
"hai kamu gadis manis yang duduk di bangku ini apa ada kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat"
angelia tersenyum geli membaca kalimat di dalam kertas itu. sambil memegang kertas itu ia melihat sekitarnya untuk mencari sosok yang ia curigai namun di kelasnya tampak sudah sepi tinggal ia dan dewi saja yang sedang membereskan peralatan sekolahnya.
"heiii... ayo pulang, kenapa senyum - senyum sendiri" tanya dewi sambil menepuk pundak angelia sehingga membuat senyum angelia berubah menjadi meringis.
"apaan sich, sakit tahu main tepuk tepuk az untung gue ngga jantungan" canda angel sambil memasang wajah kesal. dewi tak menghiraukannya, malah menarik kertas yang sedang dipegang oleh angel. matanya membulat sempurna dengan mimik tawa yang tertahan.
"cieeee yang ada fans rahasia pantesan senyum - senyum sendiri" ejek dewi sambil mencolek dagu gadis manis itu. "bagaimans kalau kita balas surat ini" ujar dewi tanpa menunggu jawaban angel langsung menulis dibawah kalimat itu.
"hai pengagum rahasiaku, silahkan saja tak ada yang melarangmu mengenalku lebih dekat, boleh tau siapa namamu"
setelah selesai menulis kalimat itu dewi langsung melipat kertas tersebut seraya meletakkan kembali di posisi semula surat tersebut ditemukan. angelia hanya diam tak melarang kelakuan sahabatnya, sejujurnya siapa yang iseng menulis surat tersebut. mereka saling bertukar pandang dan tertawa bersama seraya pergi meninggalkan kelas menuju rumah.
**
"drrrrrrrttttt........drrrrtttt!!!"
"siapa sich jam segini telp, ganggu orang lagi tidur" gerutu angelia sambil melihat handphonenya dengan malas.
"sayang lagi apa" isi pesan tersebut
"apaan sich sayang - sayang, lagi santai kenapa tumben chat siang - siang gini" ketik angelia sambil tersenyum, rasa kantuknya hilang begitu saja karena membaca pesan dari indra.
1 menit
2 menit
3 menit
"lah emank ngga bole, kan sebentar lagi kamu jadi sayang aku beneran π€π€" balas indra
"yakin banget sich kamu ndra ππ" balas angelia singkat
"yakin banget, jadi bagaimana maukan jadi pelangi dalam hatiku, aku bener - balas indra kembali. angelia diam sesaat memikirkan dengan baik keputusannya dan setelah sejam berpikir sambil menatap pesan dari indra akhirnya ia membalas.
"oke, kita jalanin az duluππ"
"makasi sayangπππ, jadi mulai detik ini kita jadian" pesan dari indra. angel tertawa sendiri saat membaca pesan tersebut dan meletakkan handphonenya.
***
angelia turun dari tangga melihat mamanya dan seorang wanita anggun sedang tertawa bahagia.
"siang tante" sapa angelia tersenyum manis didepan tamu mamanya yang tak lain ibu dari temannya yaitu ari
"siang juga angel, ya ampun lama tak bertemu kamu semakin cantik az ya nak" puji tante ratna. angel hanya tersenyum sambil menikmati camilan yang ada dimeja.
"biasa aja rat, namanya juga anak gadis ya pasti cantik" ujar mama angelia
"bagaimana ari disekolah, apa dia sering jahilin kamu" tanya tante ratna sambil mencolek pinggang mamanya. angelia mengerutkan keningnya heran namun tetap menjawab " ngga tante, ari anaknya baik kok dia kan ketua kelas jadi selalu jagain angel dan temen - temen dikelas". tante ratna dan mamanya hanya tertawa, mereka pun mengalihkan pandangan ke angelia.
"maksud tante bukan ke seluruh isi kelas kamu ngel, tapi khusus ke kamunya" tambah tante ratna. angelia berpikir sejenak
"hmmm...biasa az sich tan, kalau sama angelia malah terkesan pendiem anaknya" jawab angelia sekenanya.