
Baratayudha pov
^^^"Sebelum saya hormat di tiang bendera lebih baik Anda tanya dulu ke pak Bayu Ardiansyah saya ini siapa"^^^
^^^_ Alqueena Alena_^^^
Ini kenapa di Arlan ngajak pulang tiba tiba dan mukanya masem banget.
Di dalam mobil pun dia cuma diem doang anjir
" Eh dan kenapa lu ? " Tanya gue
" Nggaak " balas Arlan
" Lah santai bang kek di pantai, ga usah ngegas" ujar Alan, sedangkan Anna dan bara hanya menyimak. Yupz kita datang ke mansion Lena mengunakan 2 mobil. Mobil gue dan Denis, di mobil gue berisi gue, Anna Arlan dan Alan, sisanya di mobil Denis
" Kalau gue bilang gak ada ya gak ada . Gak usah lu kepo urusan gue bangsat " balas Arlan emosi
" Udah ngapain pada ribut, turun lu berdua" ujar bara, merem pun langsung turun karena mereka sudah sampai di kediaman Dirgantara. Bara pun menjalankan mobilnya menuju rumah Anna karena ia harus mengantar Anna terlebih dahulu
Tak lama kemudian bara dan Anna sampai di mansion Winata
" Ya udah gue masuk bar, thanks" ujar Anna saat keluar dari mobil, yang gue balas dengan acungan jempol doang
Gue pun melakukan mobil gue menuju mansion gue. Gue ke ingat dare itu, jujur gue baru pertama cium pipi cewek anjir rasanya deg deg an parah. Udah paan sih mikirin tu cewek
Tak lama kemudian bara sampai di kediaman Gandhi
Baratayudha POV end
Bara masuk tanpa mengucapkan salam dan langsung nyelonong, tetapi saat di tangga ia menghentikan langkahnya karena mendengar suara seseorang
" Dari mana lu ?" Tanya seorang laki laki seumuran bara
" Luar" balas bara dingin
" Lu gak kangen sama gue ? Gue baru balik loh ini " ujar laki laki tersebut
" Iya kangen gue sama lu Britamayudho Mahatma Ghandi. Tapi boongan gue" balas bara dan langsung berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya
" Huh sabar sabar orang sabar disayang pacar. Eh salah di sayang Tuhan maksudnya" gumam Britama atau biasa di panggil Tama
" Alan dan bang arlan pulang dengan selamat yuhuuu
" Jangan teriak begi budek telinga gue " balas Arlan , sedangkan Alan hanya mengangkat bahunya acuh
" Dari mana ?" Tanya sang papa saat mereka melewati ruang keluarga
" Rumah temen pa " balas Alan seraya mendudukkan dirinya di sofa
" Arlan ke kamar " ujar Arlan dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya
" Mana mana pa?" Tanya Alan
" Dikamar" balas Arya seraya membaca korannya, yang di balas dengan anggukan oleh Alan
Keesokan harinya
" Lena bangunn sekolah lu dek " teriak Marvel seraya menggedor pintu kamar Lena
" Ya Elah kebo banget bet dek bagun udah siang jam 7 Bambang bangun " teriak Marvel
" Iye gue bangun bang " balas Lena teriak
" Ya udah siap siap gue tunggu di bawah " teriak Marvel seraya berjalan meninggalkan kamar Lena
Lena pun langsung bersiap siap. Tak lama kemudian ia pun keluar dengan wajah yang terlihat lebih fresh, ia menggunakan seragam pas bodynya, sepatu berwarna navy, rambut yang di ombre biru ia gerai sehingga menambah kesan bad nya. Tak lupa tas ransel warna biru yang hanya berisi 1 buku dan ponselnya
" Setengah delapan anjir " teriak Lena dan langsung berjalan turun menuju lantai bawah untuk sarapan bareng abangnya
" Santai amat lu dek udah jam setengah delapan ini. Lu mau apa " nasgor atau roti ?" Tanya Marvel saat Lena sudah sampai di meja makan
" Sombong amat lu dek " ujar Marvel
Mereka pun sarapan dengan tenang tanpa gangguan apa pun
" Ya udah banng gue berangkat " ujar Lena dan langsung pergi meninggalkan meja makan sedangkan Marvel hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Semoga lu tetap bahagia dek " gumam Marvel saat melihat Lena menjauh dari pandangannya
Skip
Sesampainya disekolah Lena yang melihat gerbang sudah di tutup pun menjadi kesal
" Anjing, ini yang buat peraturan siapa bangsat baru jam 8 udah di tutup aja ni gerbang. Gue tabrak aja ya ini gerbang biar roboh sekalian kan sekolah jadi heboh deh, eh tapi kasian mobil gue baru nie mahal lagi ga usah deh lain kali aja gue tabrak ni gerbang " gumam Lena
" Eh kok gue jadi gila ya ?" Lanjut Lena bertanya pada dirinya sendiri
" Lu mah emang dah gila kak " ujar seseorang gadis kecil yang kini duduk di sebelah Lena
" Ya Elah lu mah Nyamber bae balik Sono ke alam lu " balas Lena
" Ya udah gue balik lu jangan ngomong sendiri kan takutnya pala lu udah miring kak " ujar gadis kecil tersebut
" Untung lu udah jadi arwah dek kalau nggak udah gue bunuh lu dek mana ngatain gue gila " ujar Lena sedangkan gadis kecil tersebut terkekeh dan langsung menghilang di pandangan Lena
" Dasar jelangkung, datang tak di undang pulang tak di antar " gumam Lena.
