol Itu Agar Ia Bisa Liat
"Cieee, Arkan, Udah Terima, Ambil" Goda Arga
"Gabutuh" Ia Meninggalkan Ku Dan Lanjut Bermain Basket, Di Lapangan Cuman Berlima, Arkan, Arga, Andrew, Raina And Aletha, Anak Basket Lain Sedang Izin Untuk Sementara Tidak Ikut Latihan.
"Buat Aku Aja Rai, Mumpung Lagi Haus"
"Bukan Buat Lo" Ketusku Dan Mencoba Kembali Menghampiri Arkan Yang Keasikan Mendribell Bola Basket Ketanah.