
"Aletha, Emm...Kenapa Tadi Kamu Menahan Ku Pas Ingin Mengejar Arkan?" Tanya Nya Dengan Ragu²
Ia Belum Sempat Menjawab Dan Hingga Beberapa Saat Kemudian Ia Menjawab
"Menurut mu, Apa Aku Akan Membiarkan Kamu Di Perlakukan Seperti Tadi"
Aku Sempat Terdiam Dan Tidak Bisa Berkata Kata Ucapan Aletha Ada Benarnya, Raina Selalu Ditolak Berkali Kali Sama Orang Yang Raina Sukai, Namun Bagi Raina Sebelum Jalur Kuning Melengkung Ia Masih Ada Kesempatan.
Ia Tidak Pernah Pantang Menyerah Karena Baginya Kata Menyerah tidak Berada Di Dalam Kamusnya. Ia Menerima Semua Perkataan Atau Respon Arkan, Karena Itu Sudah Resiko Bagi Raina Ketika Ia Mulai Menyukai Arkan Seorang Pria Yang Super Dingin Dan Jarang Bersosialisasi Dan Lebih Sering Bermain Dengan Kedua Teman Nya,
Yaitu Arga Dan Andrew.
Bel Berbunyi Aku Dan Aletha Berdiri Dan Berjalan Masuk Kembali Ke Sekolah, Ketika Ingin Maju Selangkah Lagi Ke Dalam kelas,
Terdengar Ada Seseorang Yang Memangil, Rupanya Orang Itu memanggil Nya Karena Memberitahukan Untuk Mengikuti Sebuah Rapat. Bukan Karena Ia Seorang OSIS Tapi Karena Ia Adalah Ketua Tim Dari OASD
(organization Alexander school dance)
"Gapapa Gw Tinggal" Tanya Aletha
"Iya, Sana Nanti Mereka Menunggumu"
Mereka Pergi Meninggalkan Raina Dan Perlahan Menghilang Dari Pandangan Nya
Di Alexander School Memiliki Cukup Banyak Organisasi Yang Bisa Mereka Ikuti, Bukan Hanya Ada OSIS, Di Sana Memiliki Setidaknya 4 Organisasi salah Satunya OASD (organization Alexander school dance) Hanya Teruntuk Murid Yang Ikut Ekskul Tari, Kedua ORSB (organization reading school book). Organisasi Ini Hanya Bagi Siswa Yang Suka Berlama Lama Di Perpustakaan Sambil Membaca Dan Menulis Dan Terakhir ONFS (organization nature forest school).
Dulu Raina Pernah Mengikuti Salah Satu Organisasi Tersebut, Namun Sekarang Ia Sangat Jarang Mengikuti Nya, Bagi Nya Itu Tidak Terlalu Penting Karena Saat Ini Ia Sedang Sibuk Belajar Buat Ujian Nanti.
"Rai, Lo Di Panggil Sama Bu Tia" Ucap Liora Teman Sekelas Raina, Raina Pun Sedikit Mendongak Dan Mengangguk, Terpaksa Ia Kembali Menaruh Buku Nya Di Atas Meja Nya Dan Menghampiri Bu Tia Yang Sudah Menunggu Kehadiran Raina
Disekolah Nya, Teman Teman Raina Menganggap Ia Adalah Primadona Sekolah, Karena Selain Pintar, Ia Juga Cantik, Rambut Nya Yg Halus Dan Hitam, Matanya Yg Indah Seperti Bunga Yg Bermekaran Di Pagi Hari, Dan Body Nya Yg Sangat Di Idam² Kan Pada Kaum Hawa Di Sekolah Nya.
Walaupun Itu, Ia Tidak Pernah Merasa Membanggakan Semua Itu, Karena Ia Saat Ini Hanya Focus Untuk Bisa Masuk Universitas Favorit Nya Dan Membanggakan Kedua Orang Tua Nya,
Bagi Raina Kecantikan Itu Sudah Alami Keturunan Dari Kedua Orang Tuanya, Tetapi Kepintaranlah Yg Ia Asah Sendiri.
Sesampainya Di Depan Pintu Ruang Guru, Tanpa Banyak Basa Basi Ia Membuka Nya Dan Terlihat Bahwa Bu Tia Duduk Dengan Raut Serius. Raina Menghampirinya
"Ibu Memanggil Saya?" Tanya Raina Secara Sopan Yang Membuat Guru Tersebut Menatap Nya Secara Intens
Raina Sempat Salah Tingkah, Apakah Bu Tia Marah Kepada Nya Karena Tadi Ia Tidur Kelas?, Apakah Ia Mendapatkan Nilai Ujian Jelek Beberapa Hari Lalu?, Apakah Ada Yg Salah Sampai Penampilan Atau Caranya Berbicara Saat Di Kelas?,
Semua Pertanyaan Itu Muncul Di Benak Raina, Matanya Ke Kanan Dan Ke Kiri Agar Rasa Gugup Nya Hilang, Tapi Ketika Itu Matanya Menatap Ke Meja Guru Lain,
Terdapat Arkan, Andrew Dan Arga Sedang Menghadap Guru, Di Pikiran Raina, Mungkin Karena Mereka Membahas Turnamen Basket Yg Akan Di Adakan 5 Hari Lagi?
Bu Tia menatap Arah Pandangan Ku,
Ekhemm
Aku Pun Menoleh, Dan Kembali Menundukkan Kepala, Suasana Di Situ Hening Seketika.