Alter Ego: Another Me {BL}

Alter Ego: Another Me {BL}
Chap 1 : Mata Ungu Lilac



"Lyon... Lyon... Lyon bangun!" Seseorang memanggil namaku. Aku sedikit terperanjat. Lalu aku membuka kedua mataku secara perlahan.


"Ummmhhh..." aku terbangun dari posisi tidurku. Aku dapat melihat seorang gadis, ia memakai kacamata, seragam yang sama dengan gadis-gadis di sekolah ini, dan rambutnya yang di biarkan tergerai.


"Uhhmm... Erika? Ada apa? Mengapa aku berada di sini?" Tanyaku kepada Erika.


"Anu... Lyon, justru seharusnya akulah yang bertanya. Mengapa kau pingsan di tangga tadi? Untung saja aku melihatmu, jadi aku membawamu ke UKS." Jawab Erika.


Aku membulatkan mataku. Pingsan di tangga? Bukankah saat itu aku melihat sosok aneh itu?


"Lyon..." panggil Erika. Aku menoleh. Wajah Erika terlihat sangat khawatir.


"Lyon, kenapa kau pingsan tadi? Apa kau belum sarapan? Apakah kau sakit?" Tanya Erika kepadaku. Aku menggeleng, menandakan bahwa itu bukan alasan mengapa aku pingsan.


"Lalu, kenapa kau pingsan?" Tanya Erika, tampaknya ia semakin penasaran jika aku menjawab hal yang tidak masuk akal.


"A... aku, mungkin aku sedang tidak enak badan." Jawabku.


"Ouh... ya sudah kalau begitu. Aku akan kembali ke kelas. Kau tetap disini saja ya?" Ujar Erika sembari tersenyum ramah. Aku pun membalas senyumannya.


Erika beranjak dari tempatnya duduk, tepatnya di samping kasurku. Aku melihatnya berjalan semakin menjauh dan akhirnya tak terlihat lagi.


"Haaahh..." aku menghela nafasku. Kemudian memegang kepalaku. Akhir-akhir ini, Rion tak bisa ku kendalikan, karena biasanya di hanya muncul di saat aku membutuhkannya. Rasanya Alter Egoku berubah menjadi kepribadian ganda.


WUUUSHHH!


Aku merasakan angin kencang, entah darimana asalnya. Sosok itu kembali muncul. Mata ungu lilacnya bertemu dengan mata emasku. Lagi dan lagi, mataku kembali bercahaya dengan warna biru laut. Sosok itu tersenyum, senyumannya terlihat mengerikan.


"Uhh..." tubuhku saat ini gemetar. Aku takut sekaligus penasaran. Aku takut karena sosok itu dan aku penasaran dengan mata ungu lilacnya.


"Rion..." panggilnya.


Tunggu sebentar, mengapa ia memanggilku Rion? Mengapa ia mengetahui nama Alter Ego ku?


"Ku... ku mohon! Jangan mendekat!!" Seruku dengan suara yang gemetar.


Sosok itu semakin mendekat, sedangkan aku semakin mundur menjauh. Ia berusaha memegang kedua pipiku, tetapi aku menepisnya. Anehnya lagi, ia malah tersenyum. Kemudian tubuhku tiba-tiba membeku, tidak bisa bergerak.


"Sekarang kau tidak bisa lari dariku." Ucap sosok tersebut.


"Hiks..." aku mulai terisak. Butiran-butiran bening keluar dari mataku. Aku menutup kedua mataku. Aku merasakan sensasi hangat pada bibirku. Ia menciumku.


Lalu aku membuka kedua mataku perlahan. Sosok itu berubah. Ia tak lagi menjadi sosok menyeramkan yang aku lihat beberapa menit yang lalu. Melainkan, ia menyerupai manusia.


Rambutnya berwarna hitam pekat, dan matanya berwarna ungu lilac. Ia melepaskan ciumannya dan tersenyum lembut ke arahku.


"Aku akhirnya menemukanmu." Ujarnya sembari tersenyum manis. Tapi, entah mengapa ada rasa sakit yang teramat sangat di dalam hatiku.


Tiba-tiba saja, sosok itu menghilang. Air mataku kembali mengalir. Apa-apaan itu tadi? Aku menyeka air mataku. Tidak mau berhenti, aku tidak mau berhenti menangis. Air mataku tetap mengalir. Dan ini semua karena sosok aneh itu.


Aku berjalan di lorong sekolah, hendak pergi ke kelas. Aku rasa mataku masih sembab tadi karena menangis. Lalu, sepintas ingatan muncul dalam pikiranku.


...***...


T.B.C


A/N : Cerita ini akan sedikit mengandung bawang jadi siapkanlah tisu 😷💔