ABOUT ME

ABOUT ME
Bab 10. MALL



Sabrina berjalan menuju ke perpustakaan dengan tangan yang membawa dua buku serta diatasnya terdapat beberapa alat tulis.


Sesampainya di perpustakaan, Sabrina langsung memilih buku yang akan ia baca untuk ulangan tempo hari nanti. Saat sudah mendapatkan nya, Sabrina ingin duduk di tempat biasa, tetapi sebelum itu, ia melihat satu buku yang menarik perhatiannya.


Buku itu berjudul 'Apa Itu Cinta?' . Dia pun mengambil dari rak tersebut. Dan berjalan menuju meja pojok dekat dengan kaca.


Buku sejarah ia singkirkan terlebih dahulu, karena ia sangat kepo dengan buku bersampul merah ini.


Sabrina membuka lembaran pertama, "cinta datang dengan seiring waktu, karena cinta itu tidak bisa dipaksakan,"


Lembaran demi lembaran ia buka, sampai sampai ia terkejut karena ada seseorang yang memegang pundaknya.


Sabrina menuju melirik ke arah sang pelaku yang duduk di sebelah kirinya, "kenapa Leon?" tanya Sabrina.


Leon menatap ke arah Sabrina, "lo tau Vano?" tanya Leon balik.


Sabrina menganggukkan kepalanya, "iya tau, emang ada apa ya?"


"Enggak sih cuma tanya doang, em... lo kagak ada hubungan kan sama dia?"


Sabrina menundukkan kepalanya, dia menghela nafasnya panjang, "sebenarnya, semua orang juga udah tau kalau aku itu suka sama Vano."


Leon mengangkat kedua alisnya, "lah kok bisa, gimana ceritanya?"


"Iya, dulu aku sempat nembak Vano di koridor sekolah dan ada banyak orang, tapi ya gitu, mana mau Vano sama aku, cewek cupu kayak gini. Yang ada dia ilfil hahaha."


Leon menganggukkan kepalanya, "terus sekarang lo masih suka sama Vano?"


"Iya masih," Sabrina menganggukkan kepalanya, "tapi ya sama aja, dua tahun enggak ada kemajuan sama sekali." dia menatap lekat ke arah Leon, "eh iya Leon, aku mau tanya, kamu tau kesukaan nya Vano?"


"Maksudnya?"


"Iya sembarang gitu, Vano sukanya apa. Misal dia suka makanan apa, olahraga apa, pokoknya kayak gitu deh."


"Emm... " Leon mengelus dagunya dan wajahnya berekspresi seperti orang berpikir serius, "setau gue sih Vano suka air, lebih tepatnya di danau. Dan dia juga suka nasi goreng pedas dicampur udang. Kalau olahraga sih ya antara berenang sama basket. Btw kenapa lo tanya kek gitu?"


"Enggak kok hehehe, sebelumnya makasih ya Leon."


Leon menganggukkan kepalanya, "gue kagak ditanyain kesukaan gitu? Cuma Vano doang?"


"Emang Leon kesukaannya apa?" tanya Sabrina.


Gue suka sama lo Sab, kapan lo peka? Batin Leon


"Hei Leon?" panggil Sabrina dengan melambaikan tangan di depan wajah Leon.


Leon membuyarkan lamunannya, dia menatap ke arah Sabrina, "kalau gue sih gak jauh jauh amat dari Vano, kalau olahraga sih ya cuma renang doang hahaha."


Sabrina tersenyum kecil, "eh iya, Leon ada waktu apa enggak?"


"Emang kenapa Sab?"


"Kalau kamu ada waktu aku cuma mau minta tolong doang, temenin ke mall buat beli sesuatu. Tapi kalau kamu enggak ada waktu sih juga gapapa, nanti aku sendiri aja hehe."


"Eh eh tenang kok, gue selalu ada waktu, buat lo." ucap Leon lirih di akhir kalimatnya.


Sabrina tersenyum, "ya udah ayo ke kelas, udah beli nih."


...*******...


Pukul 15.00


"Mau kemana lo?" tanya Vano sambil melirik ke arah sepupunya yang berpenampilan tidak seperti biasa.


Leon berhenti melangkah lalu menatap ke arah Vano, "mau pergi gue. Kenapa? Mau ikut lo?"


