
""kamu kok semakin kurus,,kamu dari mana Fin"
tanya Bu Arum sambil menyiapkan makan siang untuk imam dan Alvin
"dari sekolah Bu ambil ijazah"
"ya udah kamu makan dulu,pasti kamu belum makan"Alfin hanya meringis.
"papa kamu tau kamu kesini"Alfin hanya menggeleng di sela suapan terakhir.
"kamu jangan gitu,,nanti mereka mencari mu,,kasihan"
"gak bakalan"Alfin hanya cuek
"emang istri papa kamu tidak bersikap baik kepada mu,ibu lihat dia sangat baik"
"dia memang baik Bu,, tapi Alfin belum bisa terima sama papa yang tidak pernah peduli sama aku dan mama"
"Fin,, papa kamu juga korban dari ke egoisan Oma kamu"
"Alfin perlu waktu Bu,,"
"ya sudah hubungi papa kamu dulu klo kamu ada disini"
"iya Bu nanti aku hubungi,,Alfin boleh nginep di sini kan Bu,,"
"boleh siapa yang tidak ngebolehin"jangan ab imam sambil merangkul Alfin,,
"yuk istirahat nanti sore ke makam"lanjut imam.
di tempat lain
'assalamualaikum bun Alfin udah pulang belum"tanya Fian di seberang menggunakan telepon
'*walaikumsalam,belum yah,,emang dia kemana'
'ke sekolahnya'
'ya sudah ayah pulang agak telat ya Bun,,mau jemput Alfin dulu'
'iya yah hati2'
"assalamualaikum
"Walaikumsalam*
waktu menunjukkan masih pukul 15:00 belum waktunya pulang kerja tapi Alfin pulang duluan mauencari Alfin
"kemana dia"guman nya
"dim,,saya pulang dulu,,tolong kamu urus semuanya,kalo ada apa2 segeralah hubungi saya"kata Fian kepada asisten nya
"baik pak"
Fian mencoba mencari ke tempat sekolah nya tapi sudah sepi tidak ada apa-apa,,mau di telepon tapi tak punya no hp nya Alfin,,
"bentar,,no Mita kemarin aktif lagi,apa di pakai sama Alfin"Fian mencoba menelepon Alfin dan tersambung tapi tidak di angkat,,
"angkat Fin,,
"apa dia kerumahnya ya,,"Fian menuju rumah kontrakan Mita dulu jaraknya tidak terlalu jauh
saat Alfin mau duduk di teras rumah yang baru datang dari pemakaman langsung kesal melihat mobil papanya datang,tapi dia hanya cuek saja,,
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam,,eh fian masuk silakan duduk"
"di depan aja mbak"sambil menatap Alfian yang cuek,,
"oh ya sudah sebentar saya buatkan minum"
Alfin yang di tatap ole Fian hanya diam tanpa kata dan tanpa menoleh,,
"Fin,,kenapa kamu tidak izin ayah dulu,, kalo mau kesini,,setidaknya kamu telepon ayah biar ayah tidak bingung mencarinya.."
seperti biasa dia masih enggan bicara sama sang ayah.
"Fin tolong jangan diemin ayah donk"Fian menatap dengan sendu.
"Fin ajak ayah masuk gi untuk minum"kata Bu Arum"tidak baik tidak tegur sapa sama orang tua"
"Alfin masih benci sama ayah"ucap Alfin sambil berjalan masuk Fian yang mendengarnya pun sesak hati,,
'segiti bencinya kah anaknya terhadapnya'batinya
Fian pun masuk
"pelan2 ian,,kamu yang sabar ya"kata Bu Arum
"dia anak yang baik,,mungkin dia belum ikhlas dengan kepergian mamanya,,biar aku bujuk dia,,
Fian mengangguk kan kepalanya.
"Fian kamu pulanglah dulu,,biar dia menginap di sini semalam,,"besok pulang kerja kamu jemput,,
"baiklah mbak aku titip Alfin ya mbk,maaf ngrepotin terus,,apa aku boleh pamit ke Alfin mbk"
"masuklah"
"Fin,,ayah pulang dulu,,besok ayah jemput pulang sekolah,,baik2 ya Disni"ucap Fian mengusap lengan Alfin yang memunggungi nya.
