Alfino

Alfino
I love you too



mbk Mita"ucap lirih seorang wanita yang seumuran dengan Mita,dia melihat gambar yg di pegang fian.dia ayu istri Fian yang sekarang..


"Anda harus bertanggung jawab" teriak Alfin kepada fian yg membeku melihat foto Mita anaknya dan dirinya.


Fian terkesiap melihat


Alfin yang lari keluar sambil menangis,,


"Alfin,,"panggil Fian mengejar Alfin


"Alfin,,tunggu nak"Fian berhasil menangkap Alfin dan mencoba untuk membekap dalam pelukan nya tapi Alfin memberontak tak mau seakan dia benci banget sama sang papa.


"Alfin sayang maafin papa nak,,"


"Gak mau,,papa jahat,,papa gak peduli sama kita"Alfin terus mencoba melepaskan pelukan dari papanya.


"Nak maafin papa,,,maafin papa sayang,,"ucap Alfin yang sudah meneteskan air matanya karna bahagia bisa bertemu anaknya lagi.


"Kita bicara baik2 ya,,"lanjut Fian dengan lembut alfin pun luluh dan masih sesenggukan.


Kini Fian dan Alfin sudah ada di dalam mobil dan hanya ada keheningan saja.


Sesampainya di rumah sakit.bu Arum masih setia menunggu Mita.


"Alfin,,"ucap Bu Arum ketika melihat Alfin datang bersama seorang laki2.


"Bu maaf Alfin agak lama"sambil memeluk Nya


"Tidak apa2,,


"Ini siapa Fin,,"tanya Bu Arum


"Dia,,,-"


"Perkenalkan saya fian papanya Alfin"


"Saya Arum tetangganya Mita"


"Terimakasih banyak sudah mau membantu mereka"


"Tidak masalah,,saya sudah menganggap mereka keluarga saya,,


"Fin,,Bu Arum pulang dulu ya"ucap Bu Arum sambil mengelus pundak Alfin"besok ibu kesini lagi,sekarang kamu sama papa kamu dulu ya"


"Iya Bu,, makasih"


"Permisi pak"yang di angguki ole Fian.


Fian hanya bisa melihat keadaan Mita dari balik jendela kaca,badan kurus dan muka sangat pucet,,'maafkan aku sayang,,'batin Fian yg tiba2 air matanya mengalir di pipinya.dan segera menghapusnya,,


"Kamu di sini dulu,,Papa ke ruang dokter dulu ya"Alfin hanya diem saja sambil melihat mamanya.


Tok tok tok


"Masuk,,"sang dokter


"Permisi dok,,saya fian keluarga dari pasien bernama Mita"


"Oh iya silakan duduk pak,,"


"Jadi gimana dok,,"


"Gini pak,,penyakit Bu Mita ini sudah memasuki stadium 4,,,kanker yang terus menyerang pada otak Bu Mita ini semakin para,dan ya,,kenapa baru di bawah kesini,,ini sudah sangat terlmbat,,jika untuk kemo..karna sudah sangat parah,,"


"tolong Lakukan apapun yang terbaik buatnya dok"


"kita berdoa saja semoga Bu Mita cepat sadar,,dan kita mencoba untuk melakukan kemoterapi,semoga ada keajaiban.


Fian merasa bersalah karna 15tahun ini dia tidak tau apa yang terjadi pada anak dan ibunya,,rasa menyesal karna sudah percaya sama ibunya dulu hingga dia memutuskan untuk bercerai ketika dia sembuh dan mencari keberadaan sang istri dan anak yg tak di temukan di rumah lamanya,tanpa pesan apapun hanya berkas2 dan dokumen2 saja yang tertinggal.dan di saat sang ibu mau menghembuskan nafas terakhirnya baru bicara yang sejujurnya tapi saat itu dia sudah menikah.


Maafkan aku yang sudah mengabaikanmu yang sudah tak percaya sama kamu maafkan aku"Isak tangis Fian sambil mengecup kening Mita yang kelihatan pucat.


