
"Fin,,selama ikut papa nurut ya sama papa,,"
Alfin menggeleng
ucap Mita setelah Fian melepaskan pelukan nya.
"Nggak mama gak boleh ninggalin Alfin sendirian"dengan muka sedih nya.
"Mama sayang kamu nak"ucap Mita dengan menutup matanya..
"Ma,,mama,,,
Mama!"teriak Alfin yg melihat mamanya menutup matanya.
Fian yg melihatnya bergegas memencet tombol darurat..
Dokter dan perawat berlari masuk ke dalam memeriksa keadaan Mita,,
"Maaf kan kami pak kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi Bu Mita tidak bisa bertahan" kata dokter tersebut sambil menunduk..
"Tidak dok,,pasti salah,,pasti dia sedang tidur"ucap Fian panik
"sekali lagi maafkan kami pak"
"Tidak,,,mama,,,mama!!!teriak Alfin menangis meraung memeluk Mita yang sudah tak bernafas.
"Sayang Alfin"di peluknya Alfin erat oleh fian
"Ini semua gara2 papa,,kalo papa mencoba percaya sama mama,mama gak bakalan sakit seperti ini yg terus memikirkan papa,,papa jahat,,Alfin benci papa,,Alfin benci papa"teriak Alfin yg ada di dekapan Fian..
"Maafin papa nak"
"Nggak mau lepasin,,aku mau ikut mama saja "
Bu Arum yg baru datang tak sanggup melihat kesedihan Alfin.
"Alfin,,"panggil Bu Arum yg Juga ikut menangis..
"Bu,,"ucap Alfin menoleh ke Bu Arum
"Lepas,"Fian pun melepas pelukan nya.
Alfin berlari memeluk Bu Arum.
"Bu,,,mama Bu,,,mama gak sayang sama Alfin"
"Tidak sayang,,,mama sayang banget sama Alfin,,mama juga sudah gak sakit lagi,,lihatlah mama pergi dengan senyuman tanda dia sudah Tidak merasakan sakit lagi dan bahagia disana,,kamu harus ikhlas"ucap Bu Arum memeluk Alfin..
Jenazah Mita kemudian di bawah pulang untuk di sembayangkan di rumah duka,,
Istri Fian juga datang untuk melayat,Alfin nampak diam saja dengang air mata yg mengalir di depan pintu kamarnya melihat jenazah mamanya yg akan di kebumikan,,
Setelah selesai pemakaman Alfin masih diam dan menyendiri di dalam kamar.
"Bun aku gak pulang dulu ya,aku mau disini dulu sama Alfin,,sambil membujuk dia supaya mau tinggal sama kita..
"Baiklah,,"
"Anak2 gimana"
",nanti aku kasih mereka pengertian"
"Baiklah,,"
"Aku pergi dulu"
"Hati2,,"
*Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
ayu istri Fian sempat pamit kepada Bu Arum dan Alfin,
"Fin,,,Tante pulang dulu ya,,Alfin yang kuat dan ikhlas,,"tapi Alfin tak bergeming..
"Mbk saya permisi dulu ya,,titip Alfin"Bu Arum hanya mengangguk.
Sudah 7harinya Mita Alfin masih tidak mau berbicara sama Fian,Bu Arum sudah membujuk
Alfin tetap saja menolak ikut Fian.
"Fin,,bukan nya Bu Arum tidak sayang ato tidak mau merawat kamu,, tapi kamu masih punya papa,,dan papamu berhak utk merawatmu,,ayolah nak,,mamamu pasti sedih melihat kamu seperti ini,,
"Tapi Bu,,Alfin benci sama papa,,Alfin juga harus ujian susulan Minggu depan,karna Alfin gak sempet"kata Alfin kesal.
"Gak boleh ngmng kayak gitu,,papa kamu kan tidak tau yang sebenarnya waktu itu,,ya nak ya,,ikutlah lah papamu,,biar mamamu TDK sedih dan kawatir disna,,"
"tapi Alfin mau ikut ibu dulu soalnya Alfin mau ujian"
"baiklah kalau begitu,,ibu akan beritahu papamu dulu"Arum pun keluar menemui Fian.
"alfin besok mau ada ujian susulan karena kemarin seharusnya dia ujian tapi ada musibah,,nanti jika ujian selesai kamu kesini aja Minggu depan"ucap Arum yg sudah tak formal bicara dengan Fian karena di minta olehnya.
1minggu kemudian
"Bu,,tak bisa kah Alfin ikut ibu saja"ucap Alfin sedih"Bu Arum menggeleng kan kepada.
"tapi jika kamu ingin main kesini pintu rumah ibu selalu terbuka untuk kamu.
dengan langkah gontai Alfin keluar membawa tas ransel dan koper besarnya ke depan rumahnya.
Fian sudah siap dan menunggu alfin dari tadi.
