A Goat'S Journey

A Goat'S Journey
21.



Di 27 Agustus 2027, Hari Minggu lebih tepatnya.


Pertandingan antara SMA Pasundan melawan tamunya yaitu SMA Jaya Sakti Bandoeng sedang berlangsung di Pasundan Ground.


Pertandingan yang di selenggarakan di Pasundan Ground ini telah dibuat sangat heboh oleh teriakan teriakan para penonton.


Apalagi penonton yang terdiri dari siswa SMA Pasundan, mereka benar benar mendominasi pertandingan kandang ini dan memanfaatkannya dengan sangat baik untuk mendukung tim sepak bola sekolah mereka.


Dan tentunya, para pemain di lapangan tidak mengecewakan dukungan para penonton.


Di babak pertama yang sedang berlangsung ini, SMA Pasundan telah unggul 2 gol atas SMA Jaya Sakti Bandoeng.


Kedua gol tersebut di cetak oleh Adrian melalui sundulan yang di dapat dari sepak pojok dan tap in setalah menerima operan dari Deva di sisi kiri.


Kedua gol tersebut di cetak pada menit ke 13 dan 29.


Saat ini, pertandingan di lapangan juga akan segera berakhir mengingat waktu untuk pertandingan hanyalah 40 menit saja.


Dan benar, wasit yang memimpin jalannya pertandingan juga meniupkan peluitnya untuk mengakhiri babak pertama ini.


Dengan tendangan dari penjaga gawang SMA Jaya Sakti Bandoeng, itu menjadi bola terakhir dan penutup untuk babak pertama.


Para pemain dari kedua tim segera memasuki ruang ganti.


Berbeda dengan Jean dan yang lainnya yang tadi duduk di bangku cadangan, mereka langsung masuk ke lapangan dan melakukan pemanasan dengan memainkan sentuhan sentuhan bola.


"Fadli, bagaimana perasaanmu bahwa tim sekolahmu menang saat ini?"


Fadli yang mendengar ini tersenyum bahagia dan berkata :"Sungguh luar biasa melihat tim sekolah menang saat ini, apalagi dengan keunggulan 2 gol di babak pertama."


"Ini tentu akan lebih memudahkan sekolah kita meraih 3 poin penuh. Meski begitu, ini masih tidak aman dan para pemain harus tetap berhati hati."


Jarot tersenyum dan segera membalas:"Jadi bagaimana pendapatmu untuk babak ke dua ini? Apakah SMA Pasundan bisa menambah gol atau bahkan golnya akan terbalaskan oleh SMA Jaya Sakti Bandoeng?"


Mendengar pertanyaan seperti ini, Fadli hanya menyeringai pada Jarot.


Jarot juga mengangkat alisnya tidak mengerti.


"Senior Jarot, pandangan saya untuk pertandingan di babak kedua akan menjadi sangat menarik, itu benar benar sangat menarik."


"Saya juga percaya bahwa tim sepak bola sekolah saya atau SMA Pasundan akan bisa mempertahankan keunggulan golnya dan bahkan menambah jumlah golnya."


Mendengar pernyataan Fadli, Jarot sedikit aneh, tapi dia tidak bertanya dan segera melihat daftar pemain dari kedua tim.


Ketika dia melihat sebentar, dia langsung mengerti.


"Sepertinya kepercayaan mu itu berdasar pada fakta."


"Tentu."


Para penonton yang mendengar obrolan ini ada yang aneh dan ada yang bersemangat.


Tentu pihak yang bersemangat tidak lain adalah penonton dari tim SMA Pasundan.


Mereka tahu kenapa Fadli berkata seperti ini.


Segera para pemain memasuki lapangan kembali, Jean yang sudah menyelesaikan pemanasan dengan pemain lain juga segera duduk kembali di bench.


Asisten pelatih Rahman Lamalanggi memanggil Jean.


"Bersiap, 5 menit dari sekarang kamu akan mulai bermain."


Segera Jean kembali duduk dan bersiap.


Dia membuka rompi tim dan segera mengencangkan tali sepatunya.


Memasang pelindung kaki di bagian tulang kering dan meminum sedikit air, tak lupa dia juga membasahi rambutnya sedikit.


Bersamaan dengan Jean yang bersiap, pertandingan juga sudah di mulai kembali dengan bola yang berada di penguasaan kaki para pemain SMA Jaya Sakti Bandoeng.


"Jean!!" Teriak pelatih Maha Pudra.


Jean juga segera mendekat ke pelatih Maha Pudra.


