
*
tok.. tok.. tok!!
baru saja angel ingin memejamkan kedua matanya terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.
"bisa ngga sih bikin tenang sedikit saja! " gerutu angel sambil memaksakan diri untuk membuka kamarnya.
"ada apa sih ma, angel mau istirahat sebentar" tanya angel dengan memasang wajah cemberut.
"buruan mandi gih temenin mama arisan, lagian kamu itu anak gadis kok jam segini malas-malasan" jawab mamanya sambil memberikan paper bag kepada angel.
angel menaikkan satu alasnya dengan tatapan penuh tanya "apaan ini?"
"udah-udah jangan banyak tanya, cepetin mandi sana habis itu dandan cantik dan pake dress ini" ujar mamanya penuh senyum sambil berlalu meninggalkan angel yang dongkol sendiri.
**
setelah 2 jam berlalu dengan penuh drama akhirnya angel berada disebuah restaurant menemani mamanya arisan.
"maaf ya jenk saya telat datangnya" sapa mama angel dan disambut peluk cium dari anggota arisan yang lain.
"ya ampun jenk, ini anaknya.. cantik banget" ujar salah satu teman arisan mama angel.
"iya jenk, ini anak saya satu-satunya angelina, angel sapa temen2 mama" ujar mama angel bangga
angel memutar bola mata malas namun tetap menyapa sahabat-sahabat mamanya.
"selamat sore tante, salam kenal.. saya angelina" sapa angel ramah. "ma.. angel nunggu di meja sana yaw" lanjut angel kepada mamanya. mama angel hanya tersenyum dan mempersilahkannya.
***
sejam...
acara arisan mamanya belum juga terlihat selesai, sedangkan ia sudah mulai jenuh menunggu dengan menghabiskan 2 gelas orange jus, sepiring roti keju, dan 2 piring kentang goreng. beberapa kali angel melirik handphone yang tergeletak diatas meja dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
dalam rasa kebosanan yang melanda tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang hingga membuat angel terkejut.
"apaan sih loe, kurang kerjaan banget deh" ujar angel kesal setelah melihat ternyata ketua kelasnya itu yang berulah.
"hahahahahaha..... "tawa ari, "ngapain loe mojok sendiri disini"lanjutnya sambil menarik kursi disebelah angel. angel hanya diam malas untuk meladeni dan mengalihkan pandangannya.
"lagi nunggu seseorang" tanya ari kembali
"iya.. "jawab angel singkat
"siapa..., cowok loe?? " tanya ari kembali.
angel memandang ari dengan tatapan dingin, sedangkan yang ditatap memasang wajah sedikit tegang.
"kenapa ari akhir-akhir ini sok perhatian ke gw, apa bener dia yang mengirimkan surat kaleng itu, tapi kenapa, apa gue tanya sekarang yaw" batin angel.
"apa bener angel lagi janjikan sama cowonya disini, ah kenapa perasaan gue jadi ngga enak ini, mau kesel tapi ngga ada hak" hujan ari dalam hatinya.
"apa loe liat-liat!!" bentak angel saat tersadar mereka saling tatap.
"lah kok gue, kan loe yang bengong liatin gue." jawab ari " gue nanya ngga loe jawab, jangan-jangan loe terpesona dengan ketampanan gue" lanjut ari percaya diri.
"******!!!!, ngga usah kepedean yang ada gue enek liat loe, pergi sana bikin mood gue makin turun" jawab angel penuh rasa kesal.
ari tertawa terbahak-bahak dan mendekatkan wajahnya di depan angel sambil berbisik dengan wajah serius"hati-hati kalo ngomong, lama-lama yang ada loe jadi bucin ke gue".
angel terpaku diam mendengar bisikan dan sikap ari yang pergi menjauh pergi meninggalkannya. ada sedikit perasaan takut tiba-tiba menghinggapi hatinya itu.