
[Pembantaian!]
Itu merupakan judul berita yang mengguncang warga Bandung pada pagi hari.
Dengan judul berita seperti itu, banyak warga Bandung juga tertarik pada hal ini.
Entah itu melalui stasiun televisi lokal atau berita di Internet yang muncul di setiap ponsel.
Setelah mencerna lebih tentang berita yang muncul ini, mereka marah karena judulnya tidak sesuai dengan isinya.
Mereka semua mengira bahwa ini pembantaian manusia, tapi ternyata itu merupakan pembantaian dalam skor sepak bola.
Meski begitu, itu tak membuang minat mereka untuk lebih mencari tahu tentang pembantaian ini.
Mereka akhirnya mengetahui bahwa SMA Pasundan memiliki kekuatan skuad yang kuat.
Dengan di beritakan nya para pemain yang mencetak gol, mereka juga jadi lebih mengenali pemain pemain ini.
Kemunculan para pemain ini juga langsung menjadi topik panas bagi warga Bandung.
Banyak sekali yang menyukai sepak bola dan menonton pertandingan Liga Sekolah, tapi pertandingan yang benar benar luar biasa hanyalah pertandingan SMA Pasundan melawan SMA Jaya Sakti Bandoeng.
Skor tim lain yang bertanding di Liga Sekolah tidak ada yang melebihi 3 gol tapi SMA Pasundan melakukannya.
Ini menandakan bahwa SMA Pasundan memiliki kekuatan tim yang kuat dan hebat.
Sekolah sekolah lain yang berada di Liga Sekolah juga mengetahui berita ini dan mereka sangat terkejut mengetahui berita ini.
Mereka mengingat dengan benar bahwa kekuatan SMA Pasundan tidak sekuat itu tahun lalu.
Tapi kenapa tiba tiba menjadi menakutkan seperti ini, mereka akhirnya memilih untuk waspada.
Siapa yang tidak ingin timnya lolos ke babak nasional.
Jadi mereka saling mewaspadai tidak hanya pada SMA Pasundan yang panas ini tapi ke sekolah lain.
Mereka tahu bahwa sekolah lain juga bisa seperti SMA Pasundan ini yang tiba tiba kuat dan gila.
Untuk warga Bandung, mereka sangat bersemangat karena pertandingan Liga Sekolah akan menjadi sangat menarik.
Tentunya persaingan juga akan semakin panas dan sengit.
...
Di sekolah, para siswa SMA Pasundan mengobrolkan pertandingan kemarin ketika waktu istirahat.
Obrolan ini juga terjadi hampir di semua wilayah sekolah.
Mereka sangat bangga dengan sekolah mereka sekarang.
Apalagi bagi mereka Jean sudah benar benar menaklukan mereka.
Mereka percaya bahwa dengan adanya Jean sekolah mereka bisa mencapai ketinggian yang baru di Liga Sekolah.
Mereka sangat ingin sekolah mereka bertanding di tingkat nasional dan bertanding di Ibu kota.
Itu merupakan kebanggaan bagi sekolah dan para siswa juga karena sekolah mereka semakin terpandang.
Bukan hanya Jean, tapi bagi para siswa yang peka, mereka akan sangat mementingkan peran dari Elvin.
Dengan adanya Elvin di lini tengah, kekuatan tim menjadi sangat meningkat dalam bertahan dan menyerang.
Untuk siswa kelas 1 dan 2, mereka sangat senang karena mereka bisa menonton aksi keduanya tahun selanjutnya.
Berbeda dengan siswa kelas 3 yang hanya menyisakan tahun sekarang saja.
Para siswa di sekolah bukan mengobrol pertandingan kemarin saja, tapi bagi siswa perempuan atau siswi, mereka tentu semakin tertarik dengan Jean.
Apalagi Jean sekarang benar benar panas.
Mengandalkan dirinya saja, tingkat pengikut sosial media mereka akan sangat meningkat.
Apalagi jika benar benar menjalin hubungan serius dari sekarang, mereka benar benar membayangkan kehidupan sukses di depan mata.
Dengan kemampuan dan kualitas Jean, para siswi tahu bahwa Jean tidak mungkin bermain di Asia atau Indonesia tapi di Eropa.
Mereka sangat ingin menikmati kesuksesan itu.
Mereka bersekolah seperti biasa dengan menjalani hari harinya dengan pembelajaran dari pagi sampai siang hari.
