
Happy reading 📖✨
^^^" Hanya karena sebuah kesalahpahaman^^^
^^^kau tega menghabisi orang yang tidak bersalah"^^^
^^^_ Alqueena Alena_^^^
Hari ini Lena dan Tama mengadakan rapat mendadak di perusahaan Lena, mereka membahas tentang pembangunan panti asuhan yang tama rencanakan sebelumnya
3 jam sudah rapat yang membahas tentang pembangunan panti asuhan akhirnya selesai
Lena yang kelelahan pun langsung bergegas
Menuju ruangannya untuk beristirahat
" Ah Lena capek bangett" gumam Lena.
"Tidur aja ah " lanjut Lena seraya berjalan menuju kamarnya yang berada di ruangannya
Tiba tiba
Tok tok tok
" Masuk " ujar Lena dari dalam kamarnya
" Huuuu ka Lena i Miss youuu " teriak Zee seraya berlari memeluk Lena. Lena yang belum siap dengan pelukan tiba tiba dari Zee hampir saja terjengkang ke belakang jika dia tak menahannya
" Miss you to Zee" balas Lena
" Kenapa gak bilang sih kalau kakak mau ke Paris?" Tanya Zee dengan wajah yang cemberut
" Mendadak Zee, lagian Lena ke sini juga buat mengadakannya rapat pembantu panti" ujar Lena
" Kakak membangun panti di sini ?' tanya Zee
" iya Lena bangun panti disini ' jawab Lena
" Huhh ya udah yuk pulang " ajak zed yang di balas dengan anggukan kepala oleh Lena
Mereka pun pulang ke mansion Lena yang ada di Paris dan juga yang di tinggali oleh Zee dan Tama
Saat di perjalanan Lena di cegat oleh beberapa orang yang berpakaian serba hitam yang menghadang mobil Lena dan Zee
" Huh hama " gumam Lena dan langsung keluar dari mobilnya di ikuti oleh Zee
" Siapa kalian?" Tanya Zee
" Tidak perlu tahu siapa kami, kamu hanya ingin kalian mati " ujar salah satu orang yang mencegat Lena
" Seranggg" lanjutnya
Zee dan Lena melawan beberapa orang tersebut dengan lihai. Sungguh perlawanan yang tidak seimbang, bagaimana tidak Lena dan Zee masing masing melawat 4 orang sekaligus. Tetapi Lena dan Zee menganggapnya lawan yang mudah
Bugh
Krekk
Srettttt
Bughhh
Bughhh
Pukulan bertubi-tubi yang di berikan oleh Lena dan Zee kepada musuhnya. Hingga seluruh Lawannya tumbang
Lena menghampiri salah satu musuhnya yang masih sadarkan diri
" Siapa yang menyuruhmu ?" Tanya Lena
"Tidak akan ku beri tahu "
" Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Lena lagi
" Aku yang menyuruhnya untuk menghabisi mu" ujar seseorang yang tiba tiba datang dengan membawa anak buah yang sangat banyak yang berada di belakangnya
" Ouhh, anda rupanya. Tidak puaskah anda sudah di buat koma oleh nona cesa ? Dan kau sekarang ingin menyerang ku lagi tuan " ucap Leena seraya menekankan kata koma
" Aku tidak peduli, sebelum kau mati aku tidak akan berhenti untuk mengusik dan membunuhmu bangsat" balas seseorang tersebut dengan emosi yang penuh amarah
" Ouhh, sebelum kau membunuhku aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu tuan Danu cahyono yang terhormat " ujar Lena. Yups Danu cahyono seseorang yang membenci Lena karena sebuah kesalahpahaman yang dulu pernah terjadi
" Hahaha, kau hanya perempuan yang lemah yang hanya berlindung di bawah ketiak laki laki haha "ujar Danu seraya tertawa menggelar
" Serang mereka " teriak Danu
