
Kemenangan atas SMA Laksa Putih Bandung di pertandingan ke 6 Liga Sekolah menjadikan SMA Pasundan pemuncak klasemen yang tak tergoyahkan oleh sekolah lainnya.
Meski masih berjarak beberapa poin saja, itu masih menyulitkan bagi mereka untuk mengejar SMA Pasundan yang sedang dalam kondisi sangat baik.
Dari 6 pertandingan, mereka meraih 5 kemenangan dan 1 hasil seri.
Tapi bagi para sekolah lain, SMA Pasundan juga di nilai beruntung karena baru bertemu dengan lawan lawan yang kurang dalam kualitasnya.
Mereka juga menantikan laga ke 7 SMA Pasundan melawan SMA Pancasila Bandung, dimana SMA Pancasila termasuk dalam jajaran tim yang kuat.
Mereka ingin melihat apakah SMA Pasundan mampu menang atau tidak.
Laga ke 7 SMA Pasundan melawan SMA Pancasila Bandung akan di gelar di hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2027.
Ini juga akan menjadi laga kandang ke 4 bagi SMA Pasundan sebelum mereka akan bermain tandang di pertandingan berikutnya.
Suasana di kota Bandung sangat hangat dengan berita berita Liga Sekolah yang sedang bergulir ini.
Apalagi bagi para warga atau masyarakat, mereka sangat antusias karena mereka sudah melihat siapa saja tim tim kuat untuk tahun ini.
7 Oktober 2027,
Pasundan Ground yang merupakan lapangan sepak bola milik SMA Pasundan dipenuhi oleh para penonton.
Kedua tribun di isi seperti biasanya, namun ada yang spesial untuk pertandingan hari ini.
Dimana beberapa siswa nakal melakukan pelarangan kepada siswa SMA Pancasila Bandung yang datang untuk menonton pertandingan.
Mereka melarang agar siswa ini tidak memasuki lapangan dan menunggu diluar yang menyebabkan warga atau masyarakat sekitar bisa masuk dan menjadi kedua tribun di isi oleh orang orang di dekat sekolah Pasundan.
Meski terjadi beberapa perdebatan, tapi para siswa ini tidak menjadikan perdebatan ini sebagai keributan baku hantam.
Karena mereka tidak ingin menganggu jalannya pertandingan.
Di lapangan, sorak sorai para penonton terdengar sangat keras.
Para siswa SMA Pancasila Bandung yang datang juga sangat kesal karena tidak bisa menonton pertandingan.
Mereka sangat khawatir dengan tim mereka.
Apalagi pertandingan ini sangat penting.
Saat ini mereka berada di posisi ke 4 dan jarak poin dengan peringkat peringkat lainnya sangat berdekatan.
Di lapangan dimana para pemain sedang bermain dengan tensi yang sangat tinggi, bola terus bergulir dari kaki ke kaki.
Kedudukan untuk pertandingan yang sedang berjalan ini juga masih 0 - 0.
Jean yang bermain di lapangan juga di jaga sangat ketat, bahkan dia berlari kemanapun akan di ikuti terus menerus.
Mereka tidak takut ketika Jean berlari ke dekat kotak penalti dan diam.
Padahal jika begitu, mereka tidak bisa memakai jebakan off-side.
Pada menit ke 35, SMA Pancasila melancarkan serangan balik nya melalui sisi kiri mereka.
Winger mereka melakukan aksinya dan langsung melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti untuk melayani sang penyerang.
Duel di udara juga harus di lakukan, Noel berduel dengan penyerang SMA Pancasila Bandung dan akhirnya berhasil mengunggulinya.
Membuang bola ke luar kotak penalti dan pertandingan berjalan kembali dengan penguasaan bola yang di lakukan oleh para pemain SMA Pasundan.
Dengan gagalnya serangan, para pemain SMA Pancasila Bandung juga memilih bertahan lagi.
Akhirnya sampai turun minum, gol tidak tercetak sama sekali dan kedudukan masih imbang 0 - 0.
Kembali ke ruang ganti, pelatih Maha Pudra memandang para pemainnya.
"Serangan tidak hanya terfokus pada Jean, kalian bisa melakukannya."
"Coba jalur lain, sekarang Jean di kawal oleh 2 pemain, temukan celah lainnya yang sangat kosong dan manfaatkan celah tersebut."
