ALENA QUEEN OF THE DARKNESS

ALENA QUEEN OF THE DARKNESS
6.



Happy reading 📖✨


^^^tidak ada yang tidak mungkin, kenapa kau seperti adikku yang hilang, jika benar itu kamu kembalilah sayang Abang rindu kamu^^^


^^^_Arlan_^^^


" Sorry guys gue telat, tadi gue ke toilet sebentar hehe"ujar seseorang


Deg


" bang Alan " batin Lena


" eh ini siapa ni? kok gue baru lihat, anak baru ya? Oh ya kenalin nama gue Alaric Alan Dirgantara " ujar Alan seraya mengulurkan tangannya


" Alena " jawab Lena seraya menerima uluran tangan Alan


"Alena doang?" tanya Alan lagi


" Alqueena Alena" balas Lena


Deg


" Queen namanya mirip queen tetapi ini gak ada marganya " batin Arlan yang mendengar percakapan Lena dan Alan


" aku memang queen adek Abang, tapi maaf bang untuk saat ini Lena masih merahasiakannya dari Abang " batin lena karena mendengar batinnya Arlan


" Oh iya , ini kenalin Abang gue namanya Ardana Arlan Dirgantara " ujar Alan. Arlan pun menatap Lena sendu, Sedangkan Lena yang ditatap pun langsung mengalihkan pandangannya


" Lu mirip adek gue yang hilang 10 tahun lalu" ujar Arlan tiba tiba, Lena yang mendengarnya pun seketika terkejut


" Kebetulan" jawab Lena dengan nada dinginnya


" Ah, iya kebetulan " ujar Arlan


" Makanan datang , selamat makann " teriak Anna secara tiba tiba


Mereka pun makan dengan tenang tanpa gangguan sedikit pun, hingga bel masuk berbunyi


Meraka pun masuk ke dalam kelas masing masing dan pelajaran pun dimulai


" Ah, bosen gue bolos ahh ehh tapi kan gue masih siswa baru. Gimana ya ah bodo amat lah gue bolos aja, ga akan ada yang berani ngelarang selama masih gue yang punya sekolah ini " gumam Lena. Lena pun berjalan menuju depan kelas dan meminta ijin ke gurunya yang sedang mengajar untuk pergi ke toilet dan gak akan balik lagi ke kelas


Saat di koridor menuju ruangannya Lena bertemu dengan Ardan, kakak sulung Lena


" Tunggu " ujar Ardan yang menghentikan langkah Lena


" Ya, kenapa? " balas Lena seraya tersenyum namun tidak terlihat


" Lu mirip dengan adik gue yang di usir, gue rindu dia " ucap Ardan sendu


" Maaf gue gak kenal lu, gue duluan" balas Lena dan langsung berjalan meninggalkan Ardan yang sendirian di sana


" Abang yakin itu kamu dek, jika benar itu kamu kembalilah sayang,Abang rindu kamu" batin Ardan sendu


" Maaf bang, Lena juga rindu abang, tapi keadaan yang memaksa Lena menjadi seperti ini bang, tapi Lena janji kalau sudah tiba saatnya Lena akan membuka identitas Lena yang sebenarnya bang " batin Lena


Lena pun melanjutkan jalannya menuju ruang pribadinya, Sesampainya diruangan pribadinya Lena pun langsung tertidur karena ia sudah sangat mengantuk hingga bel pulang sekolah berbunyi


kring


kring


kring


Bel pulang menggema di seluruh penjuru AIHS siswa siswi pada berhamburan keluar kelas untuk menuju rumah masing masing


Lena yang terusik dengan bel tersebut pun langsung terbangun dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya . tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi dan langsung pulang menuju Mansionnya


Sesampainya dimansion Lena pun berjalan menuju kamarnya untuk bersiap siap menuju kantornya


-----------//--------------


Lena pun langsung masuk ke dalam kantornya, tetapi saat ia ingin masuk kedalam lift untuk menuju ruangannya ia dihentikan oleh seorang resepsionis