Tak lupa juga untuk Jean dan para siswa yang ada di ekstrakulikuler sepak bola.harus berlatih.
Pelatihan juga pelatih Maha Pudra tidak melakukan banyak pengaturan.
Pelatihan di awal akan fisik dan kemudian taktik dan strategi semakin di asah agar semakin matang.
Pelatih Maha Pudra percaya bahwa para pemainnya dalam tingkat latihan teknik sudah sangat mendasar dan tidak mungkin melakukan kesalahan kesalahan kecil.
Apalagi ketika di terapkan di pertandingan internal, kekuatan teknik dasar juga akan meningkat.
Mendekati bulan baru yaitu bulan September, para pemain semakin bersemangat.
Mereka akan menjalani pertandingan kedua mereka di awal bulan yaitu 2 September pada hari Sabtu.
Mereka akan bertanding melawan SMA Laksa Bandung.
Pertandingan ini mereka harus melakukan perjalanan ke daerah sekolah Laksa karena jadwal ini merupakan jadwal tandang.
Dengan hari Sabtu yang biasanya merupakan hari sekolah, para pemain juga sangat santai.
Itu karena pelajaran di hari Sabtu benar benar tidak ada sepertinya, meski ada jadwal pelajaran tapi para siswa selalu bebas di sekolah dan tidak ada pelajaran sama sekali.
Akhirnya tanggal 2 September pun tiba.
Di lapangan sepak bola milik SMA Laksa Bandung, para pemain memasuki lapangan.
Saat tim SMA Pasundan memasuki lapangan, cemoohan datang dari tribun penonton tuan rumah yaitu para siswa SMA Laksa Bandung.
Mereka berharap dengan cemoohan ini mental para pemain SMA Pasundan terganggu dan memiliki permainan yang buruk.
Sehingga tim sekolah mereka bisa bermain dengan mudah dan meraih kemenangan.
Komentator di lapangan juga sudah memberitahu daftar line up kedua tim sekolah ini.
Segera peluit berbunyi, pertandingan juga di mulai.
SMA Pasundan yang memilih untuk menguasai bola terlebih dulu bermain dengan sangat aktif dan hati hati.
Mereka tahu bahwa ini bukan kandang mereka dan cemoohan semakin keras ketika para pemain SMA Pasundan menguasai bola.
Ketika bola di oper kepada Jean, cemoohan semakin keras lagi.
Mereka ingin menghancurkan pemain ini yang sangat berbahaya bagi tim mereka.
Dan benar saja, ketika Jean menerima bola di menit ke 4, SMA Pasundan melancarkan serangan berbahaya.
Jean melakukan terobosan berturut turut dengan melewati 2 pemain saat pemain ketiga muncul, Jean melakukan operan pada Valeron di dekatnya dan langsung berlari berniat melakukan operan 1 - 2 dengannya.
Dan Valeron juga memenuhi keinginan Jean, Jean yang terbebas dari pemain ke tiga itu sudah berada di kotak penalti.
Para penonton di tribun siswa SMA Laksa Bandung sudah sangat berdebar.
Mereka langsung berteriak dan mencemooh dengan keras.
Tapi semuanya tidak berguna dan Jean melakukan tembakan seperti biasa.
Dengan tembakan itu, para penonton siswa SMA Laksa Bandung berdegup kencang tapi segera mereka menghela nafas lega.
Sebab tendangan dari Jean membentur tiang jauh.
Mereka sangat takut tim sekolah mereka tertinggal terlebih dulu.
Apalagi pertandingan ini baru saja di mulai, ini akan sangat sulit kedepannya.
Pertandingan terus berjalan, dan para penonton semakin heboh di bagian tribun.
Siswa dari SMA Pasundan hanya datang sebagian dan itu merupakan siswa laki laki semua yang berandalan.
Di pertandingan ini, ketika para pemain SMA Pasundan menguasai bola, penonton dari siswa SMA Laksa Bandung akan menganggu dengan mencemooh dan meneriakkan 'boo'.
Ketika para pemain SMA Laksa Bandung menguasai bola, teriakan bersemangat dan sorakan yang keras datang bertujuan memberi semangat dan memberikan tekanan pada para pemain SMA Pasundan.
Meski sedikit, siswa SMA Pasundan juga tak mau kalah dan melakukan yang terbaik untuk mendukung tim mereka.