Para pemain mengangguk, mereka juga sudah melakukan hal ini di babak pertama, tapi pencegahan para pemain lawan sangat cepat.
Pelatih Maha Pudra menjelaskan dan memberitahu para pemainnya tentang bagaimana babak kedua harus bermain.
Saat berjalan menuju lapangan lagi, Jean menghampiri Elvin.
Berbisik dengan pelan :"Berikan bola padaku sesekali, tidak peduli apakah aku di jaga ketat atau tidak." Jean meminta pada Elvin dan di setujui oleh Elvin.
Jean hanya menyentuh beberapa kali saja pada bola dan bahkan belum mencatatkan tembakan.
Pertandingan di mulai dengan peluit yang ditiupkan oleh wasit.
Pertandingan berjalan seperti biasa dimana perebutan bola dan penguasaan bola terjadi.
Sorakan akan terdengar lebih keras ketika para pemain SMA Pasundan mencoba menyerang, dan teriakan 'boo' akan terdengar ketika SMA Pancasila Bandung melakukan penguasaan bola.
Para penonton SMA Pancasila Bandung yang tidak bisa menonton dan berada di luar sangat cemas mendengar teriakan teriakan seperti ini.
Pada menit 53, Elvin menerima bola dari Valeron.
Dia melirik sedikit dan menemukan Jean di tempel oleh salah satu pemain, sedangkan pemain satunya menjaga ruang gerak Jean.
Dia pun optimis dan langsung memberikan operan pada Jean dengan sangat akurat.
Pelatih Maha Pudra di pinggir lapangan memegangi kepalanya sangat frustasi.
Dia kesal kenapa Elvin malah memberikan operan pada Jean yang di jaga sangat ketat.
Elvin mengabaikan teriakan dari pelatih Maha Pudra dan langsung bergerak lagi ketika Jean menguasai bola saat ini.
Jean yang menerima bola mencoba menahan bola di kakinya dan punggungnya menahan beban dari dorongan pemain lawan yang menempelnya.
Matanya tak pernah berhenti bergerak antara menatap bola dan sekitarnya.
Dia ingin memastikan ruang ruangnya yang kosong dan akan memanfaatkan ruang tersebut untuk bergerak.
Melihat temannya kesulitan, pemain lawan satunya lagi mendekat dan mencoba membantu untuk merebut bola.
Jean juga merasakan nya dan intuisinya mengatakan bahwa saat inilah momentum paling pas untuk nya.
Benar saja, Jean memutar badannya dan bolanya dia dorong menggunakan tumitnya melewati ************ lawan.
Menggunakan tangannya untuk membantu dirinya bebas dari kekangan lawan, Jean langsung berlari setelah berhasil memutar badannya.
Kedua pemain lawan yang menjaga Jean menggertakkan giginya dan berlari mengejar Jean.
Saat Jean berhasil melewati kedua pemain lawan tersebut, seruan yang sangat keras di lakukan oleh para penonton.
Fadli selaku komentator sudah berteriak kegirangan saat ini.
Benar saja intuisi Fadli sangat akurat.
Dia berteriak dengan mic nya.
"Jean berhasil melewati dua pemain lawan yang selalu menjaganya."
"Sekarang dia terbebas dan mencoba mengambil kembali bolanya."
"Memasuki kotak penalti."
"Di ujung lain ada Deva dan Bintang yang berlari memasuki kotak penalti."
"Apa yang akan di lakukan Jean saat ini?"
Teriakan Fadli sangat menular sehingga para penonton merinding dan merasakan atmosfirnya.
"Jean melakukan ancang ancang, apakah dia akan menembak."
"Dia Riska mengoper dan menembak."
"Laju bola yang sangat indah dan terlihat bola ini sangat ind..."
"GOLLLL!"
"Jean berhasil mencetak gol pertama bagi SMA Pasundan."
"Ini merupakan hasil yang pantas baginya karena sudah bekerja keras."
Fadli terus berteriak sangat bersemangat, melihat Jean berselebrasi seperti biasa saja dan tidak mewah, Fadli tetap berteriak dengan semangat.
"PRINCEEE!!!"
"JEAN!!"
Teriakan 3 kali antara komentator dan penonton membangunkan para penonton SMA Pancasila Bandung yang berada di luar lapangan.