
tok tok tok
"Alfin,,,sayang,,udah bangun"tanya Fian tapi tidak ada jawaban,,
"fiinn,,makan siang yuk,,dari tadi pagi kamu belum makan Lo,,"tetap tidak ada jawaban,,
Fian mencoba untuk membuka pintu tapi di kunci dari dalam.
"fiinn ayo donk buka pintunya"Fian mencoba untuk mengetuk lagi pintu itu tapi tetap tidak ada suara tidak ada pergerakan lagi.
"kenapa yah"tanya ayu,,,
"ini dari tadi Alfin tidak ada sahutan,,masa iya tidur tidak mendengar teriakan dan gedoran ayah"
"Alfin sayang bangun yuk,,bunda udah masakin makanan spesial buat kamu,,tolong bukain pintunya donk"
"kenapa sih Bun berisik amat"kata Vina,,
"ini kakak dari tadi udah di ketuk dan dibangun in gak keluar 2"
"paling melarikan diri dia"
"Vina!!"
pekik ayu
"maaf"kata Vina berlalu
"Bun ambil kunci cadangan,,aku takut Alfin kenapa-kenapa"
setelah ayu mendapatkan kuncinya Fian langsung membuka pintunya,,dan bereka berdua terkejut dengan apa yang ada di dalam.
Alfin tidur meringkuk dengan menggenggam sebuah obat yang biasa di minum mamanya ketika dia tidak bisa tidur karna memikirkan sesuatu pikir dia ,dia akan tidur dengan cukup lama tanpa memikirkan dan menangisi kepergian sang mama.
""Alfin,,nak bangun sayang,,panggil Fian menepuk pipi Alfin tapi tidak ada respon fain dan ayu saling pandang kemudian mereka panik ,di lihatnya di tangan Alfin menggenggam sebuah botol obat seperti obat tidur.
Fian langsung keluar menggendong Alfin keluar kamar dan di ikuti oleh ayu,,,
"bun kenapa,,"tanya Vina melihat Alfin di gendong buru 2 ole ayahnya.
"kakak jagain adek ya sebentar,,di rumah sama bini ya,,ayah sama bunda mau kerumah sakit sebentar.bi titip anak2,,,
"iya Bu,,"kata bibi
"menyusahkan,,"kesal Vina
"kak Vina gak boleh ngomong gitu,,di kan Kaka kita,,"
"kakak kamu mungkin"sebal Vina melanjutkan makan nya,,
sesampai di rumah sakit
"dok tolong periksa anak saya,,sepertinya dia banyak minum obat tidur,,"
"baiklah akan saya periksa,,
beberapa saat kemudian.
"bisa kita keruangan saya. pak"
"baik dok,,Bun titip Alfin"yg di angguki ole ayu..
"kenapa kamu lakukan itu nak,,"kata ayu mengelus rambutnya
"kamu sangat tampan,,sama seperti ayah kamu"
"gimana dok"
"begini anak anda mengalami kesedihan yang teramat berat,,sehingga menyebabkan dia susah tidur selama ini,, untung bapak segera bawah kesini,, seperti nya dia ingin melakukan bunuh diri,,dengan melihat obat yang masuk dalam tubuhnya ada beberapa butir dan kami sudah mengeluarkan nya.
fian terkejut dengan pernyataan dokter
"setelah ini tolong jaga dia dengan baik,,jangan sampai dia merasa sedih lagi."
"kira2 kapan ia akan bangun dok"
"mungkin nanti malam"
"baik dok terimakasih,,saya permisi dulu"yang di angguki oleh Fian.
ceklek,,
"giman yah,,"
"Fian terlalu banyak minum obat tidur Bun,,
"mungkin nanti malam dia akan bangun,sebaiknya bund jaga anak2 biar ayah disini,,,"
"tapi ayah belum makan,,"
"nanti siang ayah akan beli di kanti rumah sakit"
"Fin tolong jangan di ulangi lagi,,ayah gak sanggup jika kamu pergi ninggalin ayah,,sudah cukup mama yang pergi kamu jangan pergi juga,,maafkan ayah,,maafkan ayah,,"ucap Fian menangis,,
"ayah sayang banget sama kamu,,"Fian mengecup kening Alfin berkali 2,, hingga Alfin tertidur,dia lupa akan makan siangnya.
hingga malam hari Alfin masih tetap belum sadarkan diri..ayu datang lagi untuk melihat keadaan Alfin,,Vina dan Dino pun juga ikut.
