
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"lho,,kak Alfin mana?"
"tau!,,keluyuran gak jelas,,di ajak pulang gak mau,,"kata Vina kesal.
"ya sudah,,kalian ganti baju dulu,,"
"ya Bun"jawab Dino dan Vina.
'kemana kamu fin'batin ayu menghela nafas.
Alfin kini sedang menyusuri jalanan yang tak jauh dari sekolahnya.ia ingin mencari kerja part-time..dia sadar diri meskipun dia ikut ayah kandungnya,tapi ayahnya sudah punya istri dan anak,,dia harus berjaga-jaga kalo dia di usir sewaktu-waktu sama keluarganya seperti mamanya dia tak akan binggung dengan nasib nya,,'pikir dia'.dia mencari toilet umum dan berganti pakaian yang ia bawa dari rumah.
dia sudah berkeliling mencoba bertanya dari kafe ke rumah makan sampai toko buku tidak ada lowongan untuk part time.ada tapi adanya sif pagi.
di lihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menunjukan pukul 2 sore.
'hah,,apa besok aja ya di lanjut,,lapar juga ternyata'batin Alfin
'cari makan dulu dhe'
saat Alfin berjalan hendak menuju warung kecil dia menemukan sebuah dompet laki2 di pinggir trotoar,Alfin menengok Kanan kiri tak ada seorang pun yang lewat,di lihatnya isi dompet itu ada beberapa lembar uang 100ribuan kartu nama yang ada tulisan nya kafe anugrah dan lain2.
'oke nanti aku cari,,sekarang isi perut dulu baru nanti di antar'batin nya
setelah Alfin selesai makan iya langsung menuju kafe tersebut dengan bertanya orang yang lewat karna Alfin tidak terlalu hafal dengan daerah sini.
"ini dia"guman nya
Alfin masuk langsung menuju ke meja kasir.
"permisi"
"iya,,"seorang laki-laki yang seumuran dengan Fian.
"saya mau bertemu sama pak anugrah saya mau mengembalikan dompet beliau yang saya temukan di jalan"kata Alfin sopan
"saya sendiri"ucap laki laki itu
"o ini pak dompetnya,,di lihat dulu pak isinya"ucap Alfin sambil mengulurkan tangannya yang memegang dompet tersebut.
laki laki itupun mengambil nya dari tangan Alfin dan membuka isinya masih utuh.
"masih lengkap dek"
"Alhamdulillah,,kalo gitu saya permisi"
"bentar mama kamu siapa"
"saya Alfin pak"
"ini buat jajan kamu"kata laki laki tersebut mengambil uang 100ribuan 3 lembar.
"tidak pak tidak usah,,saya ikhlas"
sambil mendorong tangan laki2 itu dengan pelan.
"hmm tapi pak,,barangkali ada lowongan pekerjaan paruh waktu untuk sif malam saya mau"lanjut alfin
"apa kamu masih sekolah"
"iya pak"
"kelas berapa"
"HM kelas 11"bohong Alfin
tidak akan ada yang tau jika Alfin masih umur 15tahun karna postur tubuhnya tinggi seperti fian.
"kamu sekolah dimana"
"Hm,, SMA 09 pak"
"baiklah yang penting tidak mengganggu sekolah kamu,,kebetulan juga yang sif malam ada yang berhenti"
"beneran pak"
"iya"sambil mengangguk
"mulai besok kamu datang kesini jam 2 siang kafe kita tutup jam 10 malam,,apa tidak akan mengganggu belajarmu"
"insyaAllah tidak pak,,saya akan rajin karna saya membutuhkan buat biaya sekolah"bohong lagi
"emang orang tua kamu kemana"
"HM mama saya sudah meninggal jadi saya bantuh ayah saya,karna masih ada adik2 yang harus di biayai"
"baiklah kalo begitu,,besok kamu datang kesini saya tunggu"
"baik pak terimakasih,,saya permisi"
"yes akhirnya"
Alfin menunggu angkutan umum untuk bisa pulang kerumahnya.dan Alfin turun di depan rumah ayahnya tepat Fian juga baru nyampai,Alfin hanya menoleh sekilas ke Fian kemudian ia berjalan masuk ke dalam rumah,,tanpa salam ia masuk ke rumah dan ingin menuju kamarnya,tapi ayu memanggilnya.
"Walaikumsalam"ucap ayu saat mengetahui Alfin masuk tanpa salam.
"darimana sayang kok pulangnya sore"ayu
tapi Alfin masih terus berjalan
"bersihkan diri terus sholat habis itu kita makan malam"teriak ayu..
""assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"ada apa Bun"
"ah tidak apa-apa kok yah,,cuma nyuruh Alfin mandi"
"dia kok sore pulangnya,,biasanya jam 1 udah pulang"
"tadi dia izin ke toko buku yah"bohong ayu
"kok sampai jam segini"
"mungkin dia lagi jalan-jalan bersama teman nya,,kan dia belum tahu daerah sini"
"tapi dia sore banget Bun"
"sudah,, kamu mandi dulu gih biar seger"
"baiklah"
Alfin yang masih berdiri di depan kamarnya sedikit mendengarkan pembicaraan ayu dan Fian,ayu membela dirinya dengan berbohong.
dia berdecak kemudian masuk dan mandi.setelah sholat magrib Alfin turun untuk makan malam, sebenarnya ia enggan turun mau nunggu mereka selesai baru ia akan makan sendirian nanti dia males berdebat sama ayahnya.
mereka sudah pada kumpul bersama tinggal menunggu alfin.alfin pun menarik kursinya dan duduk dengan muka datar.selesai ia ambil makan dia berdoa dalam diam kemudian makan tanpa mempedulikan sekitarnya.
setelah beberapa menit Alfin selesai makan dia langsung ke wastafel untuk mencuci piring nya.
"udah sayang biarin di situ nanti biar bunda yang nyuci"ayu
tapi tetap Alfin tak peduli.
"Fin sini sebentar ayah mau ngomong"
kemudian Alfin duduk kembali ke tempat nya dengan malas.
"gimana sekolahnya tadi apa kamu nyaman dengan teman-teman baru kamu"
"biasa aja"jawab Alfin datar
"ayah tau gak dia tadi pergi pulang sekolah gak bilang mau kemana,,ngluyur gitu aja"
Alfin menatap tajam pada Vina.
"apa!emang iya kok"pekik Vina ketus
"benar Alfin"
"ayah tadi bunda kan udah bilang kalo dia mampir ke toko buku"ay membela Alfin.
"bunda kok belain dia sih"
"Vina,,panggil kakak atau Abang"ayu
Vina hanya memutar bola matanya.
"lain kali kamu pamit dulu pak Dadang ato Vina klo pengen kemana2,,"fian
"udah bicaranya,,"ucap Alfin datar tanpa menoleh ke ayahnya.
Alfin pun langsung pergi ke kamar nya.
"bentar Bun ayah ke kamar Alfin"Fian
"jangan di marahi yah"
"nggak kok Bun"
Fian langsung menyusul ke kamar Alfin
tok tok tok
Alfin ayah masuk
Alfin hanya diam di tempat duduk belajar nya.
Fian duduk di tepi ranjang Alfin menghadap ke arah anaknya itu.
"Fin,,ayah harus bagaimana lagi supaya kamu mau memaafkan ayah,,"kata Fian dengan muka sendu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...