"ayah sayang kamu nak"di kecup nya kening Alfin.
setelah sang ayah keluar Alfin menangis terisak,,
esoknya pulang kerja Fian menjemput Alfin ke rumah Bu Arum..
"Alfin pulang ya Bu,, assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
dimobil Fian memecah keheningan
"kemarin kamu dari sekolah ngapain"tanya Fian lembut dan senyum.
"ambil ijazah"ucapnya datar
"besok daftar sekolah bareng Vina dan Dino ya di temani bunda"
"Alfin mau sekolah biasa saja"
"kenapa"
"nggak suka"
"di sana extrakulikulernya lebih banyak Lo,kamu bisa memilih di bidang apa saja yang kamu suka"
"terserah"jawabnya katus
sampai di rumah sudah pukul19:00
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
mereka di sambut oleh ayu Vina dan Dino,,
mereka menyalimi ayahnya,beda dengan Alfin yang langsung naik ke atas,,
"kak Alfin kok gak Salim dulu sama bunda"ucap Dino,,
Alfin menoleh ke Dino sekilas kemudian melanjutkan Menuju kamarnya.
"dasar gak sopan"teriak Vina..
"udah gak apa-apa"kata ayu
"ya gak bisa gitu donk Bun,dia itu lebih tua dari kita tapi tidak mencontohkan dengan baik"
"maaf ya Bun"Fian
"iya gpp"jawab ayu dengan tersenyum.
"ayah mandi dulu gi terus kita makan malam"
"iya"
ayu menyiapkan makan malam Vina sudah duduk di meja makan,Fian baru keluar dari kamarnya,,
"Alfin mana,,"Fian
"bentar bunda panggilin"
tok tok tok
"Fin,,makan yuk nak"
seperti biasa gak ada jawaban
"ayo donk Fin,,apa bunda harus masuk membawa makanan terus di suapin bunda"tetap gak ada sautan.ayu pun turun ke meja makan dan mengambilkan masih serta di lauk pauknya.
"kalian makan aja dulu,bunda mau ke Kak Alfin"
"manja banget sih"ketua Vina
ceklek,,
"bunda masuk"
kali ini ayu tidak mengetuk pintu ia langsung masuk kamar Alfin,,
Alfin langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka dan berdecak.
"aaakk"kata ayu menyendokan nasi ke mulut Alfian.
"ayo bunda suapin,,"Alfin hanya menatapnya datar dan memalingkan wajahnya.
"kamu tidak kasihan sama bunda,,"ucap ayu yang sudah berkaca-kaca,,"bunda minta maaf jika bunda sudah mengganti posisi mama kamu di sisi ayah,,bunda tidak tau yang sebenarnya,,kalo bunda tau,bunda tidak akan menikah sama ayah,,"kata ayu yang sudah menetapkan air matanya.."bunda juga sayang sama kamu meskipun baru bertemu dengan mu dan bukan lahir dari rahim bunda,bunda sudah sayang sama kamu,,bunda sudah anggap kamu sebagai anak bunda,bunda tidak membedakan antara anak bunda lain nya,,"
Alfin pun juga tidak bisa berkata apa2,,dia juga ikut menetekan air mata,,
"maafkan bunda,,tapi kamu juga harus makan,,bunda taruh sini,kamu makan ya,,"
ayu mengusap air matanya kemudian keluar kamar Alfin,,
Fian dan vina menoleh ke arah ayu yang terlihat habis menangis,,
"bunda kenapa,,apa Alfin menyakiti bunda,apa dia berkata kasar sama bunda"sambil berdiri dari duduknya..
"tidak yah,,ayah tenang,,bunda tidak apa2,,bunda hanya kasihan melihat Alfin karna murung terus,.
"benar,,"
jawab ayu mengangguk sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf tidak update tiap hari,,tapi author usahain,,jangan lupa like juga ya,, terimakasih🙏🙏🙏