Arwah gadis kecil tersebut adalah Ara gadis yang di selamatkan oleh Lena dari pembunuhan yang sayangnya tuhan berkehendak lain, gadis kecil tersebut telah meninggal saat di rumah sakit karena kehabisan darah. Yupz, Lena bisa melihat makhluk tak kasat mata ya guys
Back to the topik
Kurang lebih 15 menit Lena mengoceh sendiri di dalam mobilnya akhirnya ia keluar dan menyuruh si satpam untuk membuka pintu gerbang. Satpam itu pun langsung membukakan Lena gerbang karena ia ingat bahwa Lena adalah adik dari kepala sekolah AIHS yaitu pak Bayu
Lena pun langsung masuk dan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi sekolah, ia pun berjalan santai di koridor kelas 10. Tetapi saat melewati lapanhan ia menghentikan langkahnya karena teriakan seorang guru BK
" Heii kamu berhenti" ujar seorang guru BK
" Kami tau ini jam berapa sekarang?" Tanya guru BK tersebut atau pak Galhon
" Jam delapan lebih dua puluh menit tujuh belas detik " balas Lena santai
" Yang artinya kamu udah telat , kamu siswa baru disini tapi sudah berani berbuat ulah ya " ujar pak Galhon
" Ya Elah pak anak SD saja juga tau pak kalau saya telat, berani lah. Bapak kan guru BK nih ya nanti kalau gak ada siswa yang bermasalah terus ruangan BK sepi Bapak gak ngapa ngapain, jadinya Bapak makan gaji buta dong? Kasian pak pemilik sekolah ini guru diam pun mendapatkan gadi " balas Lena santai ( bisa Ae lu ngeles Lena )
" Banyak ngomong kamu , sekarang cepat kamu berdiri di depan tiang bendera sampai jam istirahat " ujar pak Galhon
" Lebih baik saya ke kantin pak dari pada saya berdiri de depan tiang bendera gak ada faedahnya kalau di kantin kan saya bisa makan supaya kenyang lah kalau di tiang bendera saya dapat apa ? Kepanasan iya, gak ada faedahnya pak " oceh Lena santai aja
" Kamu ini ya berani melawan Bapak, cepat hormat di tiang bendera" ujar pak Galhon dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarahnya
" Sebelum saya hormat di tiang bendera lebih baik Bapak tanya dulu ke pak Bayu Ardiansyah saya ini siapa, kalau Bapak sudah bertanya saya akan hormat di tiang bendera sampai jam pulang sekolah berbunyi" ujar Lena seraya berjalan meninggalkan pak Galhon dan menuju rooftop sekolahnya. Sedangkan pak Galhon sudah mengumpat di dalam hatinya
Sesampainya di rooftop Lena melihat seorang laki laki yang duduk di sofa panjang dan membelakangi Lena. Yupz Lena sengaja menaruh sofa di sana
Laki laki tersebut yang merasa di perhatikan pun langsung menoleh ke arah Lena dan laki laki tersebut pun seketika terkejut melihat siap yang datang
" " Prin-ces-s "
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak :)
jangan lupa tekan love dibawah pojok kiri:)
jangan lupa tekan tombol like ya:)
jangan lupa comment and vote ya man teman:)