" Why ?" tanya Lena dingin


" Mau kemana kau?" tanya sang resepsionis dengan wajah songongnya


" Ouhh Dinda Anjani, resepsionis baru rupanya seorang ****** di clubs ku" batin Lena saat melihat name tag resepsionis tersebut


" Ruangan" balas Lena dingin


" ruangan apaan lu hah , mendingan sekarang lu pulang cuci kaki, cuci tangan terus lanjut tidur manis deh " ucap Dinda a.k.a resepsionis baru itu


" Kalau gue gak mau gimana ?" tanya Lena


" Pergi lu dari kantor ini, lu gak pantas menginjakkan kaki di kantor ini " ujar Dinda


" Lalu menurut ku kau pantas gitu? " tanya Lena kepada resepsionis itu


" satpam satpam" teriak Dinda memanggil satpam yang sedang berjaga, tak lama kemudian satpam pun datang


" iya ada apa " ujar satpam tersebut


" Seret bocah kecil ini keluar dari perusahaan ini" ucap resepsionis a.k.a Dinda itu


" Maaf saya tidak bisa mengusir nona queen,saya permisi " ujar satpam tersebut dan berlari keluar untuk berjaga didepan


" Apa apaan ini kenapa satpam itu gak berani mengusir bocah kecil ini" gumam Dinda yang masih bisa didengar oleh Lena


" Ya karena aku yang punya perusahaan ini " Jawab Lena dingin


" Hah tidak mungkin, j4l4ng kecil seperti mu ini mempunyai perusahaan sebesar ini dan cabang-cabangnya ada di mana mana" balas Dinda


" Mungkin saja, ouh kau mengatakan ku j4l4ng kecil, apa kau tak menyadari dirimu seorang ****** yang berkerja non stop di A'A club', apakah benar nona Dinda Anjani ?" Tanya Lena dengan tajam


" Da- ri mana kau tau ?" tanya Dinda yang sudah ber keringat dingin


" Aku tahu dari mana? aku adalah pemilik A'A club' jadi aku tahu segalanya tentang club-club ku. Cih mengapa kak dara bisa memperkerjakan ****** murahan sepertimu " ujar Lena yang sangat menohok, Dinda yang dikatai pun menjadi terdiam


" Cepat ke lobby " ujar Lena saat menelfon sekretarisnya


" Ada apa ini ?" tanya dara


" ini ibu bocah kecil ini mengaku kalau dia yang mempunyai perusahaan ini " ujar Dinda mencari muka di depan dara


" Ya memang benar adanya kalau nona queen yang mempunyai perusahan ini " balas dara


" Bukannya anda sendiri yang mempunyai perusahaan ini Bu ?" tanya Dinda , sedangkan Lena hanya memutar bola matanya malas


" Aku hanya sebagai tangan kanan nona queen dan sebagai sekretaris nona queen" ujar Dara


" Sudah aku sangat lelah mendengar bacotan kalian dan kau " tunjuk Lena kepada resepsionis tersebut


" Kau akan ku pecat secara tidak terhormat dari kantor ku ini, dan perusahaan mana pun tidak akan ada yang menerima mu " ujar Lena serata berjalan tetapi ia pun langsung menghentikan langkahnya saat ia teringat akan perkataan bahwa ia disebut sebagai ****** kecil


" Dan ini untuk kau yang sudah berani mengatai ku j4lang " ujar Lena dan


Dor


dor


Lena menembak tepat mengenai sasaran yaitu dadanya dan kepala resepsionis tersebut sedang seluruh karyawan kantor Lena tercengang melihat semua ini


" Jika kalian semua ada yang berani membuka mulut tentang ini ,,, kepala kalianlah taruhannya" ujar Lena lantang dan langsung berjalan menuju ruangannya. saat di lift menuju ruangannya ia menelfon anak buahnya untuk mengurus jasad resepsionis tersebut


TBC


jangan lupa tinggalkan jejak :)


jangan lupa tekan love dibawah pojok kiri:)


jangan lupa tekan tombol like ya:)


jangan lupa comment and vote ya man teman:)