angelia

angelia
1



teng... teng..!!!!


suara lonceng berbunyi tanda jam pelajaran telah usai. para siswa dan siswi berhamburan keluar menuju tujuan mereka masing - masing. Ada yang kumpul - kumpul bareng temen, ada yang langsung pulang ke rumah masing - masing.


namun di ruang kelas XIa tampak seorang cewe sedang merapikan buku pelajaran dan beranjak meninggalkan kelasnya dengan sedikit rasa malas. gadis itu bernama "angelia pratama putri".


"hey kok diem az" sapa sahabatnya sambil menepuk pundak angel, namun tetep az angelia tak menghiraukan sapaan temannya.


"angel kamu kenapa diem az, awas kesambet penunggu sekolah" ledek dewi lagi. karena sahabat baiknya tetap tak menggubris sapaannya dewi hanya mengangkat bahu tak mengerti. sesampai di pagar depan sekolah mereka berpisah, dewi sudah dijemput dengan sopirnya sedangkan angelia manis menunggu


jemputan.


"angel belum dijemput, bareng yukz gw anter" ajak dewi tanpa menanti jawaban sahabatnya langsung menggandeng tangan angelia.


"kenapa diem az sich loe?? ada sesuatu?? tanya dewi heran.


angel hanya tersenyum dan berujar singkat "gpp kok"


sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam dengan pemikiran Mereka masing - masing. sesampai di depan rumah angel langsung turun dan mengucapkan terima kasih kepada kawannya karena mengantarkan pulang.


angelia pun bergegas menuju kamarnya dan membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. tiba - tiba poselnya bergetar.


" dreeet... dreett..." satu pesan masuk dari seorang cowok yang tak lain adalah pacarnya sendiri "sayang dimana?? " bunyi pesan andre. angel membalasnya singkat "dirumah"


dreett... dreett...


"ketemu yukz, kangen.. " bunyi pesan andre


"ketemu dimana?? "balas angelia


"ditempat biasa"


tok tok.... terdengar suara pintu kamarnya hingga membuat angel terpaksa bangun dan membuka pintu.


"kenapa bi" tanya angel saat melihat bi eni pembantunya berdiri di depan pintu.


"itu non, non angel dipanggil sama nyonya dan tuan" jawab bi eni


"bilang ke mama dan papa sebentar lagi saya turun bik setelah mandi"


"baik non" jawab bi eni sopan dan pergi meninggalkan angel sendiri.


setelah satu jam berlalu angelia segera menghampiri orang tuanya yang sudah menunggu di ruang tamu.


"malam pah, mah" sapa angel sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


"bagaimana dengan pelajaranmu" tanya ayahnya tegas


"seperti biasa pa, ngga ada yang perlu angel ceritain" jawab angel sambil menguyah kue yang ada didepannya.


" kakak mau kemana?? sudah dandan cantik jam segini" tanya mamanya lembut


"keluar sebentar bole kan ma, angel mau beli perlengkapan untuk praktik besok" bujuk angel


"deket kok ma, cuma di depan kompleks doank" tambah angelia menyakinkan mamanya.


"mama sich ga pa pa, asal jangan keluyuran sampe malam, minta ijin sama papa mu dulu jangan ke mama" jawab mamanya sambil melirik ayah angel.


"mau kemana? biar papa antar, ngga baik anak gadis keluar malam apalagi sendirian" jawab papanya tegas.


"tapi pa...." kata - kata angel putus setelah melihat tatapan ayahnya. angel menghela nafas dan melangkah putus asa tanpa bisa menolak perkataan ayahnya, karena ia tahu semua nya akan sia - sia jika ketika ayahnya berkata tidak berarti tidak. jika seperti ini berarti ia harus membatalkan janjinya dengan pacarnya dan angel tahu andre akan marah padanya lagi