" Upss tunggu dulu tuan Danu, ini terlalu cepat jika kau ingin membunuhku Tuan . Santai lah terlebih dahulu bagaimana kalau kita nongkrong di cafe terlebih dahulu, kita minum minum terlebih dahulu, hilangkan sejenak tentang ini, baru kemudian kita bertarung gimana ?" Tawar Lena. Lena sengaja mengulur ulur waktu sampai Anggota GDK datang untuk membantunya, bukannya ia tidak sanggup untuk melawan merek hanya saja ia malas melawan para anak buah Danu yang menurutnya terlalu lemah untuk ia lawan
Tiba tiba datang lah 20 Anggota GDK beserta tama yang memimpinnya
" cih membawa anggota ternyata" ujar Danu seraya tersenyum smirk namun itu tak membuat seorang Lena takut
" Apa anda tak menyadarinya tuan bahwa kau juga membawa anggota, bahkan Anggota yang kau bawa melebihi Anggota ku" balas Lena seraya tersenyum smirknya
" Cih banyak bacot kau anak kecil" ujar Danu
" SERANG MEREKA" Teriak Danu
Pertempuran pun tak dapat lagi di Hindari anggota Danu yang berjumlah 55 orang sedangkan anggota Lena saja hanya 20 orang. Sangat tidak seimbang bukan, tapi Lena dengan lihainya bisa mengatasi semuanya
Bughhh
bughhh
bughhh
krekk
blass
bugh
buhghh
dor
dor
dor
dor
Bughhh
bughhh
bughhh
krekk
blass
Danu hanya diam melihat pertempuran tersebut ia mulai panik karena anak buahnya sudah banyak yang tumbang oleh anggota Lena. Sedangkan Lena yang sudah menyelesaikan membunuh anggota Danu pun langsung berjalan menghampiri Danu dengan tangan kosong
" Hai tuan Danu cahyono mari giliran kita yang bertempur" ujar Lena seraya berjalan mendekati Danu
" Cihh kau hanya tangan kosong ingin melawan ku itu sangat tidak bisa, sangat mustahil " balas Danu tersenyum remeh
" Kau pikir dengan tangan kosong aku tidak akan bisa membunuhmu, kau sangat meremehkan ku tuan Danu cahyono yang Ter hormat?" Tanya Lena
" Gak usah banyak basa-basi kita langsung saja " balas Danu
Bughhh
bughhh
Danu menendang Lena tetapi dengan sangat mudah di tangis oleh Lena
" Meleset huhu " ujar Lena seraya mengeluarkan senyum smirk nya
Dor dor
Danu ingin menembak Lena tetapi sama aja peluru nya yang meleset
" Kau sangat tidak ahli dalam memegang senjata Tuan Danu, kau payah sekali"ujar Lena
Buhghh
Lena menendang perut Danu sehingga Danu terkapar di jalanan
" Cih kau sangat lemah tuan Danu" ucap remeh Lena
Bughhh
bughhh
bughhh
krekk
blass
bugh
buhghh
dor
dor
dor
dor
Pukulan dan tembakan Lena dapat mematahkan tangan dan kaki Danu, sehingga Danu terkapar dan pingsan tak berdaya, lemah bukan si Danu ?
" Aku masih membiarkanmu hidup untuk kau mencari tau siapa yang sebenarnya " ujar Lena seraya meninggalkan Danu yang sudah terkapar dengan darah yang membasahi sekujur tubuhnya
" Bereskan semua, bawa dia ke rumah sakit. Setelah dia sembuh biarkan ia pergi dan tetap pantau dia, kalian jangan sampai lengah. Balik ke markas kalian, dan jika ada yang terluka segera di obati " ujar Lena dan langsung memasuki mobilnya yang di ikuti oleh Zee di belakang nya
Lena pun menancapkan gas nya menuju Mansionnya dengan kecepatan penuh ia tak menghiraukan sumpah serapah dari para pengguna jalan lainnya. Karena ia sudah sangat lelah akibat bertempur tadi dan itu sangat menghabiskan seluruh tenaganya, sedangkan Zee hanya duduk disamping lena dengan menyandarkan kepalanya di kursi mobilnya
...TBC...
...jangan lupa tinggalkan jejak :)...
...jangan lupa tekan love dibawah pojok kiri:)...
...jangan lupa tekan tombol like ya:)...
...jangan lupa comment and vote ya man teman:)...