
angelia terlahir dikeluarga sederhana yang sangat displin dan taat agama. wajar saja ayahnya begitu tegas dan keras terhadap putri pertamanya yang juga merupakan tempatnya menaruh harapan tinggi. orang tua mana yang akan rela melihat anak mereka terjerumus kepergaulan bebas dan berdampak dengan kehancuran masa depannya apalagi sampai mencoreng nama baik keluarga.
angel sekali - sekali melirik ponselnya hanya untuk memastikan pesan dari pacarnya.
"ada apa dengan hpmu??? " tanya ayahnya curiga.
"bukan apa - apa pah, hanya melihat pesan dewi tentang bahan praktikum besok" jawab angel berbohong seraya meletakkan hpnya ke dalam tas.
sesampai di toko peralatan sekolah angel buru - buru mencari bahan pratik sambil mencari - cari sosok andre. Tiba - tiba seseorang menarik tangannya.
"andre... " bisik angel penuh penekanan.
"kenapa lama banget sich yank, aku tuch udah kangen banget" rengek andre manja sambil merangkul angel.
"andre...!!!" jawab angel mendelik dan menjauhkan diri dari andre.
"kenapa yank..?? "tanya andre heran.
belum sempat angel menjawab terdengar suara ayahnya menegur dengan tatapan tajam ke arah andre.
"angel!!!.. ngapain kamu disitu, sudah ketemu semua bahan prakteknya"
"su... sudah pah, ini angel mau bayar"jawab angel terbata - bata sambil berlalu tanpa menghiraukan andre. andre pun hanya terdiam dan kesal dengan sikap angel seolah - olah tidak mengenal dirinya.
sesampai dirumah angelia langsung menuju kamarnya tanpa memberi salam,melihat tingkah putri pertamanya membuat ibunya heran dan segera menghampirinya di dalam kamar.
tok.. tok... suara pintu kamar diketuk, angelia pun dengan malas membukanya.
"kenapa sampe di rumah ngga ngucapin salam, ada mama dan nenekmu diluar. dimana sopan santunmu" tegur ibunya
"ya sudah kamu kerjakan tugasmu dan jangan tidur sampai malam" tambah ibunya dan pergi meninggalkan angelia.
"ya ma" jawab angel dan segera menutup pintunya. malam itu terasa panjang, angelia diliputi rasa cemas, cemas akan kemarahan andre dan yang paling mencemaskan kemarahan ayahnya jika tahu ia berbohong telah berpacaran.
dreeeettt... dreeettt....!!!
angel segera menerima panggilan yang masuk ke ponselnya
"halo.. "terdengar suara diseberang sana
"halo andre, aku mohon dengarkan penjelasanku dulu tentang hari" bujuk angel takut akan kemarahan cowok yang sudah satu tahun menjadi pacarnya. terdengar hela nafas kecewa dibalik ponselnya.
"sudahlah jangan dibahas lagi, itu membuat rasa kecewa aku terasa lagi" tanya andre
"maaf ndre, maafin aku"
"ok, aku maafin tapi ada yang harus aku omongin ke kamu" mendengar kalimat tersebut tiba - tiba perasaan takut menyelimuti hati angelia, seakan - akan ia tahu akan terjadi sesuatu dengan hubungannya dan angel menarik nafas dalam - dalam
"apa?? " jawab angelia lirih
"sebaiknya kita putus dan mulai saat ini kita tidak usah saling berkomunikasi" jawab andre tegas.
mendengar kalimat itu air mata angelia tak mampu dibendung lagi, lidahnya merasa kelu untuk menjawab.
" baik jika itu yang yang kamu mau, terima kasih dan maaf untuk selama ini" jawab angel dengan menahan isak tangisnya.
angel membanting kasar tubuhnya diatas tempat tidur,memendam wajahnya kedalam bantal dan menumpahkan seluruh isak tangis kekecewaannya hingga tanpa sadar ia tertidur lelap dalam mimpi buruk. mimpi yang menggambarkan suasana hati angelia saat itu.