ARRAI

ARRAI
ARRAI 05



Tanpa Sadar Aku Terlelap Tidur Dan Memasuki Alam Dunia Mimpi, Di Malam Hari Bibi Membuka Kamar Ku Untuk Mengingatkan ku Waktunya Makan Malam.


Aku Terbangun Dengan Sedikit Sempoyongan, Dan Duduk Di Meja Makan, Ku Cium Aroma Masakan, Ku Membukakan Mata Ku Dan Melihat Makanan Favorit Ku Tersiapkan Di Meja Makan.


Terlihat Di Meja Terdapat Nasi Goreng Buatan Bibi Yg Tidak Kalah Enak Nya Dari Penjual Penjual Diluar Sana.


ku Memakan Dengan Lahap Hingga Tidak Ada Yg Tersisa, Aku Pun Kembali Ke Kamar Dan Berganti Baju Menjadi Baju Tidur


aku Baru Menyadari Bahwa Pakaian Ku Belum Terganti Dan Masih Mengenakan Seragam Sekolah,


Keesokan Harinya, Aku Sudah Siap Seperti Biasanya, Ku Pergi Kedapur Untuk Melihat Apakah Ada Bekal Untuk Ku?.


Ternyata Hanya Ada Sebuah Note Yg Tertempel Di Kulkas


..."raina ini mommy maaf tadi pagi mommy ga sempet buatin atau siapin buat bekal mu di sekolah, kamu bisa minta sama bibi buat masakin nasi goreng kesukaan mu buat jadi bekal, nanti kalo Raina laper beli aja di luar mommy udah siapin uang jajan buat Raina pake selama di Sekolah. Semangat belajar ya cintaku, love you"...


...dari: mommy...


...from: raina...


Aku tersenyum lalu pergi ke depan untuk mengenakan sepatu ku


"Non, Ini Tadi Saya Sudah Siapkan Bekal Untuk Makan Siang Non" Bibi Datang Dengan Kotak Bekal Nya, Aku Tersenyum Dan Mengucapkan Terimakasih


Mas Bobi Sudah Datang Bersama Mobil Nya, Aku Segera Masuk Agar Tidak Telat, Raina Selalu Datang tepat Waktu, Saat Ini Kelas Masih Sepi, Beberapa Menit Kemudian Aletha Datang Lalu Duduk Di Samping Bangku,


"Tumben Lo Datang Pagi" Ucapku


"Ye...Datang Pagi Salah Datang Telat Juga Salah, Mau Lo Ape Sih" Protesnya.


Aku Pun Keluar Kelas Dan Pergi Ke Suatu Tempat Bersama Aletha Yg Masih Kebingungan Kemana Ia Dibawa?


Ketika Ingin Mengintip Sekali Lagi, Rupanya Seseorang Memegang Bahunya, Raina Kira Itu Adalah Aletha Tapi Setelah Ia Membalikkan Badan Nya Rupanya Yg Memegang Pundak Nya Adalah Seorang Lelaki


"Nyari Arkan" Ucapnya Dengan Nada Dingin


"Oh Gw Kirain Siapa, Ternyata Lo Andrew, Tumben Lo Datang Pagi, Mana Lagi tuh 2 Curut Itu" Cerocohnya


Plakkk


"Kok Gw Malah Di Geplak" Ia Memegang Kepala Nya Yg Di Pukul Raina Tidak Terlalu Kencang, tapi Lumayan Sakit


"Diem" Ucapku Seketika Membuat Aletha Terdiam


Akupun Beralih Kembali Ke Andrew Dan Menjawab Nya "Iya Gw Lagi Nyari Arkan, Btw Dia Dimana, Udh Dateng?"


ia Tidak Menjawab Melainkan Hanya Menggeleng Kan Kepala Nya, Artinya Mungkin Arkan Belum Datang, Aku Pun Mengerti Dan Mengucapkan Terimakasih Lalu Kembali Ke Kelas.


Andrew Memang Jarang Bicara, Paling Hanya Sepatah Dua Kata, Setelah Itu Tidak Lagi, Diantara Kedua Teman Nya Andrew Lah Yg Paling Pendiam. Ia Tidak Memiliki Banyak Teman Bukan Karena Ia Tidak Pintar Melainkan Karena Sifat Nya Yg Dingin.


Jam 06.30 Teman² Sekelas Ku Sudah Mulai Berdatangan, Guru² Pun Mulai Memasuki Kelas Nya Masing²,


"Baik Cukup Sekian Materi Untuk Hari Ini, Yg Ingin Bertanya Bisa Bertanya" Ucapnya Yg Membuat Kelas Yg Tadinya Setengah Berisik Seketika Terdiam.


"Baiklah Jika Tidak Ada Yg Ingin Bertanya, Biar Ibu Yg Bertanya, Siapa Ya?"


Kening Para Murid Berkeringat, Ada Yg Sampai Berdoa Agar Tidak Di Tunjuk, Dan Ada Juga Yg Pura Pura Nulis.


"Baik Silahkan Maju Yg Nama Nya Disebut


Adam Ashraf Zuhair, Adam Mana Nih Adam?" Ucap Guru Tersebut Sambil Melihat Absen Kelas.