A Goat'S Journey

A Goat'S Journey
26.



17 September 2027,


Kedua tribun kiri dan kanan dari Pasundan Ground sudah di penuhi oleh para penonton.


Entah itu penonton dari siswa SMA Pasundan atau SMA Taruna Jaya Bandung, bahkan warga sekitar.


Yang paling di favoritkan tentu adalah tribun di sisi sebelah kanan, dimana tribun sebelah kanan di isi oleh hampir semua siswa dari SMA Pasundan dan beberapa guru pria yang menghabiskan waktu liburnya untuk menonton pertandingan sekolah mereka.


Hari Minggu ini merupakan pertandingan keempat SMA Pasundan di Liga Sekolah.


Setelah melakukan tandang di pertandingan kedua dan ketiga, mereka akhirnya kembali bermain di kandang mereka sendiri sekarang.


Di pertandingan keempat ini, mereka menjamu lawannya yaitu SMA Taruna Jaya Bandung seperti yang terlihat di tribun sebelah kiri yaitu beberapa penonton dari SMA Taruna Jaya Bandung hadir.


Sorakan dan nyanyian terus di teriakan oleh para penonton dari siswa SMA Pasundan yang berada di tribun sebelah kanan.


Ada beberapa pemimpin kelompok yang mengatur sehingga mereka teratur.


Mereka bersorak dan bernyanyi tidak lain karena pertandingan di lapangan sedang berlangsung di lapangan.


Melihat semangat juang dan kerja keras para pemain, mereka tidak ingin kalah darinya sehingga terus memberikan dukungan.


Di lapangan hijau Pasundan Ground, dimana para pemain sedang bermain saat ini, bola terus bergerak dari sisi SMA Pasundan ke sisi SMA Taruna Jaya Bandung.


Dan terus bergerak bergantian.


Melihat pada papan skor yang terpasang tinggi, kedudukan saat ini adalah 2 : 1.


Sudah jelas terlihat bahwa tuan rumah atau SMA Pasundan sedang unggul saat ini.


Dilihat dari basahnya jersey para pemain dan skor yang ketat seperti ini, apalagi pertandingan yang semakin memanas, ini sudah di pastikan berada di babak kedua.


Pada menit ke 62, seorang gelandang tengah dari SMA Taruna Jaya Bandung mendapatkan bola dengan berhasilnya memotong operan di lini tengah.


Pemain gelandang tersebut tidak membuang waktu dan langsung memberikan umpan terobosan pada sisi kiri pertahanan SMA Pasundan.


Hilal yang menjaga pos di sisi pertahanan kiri pun langsung mencoba menutup dan memotong bola operan tersebut.


Alhasil karena dirinya panik, dia terlambat memperhitungkan semuanya.


Saat kakinya akan menyapu bola, uluran kaki langsung menghancurkan bayang bayang nya.


Jelas bahwa pemain Winger dari SMA Taruna Jaya Bandung memanfaatkan ini dengan momentum yang kuat.


Berhasil mengambil bola dan segera melewati Hilal dengan mudahnya.


Hilal yang terlewati pun berbalik badan dan mengejar, dia menggertakkan giginya sambil mengejar.


Pemain Winger yang memiliki ruang kosong di depan berbelok langsung menusuk ke dalam kotak penalti.


Luffy yang berposisi sebagai bek tengah kiri pun langsung bergerak mencoba menutupi ruang tersebut.


Hasilnya pemain winger tersebut justru tidak takut dan langsung mendobrak pertahanan Luffy dengan usahanya.


Luffy yang memiliki ketenangan dan pengalaman justru di hancurkan dan di lewati dengan mudah.


Setalah melihat ruang kosong dan hanya gawang saja, pemain tersebut tanpa ragu langsung melakukan tembakan.


Bersamaan dengan tembakan yang akan dia lakukan, dia melihat tekelan kaki yang mengarah pada bola.


Jelas bahwa itu adalah tekelan Jean yang berlari dari depan menyusul Hilal.


Namun aksi ini masih terlambat dan bola masih di tembak.


Penjaga gawang Fahri langsung melakukan aksi penyelamatan dan melompat ke sisi kanan gawangnya karena pemain winger dari SMA Taruna Jaya Bandung menembak secara menyilang.


Dengan aksinya, Fahri berhasil menepis bola namun tak lama seorang penyerang melakukan tembakan lagi yang memanfaatkan bola kedua tersebut.


Jelas bahwa pemain tersebut adalah seorang penyerang tim SMA Taruna Jaya Bandung.


Setelah melihat bola masuk ke gawang, Fahri memukul rumput di depannya.