Mendengar ada orang yang menangis terisak di pelukan nya Mita pun membuka matanya perlahan,,mencium aroma tubuh yg ia rindukan selama ini,,


"Mas,,"ucap Mita lemah


"Mita,,maaf maaf maaf"


"Tidak apa2,,"kata Mita tersenyum..


"Kamu harus kuat dan cepet sembuh demi Alfin "(Alfin yang dari tadi tidur di kursi duduk di luar karna kelelahan menangis..


"Aku udah gak kuat mas,,titip Alfin tolong jaga dia dg baik,dia anaknya pintar baik dan penurut.."


"sayangi dia seperti kamu menyayangi Anak-anak mu yg lain nya..hanya kamu yang dia punya.,"


Mimik muka Fian berubah setelah Mita mengetahui karna dia sudah menikah lagi..


"Aku sudah tau,,tidak apa-apa,,kita belum jodoh,tapi rawatlah Alfin"


"Pasti,,kamu juga harus sembuh agar bisa merawatnya hingga dia dewasa nanti dan menikah"kata Fian yang tak henti2 nya mengeluarkan air mata nya.


"Sekarang giliran kamu yang menjaganya,,aku sudah capek,,,aku mau istirahat,,"ucap Mita yang akan menutup matanya..


Fian sempat panik


"Mita,,Mita!"


"Ssssthh aku hanya ingin tidur aku ngantuk"


Fian terkekeh kecil


"Baiklah kamu tidur"


Beberapa saat kemudian,,waktu menunjukkan pukul 2 pagi.


'bun ayah tidak pulang,Mita gak ada yang jaga'


Fian mencoba hubungi istrinya yang ada di rumah.


'iya gpp,,gimana keadaan nya'


'besok ayah ceritakan,,sekarang bunda tidur dulu'


'baiklah titip salam buat mbk. mita,'ayu


Fian keluar ruangan untuk melihat Alfin,ternyata anak nya tidur meringkuk di bangku tunggu.fian pun membopong Alfin ke dalam ruangan mamanya,disana memang 1ruangan di isi 2 pasien cuma di kamar ini hanya Mita penghuni nya.fian menatap wajah Alfin yang mirip banget dengan nya,dan wajah sembab karna banyak menangis.


'maafin papa sayang'


Fian mengecup kening Alfin,,


"Kamu sudah besar nak,,maafin ayah"guman nya.


Fian kemudian melangkah duduk di samping branka yang di tempati Mita..


"Maafin aku Mita"gumanya lirih kemudian dia tertidur dengan tangan yg menggenggam tangan Mita,,


Pukul 5pagi Fian merasakan gerakan tangan Mita,,dan Fian pun terbangun.


"Mita,,kenapa kamu haus"?


Mita mengangguk kan kepalanya,,dan Fian pun memberi minum ke Mita,,


"Mau makan,,"Mita menggeleng,,


"Mas,,"panggil Mita lemah dan mengisyaratkan Fian untuk mendekat,, Fian pun menurutinya.


"boleh minta peluk aku,,"


Fian pun langsung memeluk Mita dan Mita membisikkan sesuatu kepada fian dengan suara lemahnya.


"Mas,,aku tidak pernah selingkuh,aku juga tidak pernah berhianat kepadamu,,aku sangat mencintaimu hingga detik ini sampai nafas terakhir ini,kamu selalu di hatiku,,(Fian hanya mengangguk pelan dan nangis terisak)


"Aku titip Alfin tolong jangan kamu sia2kan dia,aku percaya kamu pasti menyayangi nya dan dia anak yang baik.


"Ssstt jangan ngomong kayak gitu,,"


"Aku udah gak kuat mas,,aku lelah aku capek"


"Mit jangan ngomong kayak gitu"


"I love you"


"I love you too"Fian mengecup kening mit


Alfin yg mendengar seseorang terisak langsung bangun,,


"Ma,,"Alfin langsung menghampiri mamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa klik tombol love terimakasih 🙏