
Plakk
Tamparan di hadiahkan oleh Ananda untuk verantiana
" Kau juga membuat putriku pergi dari rumah ini. Anak dan ibu sama sama j4l4ng. Sekarang kalian pergi dari rumah ini " teriak ananda seraya menyeret Salma dan verantiana untuk keluar dari rumahnya
" Cukup papi lihatlah kasian mereka" ujar Anna tiba tiba menghampiri papinya
" Anna maafkan mami nak " ujar Salma seraya berlutut di hadapan Anna
" KAU BUKAN MAMI KU ****** " teriak Anna di depan wajah Salma seraya menunjuk kan jarinya di hadapannya
" Bawa mereka pergi ke markas dan jangan beri makan biarkan mereka mati perlahan. Kalian juga bisa menikmatinya sepuas kalian " ujar Lena menyuruh dua anggotanya untuk membawa ku dua j4l4ng itu pergi
" Anna maafkan mami nak" teriak Salma saat ia di seret anggota Lena
" Maafkan papi yang telah tidak mempercayai putriku sendiri " ujar Ananda menyesal. Anna menanggapinya dengan diam. Jujur ia kecewa dengan papinya tetapi ia berfikir ini bukan salah papinya tetapi salah ke dua j4l4ng itu
" Nak maafkan papi yang sudah berbuat kasar padamu" ujar Ananda seraya berlutut di hadapan Anna
" Bangunlah Pi, aku sudah memaafkan mu ini semua bukan salah papi tapi mereka yang sudah menghasut papi " balas Anna seraya memeluk ananda
" Apakah kamu mau tinggal bersama papi lagi nak ?" Tanya ananda
" Maafkan aku Pi untuk sementara aku tinggal dengan lena sampai bunda Magdarena ketemu " balas Anna
" Magdarena? Papi masih mencintainya" ujar Ananda sendu
" Aku berjanji akan membawa bunda pulang bersama kami dan membuka lembaran baru " balas Anna seraya tersenyum tulus
"Ayo pulang aku sangat lelah " ujar Alena
" Dia Alena sahabat kecil kamu nak ?" Tanya ananda
" Ya, aku Alena. Oh ya aku meminta untuk merahasiakan identitas ku sebagai leader dari GDK " ujar Lena
" Pasti om akan merahasiakan. Kalian hati hati di jalan " balas ananda
Alena dan Anna pun meninggalkan kediaman Winata. Anna sangat senang saat ini karena keluarganya akan seperti dulu. Dan Lena pun senang karena sahabatnya menjadi perempuan yang kuat dan tangguh serta tidak lemah lagi seperti dulu saat ia meninggalkannya
" Hahah tunggu aja kehancuran mu Nyonya Rike Almira seperti mereka, aku tidak memandang mu sebagai kembaran ibuku dan bibi ku. Kau anan mati di depan ibuku sendiri dan keluarga Dirgantara dengan sangat mengerikan dan mengenaskan. Aku yang akan membunuhmu langsung dengan tanganku. Tunggu saatnya permainan di mulai " batin Lena dengan senyum smirik nya yang pastinya banyak tersusun rencana di dalam otak jeniusnya.
jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
Jangan lupa like comment and vote ya man teman 🙏🙏
mohon maaf karena author udah hampir 1bulan gak update..
Author lagi sibuk, tapi tenang aja untuk beberapa hari ini author akan update lagi kok🙏🙏
gimana para readers penasaran dengan kelanjutan gak nih??
mau lanjut gak guys ceritanya..
kalau lanjut komen ya