Dia kesal.


Dia jelas sudah menyelamatkannya, tapi kemana teman temannya dan malah membiarkan pemain tersebut bebas.


Merayakan golnya karena menyamakan kedudukan, pertandingan di mulai kembali setelah wasit memberikan instruksi.


Pergantian demi pergantian di lakukan oleh pelatih SMA Taruna Jaya Bandung untuk mengulur waktu.


Waktu juga terus berjalan.


Pertandingan menjadi sangat sengit dan SMA Pasundan semakin mendominasi permainan.


Itu di sebabkan oleh pemain SMA Taruna Jaya Bandung memilih untuk bertahan total.


Ketika bola datang, mereka akan langsung membuangnya ke depan atau keluar lapangan.


Pada menit ke tambahan dimana waktu pertandingan akan berakhir, Diki di langgar oleh pemain lawan di mana posisi tersebut sangat dekat dengan kotak penalti.


Segera para pemain SMA Pasundan berdiskusi siapa yang akan melakukan eksekusi free kick ini.


Para pemain akhirnya sadar bahwa tidak ada Elvin di lapangan.


Mereka akhirnya menghela nafas karena tidak tahu siapa yang akan menembak free kick ini.


Pasalnya Elvin tidak bermain di pertandingan ini karena dia sudah bermain full selama 3 pertandingan awal kemarin.


"Biarkan aku yang mengambilnya." Terdengar suara datang ketika para pemain SMA Pasundan berdiskusi.


Elvin yang duduk di bench juga langsung berdiri, dia berteriak bersamaan dengan pelatih Maha Pudra : "BERIKAN PADA JEAN, DIA BISA!"


Mendengar ini, para pemain akhirnya memberikan free kick ini pada Jean.


Jean menerima bola dan mengatur bolanya.


Suasana di lapangan menjadi sangat tegang.


Tidak ada suara, bahkan para penonton yang sedari tadi bernyanyi juga sekarang terdiam.


Para pemain di kedua bench juga berdiri menatap free kick ini.


Pasalnya waktu benar benar akan habis setelah free kick ini jika dihitung dengan benar.


"Fadli, bagaimana menurutmu tendangan bebas ini?" Tanya Jarot.


"Saya sangat berharap gol akan di cetak sekarang."


"Ini akan menjadi pukulan telak yang sangat menyakitkan bagi mereka."


"Apakah kamu percaya padanya?" Tanya Jarot.


"Aku percaya."


Kedua komentator itu berdiskusi mengenai free kick saat ini.


Mereka juga merasakan perasaan tegang saat ini.


Ini akan menjadi momen paling indah yang terjadi di pertandingan hari ini.


Akhirnya, Jarot dan Fadli melihat Jean melangkah mundur setelah mengatur bolanya dengan nyaman dan baik.


"Melihat ancang ancang nya sepertinya dia sudah berlatih tendangan bebas, jadi apakah dia mampu menciptakan keajaiban?" Suara Jarot bergema di Pasundan Ground.


"Baiklah..." Jarot tidak menyelesaikan ucapannya karena saat ini dia merasa dia tidak bisa melanjutkan lagi perkataannya.


Dia melihat Jean berlari kecil ke arah bola dan langsung menembak.


"Bagus, JEANN!!"


"GOLLLL!!"


Teriakan bergema di Pasundan Ground.


Jelas bahwa itu adalah teriakan Fadli.


Dia sudah menahan nafas dari tadi dan melihat tendang bebas yang indah oleh Jean dia langsung berdiri dan kaget.


Setelah melihat bola masuk dia langsung berteriak.


Para penonton juga bersorak, Jarot masih melamun tidak percaya.


Dia awalnya kaget dengan teriakan tiba tiba Fadli di sebelahnya dan apalagi melihat tendangan bebas yang indah tadi.


"PRINCEE!!"


"JEAN!!"


Teriakan Fadli disambut oleh para penonton setelah, itu di sebabkan Fadli melihat Jean berlari ke tribun dan membuka kedua tangannya seolah dia merangkul semua tribun penonton SMA Pasundan saat ini.


Dengan teriakan dari Fadli dan penonton, suasana juga semakin heboh.


Jean yang sedang merayakan golnya terganggu oleh timnya yang langsung berlari dan menimpa dirinya.


Segera wasit memberikan instruksi lagi, hasilnya setelah wasit meniupkan peluit, peluit ditiup lagi tanda berakhirnya pertandingan.


Para pemain SMA Taruna Jaya Bandung berwajah jelek saat ini.


Jelas mereka tak menyangka Jean akan memanfaatkan peluang seperti ini dengan sangat baik.