"Mbk saya pamit dulu ya,,terima kasih selama ini sudah menjaga dan merawat Mita dan Alfin"
"Iya sma2"
"Alfin,,"panggil Bu Arum
"Baik2 ya di sana"
Kemudian Bu Arum mengecup kepala Alfin.
"Saya pamit ya mbk
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Fian menyeret koper Alfin ke dalam bagasi.
Dalam perjalanan hanya keheningan saja.
"Udah sampai,,yuk turun"Alfin turun dan agak malas melangkah ke dalam.
"Yuk masuk..
"Assalamualaikum,,"
"Walaikumsalam,,"jawab mereka bertiga,,"
"Ayah,,"teriak Dino berlari ke arah Fian dan Fian pun menyambut nya dan menggendong,
"Dino rindu ayah"
"Ayah juga"
"Ck,,"decak Alfin dan memalingkan mukanya
"Dia siapa yah"tanya Dino
"Ini kak Alfin,,kakaknya Dino"
"kakak Dino?"
"he em,,kamu seneng"tanya ayu
"seneng banget akhirnya Dino punya kakak laki-laki"ucap Dino girang.
"Yuk masuk Fin"
Alfin hanya bisa pasrah mengikuti ayahnya masuk dengan muka malas.
"Bun kamar Alfin sudah siap"
"Udah yah"
"Alfin gimana kabarnya nak"tanya ayu menghampirinya.
"Masih tanya lagi"jawabnya ketus
"Alfin yg sopan nak"
Kata Fian.
"Kenapa gak suka"tantang Alfin ke Fian dengan tatapan yang tajam.
"Udah yah gak papa,,yuk istirahat,,masih dengan wajah kesalnya Alfin mengikuti ayu ke kamarnya.di ikuti Fian dan anak2nya..
"Nah ini kamar kamu,,di sini juga ada baju buat kamu,,kamu istirahat saja dulu nanti bunda yang akan merapikan pakaian kamu di lemari,"
"Tidak perlu"masih dengan wajah ketusnya.
"Ya sudah,,bunda mau siapin makan siang dulu, kamu istirahat nanti bunda panggil"
"Yuk keluar biar kk istirahat dulu,,"ajak ayu
"Vina yg dari tadi menatap Alfin kagum hanya bilang
"Tampan sih tapi galak"guman nya yg di dengar oleh Alfin,vina yg tau Alfin menatapnya tajam langsung melengos berlari turun ke lantai bawah.
Fian hanya geleng2 kepalanya.sambil mendekati Alfin..dan duduk di sebelahnya bersama Dino.
"Kakak"panggil Dino
Alfin hanya melirik,,
"ayah,,kak Alfin kenapa"
"kakak hanya capek saja"
"oh,,kakak capek,,, bobok aja kalo gitu"
"Semoga betah ya disini"kata Fian,,
Ya udah kamu istirahat dulu nanti papa panggil kalo waktunya makan siang.di kecup kepala Alfin tapi di usapnya kasar kepalanya
"Jangan nyium2"kesal Alfin,Fian hanya tersenyum
"maafin papa,,,
"ya sudah papa keluar dulu"kemudian Fian keluar dan menutup pintu kamar Alfin..
setelah Fian keluar Alfin menetes kan air matanya karna teringat mamanya,,
"Alfin kangen mama"hingga tak sadar Alfin pun ketiduran.
Di ruang makan ayu sedang memasak menyiapkan makan siang mereka,
",semoga dia betah ya yah disini",,ucap ayu saat Fian duduk di ruang makan,,
"semoga saja dan Alfin mau memaafkan aku juga,"kata Fian memyesal
"Aamiin,,"
"aku bener2 tidak tau kalo mereka ada disekitar daerah sini dan Mita sakit parah,,pantesan saja Alfin benci banget sama ayah"
"Sudah,,pasti dia kan memaafkan ayah dengan berjalan nya waktu,,"kata ayu
"Terimakasih sudah mau mengerti aku dan mau menerima Alfin"
"Alfin juga anak aku yah,,"
"Ayah tidak salah pilih cari pendamping,,kamu sama2 baik nya seperti almarhuma Mita,,"
"Sayang nya aku belum sempat mengenalnya.
"Dia sama seperti kamu,,baik,,pengertian,, cerewet"
"Masa,"
"Hmmm,,sama cantiknya dan Sholeha nya,,
"Aku gak mau Lo di sama2 in sama orang lain"
",,tapi kalian berdua sama2 spesialnya di hatiku,,"ucap Fian yg sudah memeluk ayu dari belakang..
"Makasih ya yah kamu sudah mau menerima aku dan cintaku.
"Sama2,,
"Udah selesai kamu panggil Alfin dulu gi untuk makan siang.
ayu Dewi lestari,adalah mantan perawat Fian yg pernah merawat Fian selama 3 tahun...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa like nya