
^^^"Sekali penghianat tetaplah penghianat"^^^
^^^_Alqueena Alena_^^^
Sesampainya di rooftop Lena melihat seorang laki laki yang duduk di sofa panjang dan membelakangi Lena. Yupz Lena sengaja menaruh sofa di sana
Laki laki tersebut yang merasa di perhatikan pun langsung menoleh ke arah Lena dan laki laki tersebut pun seketika terkejut melihat siap yang datang
" " Prin-ces-s " ujar seorang laki laki tersebut.
" Abang rindu dengan princess dirgantara" lanjut seorang tersebut
" Gue bukan lagi princess dirgantara bahkan sekarang marga gue udah bukan dirgantara lagi melainkan Wilson" balas Lena
" Maaf in Abang queen, Abang gak ada saat queen di usir papa, mama , dan Alan " ujar Ardana sendu, yupz laki laki tersebut adalah Ardana
" Gue gak mau mengingat kejadian 10 tahun lalu, jadi jangan lagi di bahas ya. Oh ya bang Marvel sudah cerita ke lu semuanya dan gue harap lu bisa jaga Rahasia" ujar Lena
" Oke, boleh Abang peluk kamu queen ?" Tanya Ardana yang di balas dengan anggukan kepala oleh Lena. Ardana pun langsung memeluk Lena dengan erat sedangkan Lena hanya diam tidak membalas pelukan Ardana
" Dan gue bisa merasakan kembali pelukan seorang kakak kandung setelah 10 yang lalu " batin Lena
" Abang rindu kamu dek " gumam Ardana
" Lena juga rindu bang dana " balas Lena dan membalas pelukan Ardana
" Jangan pergi lagi dek " ujar Ardana seraya melepaskan pelukannya
" Gak bisa janji Lena bang, takdir Allah gak ada yang tau " balas Lena seraya menghapus jejak air matanya
" Abang bolos ?" Tanya Lena, yang di balas dengan anggukan kepala oleh Ardana
" Ya udah Lena juga bolos, kuy kita ke kantin bang " ajak Lena yang langsung menggenggam tangan Ardana untuk menuju ke kantin
" Sesampainya mereka di kantin, Lena langsung memesan makan untuk dirinya dan juga Abang nya
Tak lama kemudian datanglah makanan yang Lena pesan dan mereka langsung memakannya
Tiba tiba datanglah 3 orang siswi yang berdandan sangat menor sekali
Brakkk
" Heh lu apa apaan hah dekat in Arlan " ujar salah satu siswi tersebut setelah menggebrak meja
Lena yang mendengarnya pun menyeringakai
" Sandra Permana seorang ****** di A'A club'" batin Lena
" Dasar lu cewek murahan, jauh in Arlan" ujar Sandra
" Kalau gue gak mau gimana " tantang Lena
" Ya lu berurusan sama gue *****" balas Sandra
" Uh takut atcuu " ujar Lena seraya memasang muka yang seolah olah dia takut dengan Sandra. Sedangkan Arlan hanya diam dan menyimak saja
" Awas lu deketin Arlan gue bakal bunuh lu " ujar sandra
" Uww lu mau bunuh gue ? sini gue bisikin" Lena pun maju mendekati Sandra
" Sebelum lu mau bunuh gue, gue duluan yang akan bunuh lu, Salam dari leader Golden Dark KNIGHT" bisik Lena seraya menyeringai. Sandra yang mendengarnya pun langsung ketakutan, keringat dingin membanjiri wajahnya
" Cabut" gumam Sandra dan langsung pergi bersama antek anteknya meninggalkan Lena dan Ardana
" Dasar hama " gumam Lena yang masih bisa di dengar oleh Ardana
" Lu bisikin apa dek ke mereka " Tanya Ardana
"Kepo lu bang" balas lena
Kring kring kring
Bel istirahat berbunyi, siswa siswi AIHS pun berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan minta untuk di isi
Bara dkk minus Arlan pun menuju kantin mengisi perut mereka
Mereka yang melihat Arlan dan Lena duduk dimeja khusus pun terkejut. Pasalnya mereka dicari tidak ada di kelas tapi tiba tiba merek sudah berada di kantin dan mereka sudah makan terlebih dahulu
