
sinar mentari menerobos masuk menerangi kamar angel, tampak gadis itu duduk di depan cermin sambil menatap dirinya. bergumam dalam hati "aku ngga jelek - jelek amat jadi putus dengan andre bukan masalah yang besar toh masih ada yang lain" mematung sejenak dan sebuah senyum menghiasi wajahnya.
angel berjalan dengan percaya diri melewati lorong menuju ruang kelasnya. ruang kelas XIIa tampak sudah ramai dengan suara riuh siswa, ada yg menyalin PR, ada yg menghafal karena akan ulangan, ada yang berdandan, ada yang bergosip. angel meletakkan tasnya sembrani menyapa sahabat baiknya.
"udh buat PR matek ngga, pinjemlah gw contek" dewi hanya menghela nafas dan memberikan bukunya.
"nanti ada acara ngga ngel" tanya dewi sambil memainkan ponselnya namun angel hanya diam mata dan jari jemarinya sibuk dengan PR yang harus disetor hari ini.
"kemana?? " jawab angel beberapa saat
"anter gw ketemu cowo donk"tambah dewi
angel mengernyitkan alisnya mendengar kata - kata dewi.
"ketemu cowo mana lagi, bukannya loe udah ada beni"
"udh dech loe ikut gw az, nanti gw jemput jam 6" ujar dewi dengan mimik wajah bahagia
"terserah loe dech" ujar angel sambil melanjutkan PRnya.
"tenggg.... tenggggg" lonceng istirahat pertama berbunyi, para siswa dan siswi berhamburan keluar untuk mengisi perut yang kosong. hanya dewi dan angel dan beberapa siswa yg bertahan diruang kelasnya.
"ngel... andre kemana?? beberapa hari ini gw ngga liat dia nyamperin loe"tanya dewi
angel hanya menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan sahabatnya.
"kita udahan kemarin" dewi terdiam karena kaget mendengar pernyataan sahabatnya.
" lha terus kenapa?? wah jangan - jangan tuch cowo selingkuh, biar gw samperin dech tuch bocah kurang ajar" lanjut dewi.
angel menahan dewi dan berujar datar "udahlah, ngga usah dipermasalahin lagi lagian gw ngga apa - apa"
"angel 1 tahun kalian bersama dan sekarang selesai gitu az"
"mungkin udah ngga cocok lagi, gw juga bukan yang terbaik untuk dia dan begitu sebaliknya"
dewi hanya menghela nafas menatap sedih dan kemudian memeluk sahabat baiknya. angel menahan tangisnya, ia tidak ingin sahabatnya tahu bahwa perasaannya begitu sakit.
jam dinding sudah menunjukkan pukul 6, angel berdiri di depan pagar menanti sahabatnya. sebuah mobil alfard menghampirinya. "mah,pah angel pergi dulu" teriak angel pamit. diikuti dengan suara dewi " tante, om kami jalan dulu" kedua orang tua angel hanya mengganguk dan tersenyum.
sesampai disebuah cafe mereka segera memesan makanan sambil menunggu cowo yang sudah janjian dengan dewi.
sejam dua jam hingga makanan dan minuman mereka pun habis namun sosok cowok itu pun belum terlihat batang hidungnya.
"niat kesini ngga sich tuch cowo" tanya angelia sambil melirik arlojinya
"iya, dia udah bilang otw" jawab dewi sambil fokus ke ponselnya
"otw darimana, udah 2 jam lebih kita di sini, Memangnya dia dari hongkong berangkatnya" tambah angel kesal.
"sabarlah sebentar az, masi macet katanya. Kita tunggu 30 menit az kalo belum dateng juga kita tinggal pulang, gw juga kesel nich"
angel hanya diam mendengar perkataan sahabatnya dan matanya tertuju ke 2 sosok cowo yang tak duduk jauh dari mereka.