"ayah,,kak Alfin belum bangun"tanya Dino
"belum sayang,,doakan semoga kakak cepat sadar,,HM"
"ya Allah sembuhkan kakak Alfin,segerakanlah ia bangun"
"aamiin"ucap Fian dan ayu
"nih bunda bawakan makananan sama camilan sama aku bawain buat Alfin juga"
"makasih ya Bun"senyum ayu
sudah jam 8 tapi Alfin juga belum buka mata
"Bun masih lama gak sih,,"ucap Vina ketus,,
"iya habis ini pulang,,"ayu
tak selang beberapa menit Alfin membuka matanya,,melihat sekelilingnya'kok seperti rumah sakit' bayinya
"sayang kamu sudah bangun"ucap ayu
Fian hanya diam dan datar.
"mau minum" tanya ayu lagi Alfin hanya memandang Fian yang memandangnya sedih dan senduh,,tapi Alfin memalingkan wajahnya.
"makan dulu ya sayang ,,kamu belum makan dari pagi,"Alfin hanya menggeleng pelan..
"nanti kamu bisa sakit nak"bujuk ayu
"biar sakit biar cepet nyusul mama,,"
"Alfin,,"pekik Fian..Alfin hanya melihat ayahnya kemudian memalingkan mukanya lagi..
"ayah,,"ayu menatap tajam ke Fian.kemudian menatap Alfin.
"gak boleh ngomong gitu sayang kita ini keluargamu,,masih ada ayah bunda dan adek1 kamu,,"ucap ayu lembut sama seperti mamanya kalo dia lagi ngambek pikirnya.
Vina sudah tidak tahan lagi sama sikap Alfian,dia berdiri dan bicara..
"udalah Bun,,kalo dia gak mau ya udah gak usah di paksakan,,buang2 tenaga dan waktu aja kalo dia ingin cepet mati ya biarin udah,,sebel Dhe,,"ucap Vina kesal
"Vina!!pekik Fian dan ayu,,
"huuh nyebelin"Vina duduk kembali
"keluarlah kalian,,,"ucap Alfin pelan tanpa memandang 1orang pun yang ada di situ,,
"finn,,"Fian
"saya bilang keluar,,,"
"he kamu itu sadar gak sih,,,kamu tu ada di rumah sakit ini siapa yang membiayai dan membawa kamu,,tidak ada terimakasih sama sekali"ucap Vina ketus..
"Vina,!!!,Bun bawah anak2,,-"
belum selesai bicara Alfin bangun dan langsung mencabut infusnya dia ingin pergi kemudiam Fian mencegahnya karna Fianasoj limbung ingin jatuh,,,ayu yg panik langsung memencet tombol darurat.
"Alfin apa yang kamu lakukan,"teriak fian..
"aku ingin pergi,,"teriak Alfin
"kamu itu belum sembuh"
dokter yang datang bersam perawat pun bergegas memperbaiki infus yang lepas,,"
"nak ini sangat berbahaya,,jangan di lakukan lagi ya,,"kata dokter..
"terimakasih dokter "kata Fian dan ayu
"udah yuk Bun pulang,,biarin ayah disini sama anak nakal itu"
Alfin yang gak terimakasih dengan perkataan Vina menatap tajam Vina.
"apa loe,,gue gak takut meskipun mata loe sampe keluar sekalipun"Vina pun langsung melengos keluar kamar,,
"yah bunda pulang dulu ya,, sayang bunda pulang ya,,"ucap ayu kemudian mengecup kening Alfin tapi dia memalingkan mukanya..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa like nya🙏🙏