" Wih udah ada di kantin aja lu berdua, pantesan gue ke kelas lu lan gak ada " ujar Brian
" Bolos " balas Arlan
" Lu juga Lena di kelas gak ada tiba tiba eh udah ada disini " ujar Anna
" Gue telat, ya udah bolos aja sekalian" balas Lena santai
" Lu siswa baru berani bolos, salut gue" ujar Denis yang di balas dengan deheman oleh Lena
" Nasgor, es teh manis, Rian Lu yang pesen " ujar bara
" Eh iya lupa, ya udah sama in aja semuanya ya " balas Brian seraya berjalan memesan makanan mereka
( Song : Perfect)
I found a love for me
Oh, darling, just dive right in and follow my lead
Oh, I never knew you were the someone waiting for me…
" Telpon siapa tuh yang bunyi ?" Tanya Alan
" Gue" balas Lena, Lena pun langsung mengangkat telpon tersebut
" Hallo nona queen"
" Ya?" Balas lena
" Ada penghianat di markas nona "
" 20 menit" ujar Lena dan langsung mematikan teleponnya sepihak
" Gue cabut" ujar Lena kepada teman temannya dan langsung berlari menuju mobilnya dan langsung pergi menuju markasnya
Sesampainya di markas ia pun langsung masuk, saat di pintu utama ia melihat para anggotanya sedang berlatih bela diri ada juga yang sedan berlatih pistol dan snaper
" Dimana Riko ?" Tanya Lena kepada salah satu anggotanya yang sedang melintas di depannya
" Di ruang eksekusi nona " ujar anggota Lena tersebut yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Lena
Lena pun langsung masuk menuju ruang eksekusi
" Mana hama kecil itu ?" Tanya Lena kepada Riko
" Itu nona " balas riko
" Siapkan air garam plus jeruk nipis 1 ember " ujar Lena yang langsung dipatuhi oleh anggotanya
" Hai hama kecil " ujar Lena seraya menyayat pipi penghianat tersebut
" Akhhhhh" teriaknya
" Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Lena sambil menyayat tangan penghianat tersebut
" Ak-u ti--dak a- kk-kan - mem-beri-tahu-mu" ujarnya
" Beri tahu aku atau keluarga mu akan mati di tangan ku " balas Lena sambil menguliti tangan penghianat tersebut
"Jang- an sak-ki -ti-kkee-luar-gga -k-ku" ujarnya dengan terbata bata
" Cepat katakan siapa yang menyuruhmu " ujar Lena seraya menyirami air garam plus jeruk nipis ke tubuhnya
" Arghhh" teriaknya
" Ak--ku di ss-uu-rihh oo-lle-hh tu-an Danu cahyono" lanjutnya
" Ouh Danu cahyono rupanya, atas dasar apa dia menyuruh mu?" Tanya Lena
" Aku tidak tau ia hanya menyuruhku untuk menjadi mata mata mu di sini. Maafkan aku.jika kau membunuhku aku minta tolong buat jaga anak dan istriku" ujar penghianat tersebut
" Kau penghianat tetaplah penghianat dan kau harus mati di tangan ku haha " ujar Lena dan langsung
Ctar
Bugh
Krak
Bugh
Bugh
Selanjutnya Lena menguliti tangan dan kakinya
" Ahh sa-ki-kitt lang- sung aja " ucap penghianat tersebut
Srek
Lena menyobek mulut penghianat tersebut dan
Srek
Lena menyobek perut dan mencopot jantung dan paru-paru nya dan penghianat tersebut mati di tangan Lena , tetapi dia belum puas dan terus saja memukulinya
Dug
Blas
Lena langsung menebas kepala penghianat tersebut
" Cihh, kirim kepala penghianat itu ke tuannya, sertakan salah dari leader Golden Dark KNIGHT. Dan satu lagi cari identitasnya" ujar Lena dan langsung pergi menuju ruangannya untuk menganti pakainya
...TBC...
...jangan lupa tinggalkan jejak :)...
...jangan lupa tekan love dibawah pojok kiri:)...
...jangan lupa tekan tombol like ya:)...
...jangan lupa comment and vote ya man teman:)...