Bersamaan dengan Jean yang di panggil, Zidane sedang berdiskusi dengan asisten pelatih Rahman Lamalanggi.


"Bawa permainan ke tempo yang cepat dan intensitas tinggi. Kontrol penguasaan bola sepenuhnya dan bermain secara agresif ketika kehilangan bola."


Instruksi tersebut di sampaikan pada Jean dan Zidane di tempat yang berbeda.


Keduanya mengangguk dan segera berdiri di pinggir lapangan.


Segera asisten wasit atau wasit keempat juga mengangkat tangan pergantian pemain.


10 keluar, 6 masuk.


7 keluar, 21 masuk.


Ian keluar, Zidane masuk.


Reval keluar, Jean masuk.


"Pergantian pemain lebih cepat di lakukan oleh SMA Pasundan."


"Jean dan Zidane masuk menggantikan kedua pemain Ian dan Reval."


Suara Jarot juga memberitahu para penonton tentang identitas keduanya.


Tapi saat nama Jean baru di sebut oleh Jarot, gemuruh dan teriakan langsung terjadi di Pasundan Ground.


Jean dan Zidane bersalaman bersama Ian dan Reval.


Keduanya langsung masuk dan memberikan instruksi pelatih.


Elvin sebagai inti lini tengah langsung mengerti.


Jean juga menunjuk pada Deva untuk segera berpindah ke posisi kanan dan dia akan menempati posisi kiri.


Segera pertandingan di mulai kembali dengan lemparan ke dalam milik SMA Jaya Sakti Bandoeng.


Para pemain SMA Pasundan langsung melaksanakan instruksi pelatih Maha Pudra dan melakukan tekanan secara agresif dan tekanan tinggi.


Perubahan tiba tiba seperti ini membuat para pemain SMA Jaya Sakti Bandoeng panik.


Pelatih mereka di pinggir lapangan juga langsung berdiri dari duduknya dan berteriak menenangkan.


Tapi semuanya sangat terlambat, perubahan yang di lakukan para pemain SMA Pasundan dalam pressing dan perebutannya benar benar dalam keadaan intensitas yang tinggi dan tempo yang cepat sehingga membuat operan operan para pemain lawan sangat berantakan.


Segera, Adrian yang berlarian di wilayah pertahanan lawan juga berhasil menganggu nya dengan baik.


Dia memberikan gangguan dan bola yang di oper pemain lawan terjadi kesalahan dan di dapatkan oleh Zidane.


Zidan segera mengatur bola ke Elvin.


Elvin yang menerima bola tidak terlalu buru buru.


Meski instruksi pelatih harus dalam tempo cepat, tapi dia juga tahu bahwa dia juha harus mengatur ritme timnya sendiri dulu supaya terbiasa.


Segera operan operan di lakukan para pemain SMA Pasundan.


SMA Jaya Sakti Bandoeng yang panik tadi juga kesal dan melakukan pressing secara cepat dan agresif.


Tapi mereka menemukan bahwa operan operan para pemain SMA Pasundan sangat canggih.


Cepat dan tepat sasaran.


Mereka seperti di permainkan saja.


Pelatih SMA Jaya Sakti Bandoeng di pinggir lapangan juga segera menginstruksikan beberapa pemainnya untuk bersiap melakukan pergantian.


Dia tahu bahwa ini sangat berbahaya dan tempo benar benar di miliki oleh SMA Pasundan.


Jika ini terus berlanjut, gol akan kembali tercipta dan timnya akan tertinggal semakin jauh.


Ketika operan operan di lapangan terjadi, para penonton dari SMA Pasundan sangat bersemangat.


Meski pada uji coba mereka melihat penguasaan bola seperti ini, tapi tempo nya tidak secepat sekarang.


Dimana bola selalu berpindah dari kaki pemain 1 ke pemain 2 dengan sangat cepat dan tepat sasaran.


Ini benar benar menyegarkan mereka.


Bahkan warga sekitar juga tak menyangka permainan SMA Pasundan bisa seperti ini dan ini benar benar jauh berbeda dengan tahun kemarin.


"Ini berbeda dengan SMA Pasundan tahun kemarin."


"Ini menarik." Obrolan terjadi di tribun oleh warga sekitar yang sangat tertarik dengan permainan bola dari para pemain SMA Pasundan.


Jarot komentator juga tercengang dan menatap Fadli di sampingnya tapi menemukan bahwa Fadli juga tercengang dengan mulutnya yang terbuka.