"Gak tau tuh tadi Sabrina gak bilang mau kemana," Leon menatap lekat ke arah Vano, dia bisa melihat laki laki itu memalingkan wajahnya yang sekarang ke arah televisi, "kenapa lo? Cemburu kalau gue pergi sama dia?"


"Dih gue cemburu?" Vano menatap ke arah Leon, "najis, noh buat lo aja gue juga ikhlas."


"Beneran nih buat gue? Ya udah kalau sih kalau gue udah di kasih lampu ijo bakal gue gas, dan lo gak usah nyesel ya Van." setelah mengucapkan itu, Leon langsung melenggang pergi meninggalkan Vano yang mendengus sebal. Laki laki itu langsung beranjak dari sofa dan berlari menuju ke kamarnya.


Sesampainya didepan rumah milik Sabrina, Leon langsung turun dari motor dan berjalan masuk ke dalam gerbang.


"Ayo sekarang aja." ujar Sabrina yang tiba tiba berada didepan pintu rumah.


Leon menganggukkan kepalanya. Mereka berdua naik ke atas motor. Setelah memakai helem, Leon langsung melajukan motornya membelah indahnya ibu kota ini.


Wajah Sabrina terkena hembusan angin sore ini, sebenernya dia sangat cantik sekali jika ingin merubah fashionnya.


Leon tersenyum tipis melirik kearah spion, dia bisa melihat gadis yang berada dibelakangnya sedang tersenyum kecil sambil melihat kendaraan yang sedang berlalu lalang.


Tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua telah sampai di mall yang berada di ibu kota ini. Sabrina turun dari motor dan menunggu di depan, sedangkan Leon sedang memarkirkan motornya.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua masuk kedalam mall tersebut.


Leon melirik ke arah Sabrina, "emang lo mau beli apaan?"


"Aku sih mau beli hoodie couple gitu." jawab Sabrina.


"Emang buat siapa?"


"Ada deh."


Sabrina berjalan terlebih dahulu meninggalkan Leon yang masih berkecamuk dengan pikirannya. Tetapi, tak lama akhirnya ia langsung berlari kecil menyusul gadis itu.


Sabrina masuk ke dalam toko yang di sana tersedia banyak sekali bermacam macam hoodie. Dia menghela nafasnya, jadi bingung memilih yang mana.


"Leon, menurut kamu hoodie nya yang bagus warna apa?" tanya Sabrina.


"Kalau menurutku sih warna putih, tapi kembali ke elo, kan yang mau beli lo."


"Emm.. Leon tau apa enggak warna kesukaannya Vano?" tanya Sabrina yang membuat Leon sedikit terkejut, tetapi dia bisa menyembunyikan ekspresinya.


"Dia sih suka warna hitam, hijau army, sama abu abu." jawab Vano.


Sabrina menganggukkan kepala, dia langsung sibuk memilih ketiga warna hoodie itu. Sedangkan Vano, laki laki itu hanya mengikuti ke arah mana gadis itu berjalan.


Ternyata sakit banget ya, mencintai orang yang enggak mencintai kita batin Leon


Setengah jam kemudian, akhirnya Sabrina telah mendapatkan ketiga hoodie couple dengan warna yang tadi telah disebutkan oleh Leon.


"Udah yuk, aku mau ke kasir dulu ya." ujar Sabrina yang diangguki oleh Leon.


Mereka berdua berjalan menuju kasir, Sabrina meletakkan ketiga hoodie couple itu di atas meja.


"Total semua 750.000 ya kak." ucap sang kasir.


Sabrina menganggukkan kepalanya, dia mengambil uang dari dompet dan akan menyerahkan uang itu ke kasir. Tetapi, tangannya itu di turunkan tiba tiba oleh Leon.


"Pakai ini aja." Leon menyerahkan kartu berwarna hitam ke kasir.


Sabrina menatap ke arah Leon, "kok jadi kamu yang bayar, itu mahal lho."


"Udah gak usah banyak omong." Vano mengambil kartunya kembali dan menyerahkan tote bagian berisi hoodie itu ke Sabrina.


"Nanti uangnya aku ganti ya." ujar Leon.


"Kagak usah, cuma segitu doang. Udah ayo ah kita makan, gue laper banget." ajak Leon berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Sabrina.