
9 September 2027,
Pertandingan ketiga untuk tim sepak bola SMA Pasundan di Liga Sekolah.
Mereka akan bertandang ke lapangan sepak bola milik SMA Lingkar Satya Bandung.
Karena bertandang, ini juga menjadi pertandingan tandang ke dua bagi mereka.
Dengan 2 hasil pertandingan sebelumnya yang sangat baik, moral para pemain dari SMA Pasundan benar benar luar biasa.
Dengan 2 kemenangan yang berhasil mereka raih memberikan mereka kepercayaan lebih di pertandingan ketiga ini.
Seperti yang terjadi sekarang di lapangan sepak bola milik SMA Lingkar Satya Bandung, dimana SMA Pasundan bertamu ke rumah lawannya yaitu SMA Lingkar Satya Bandung, di lapangan saat ini para pemain sedang bermain dengan sangat serius.
Pertandingan ketiga bagi SMA Pasundan ini juga sudah berjalan berlangsung cukup lama dan saat ini berada di babak kedua.
Kedudukan skor yang tercatat di papan skor juga cukup mengagumkan.
Dimana sang tamu yaitu SMA Pasundan unggul 3 gol dari SMA Lingkar Satya Bandung.
Para pemain SMA Lingkar Satya Bandung juga tak percaya dengan hasil ini.
Apalagi semua gol tercipta di babak pertama dan sampai saat ini di babak kedua mereka masih saja kesulitan untuk mendobrak pertahanan dan mencetak gol untuk memperkecil keunggulan tuan rumah.
Ketiga gol yang di cetak di babak pertama oleh SMA Pasundan di sumbangkan oleh Deva yang berhasil memanfaatkan bola liar setelah tembakan Adrian di tepis oleh penjaga gawang.
Dan itu menjadi gol pembuka bagi SMA Pasundan.
Tak berangsur lama, 5 menit kemudian, SMA Pasundan memperbesar skornya melalui tembakan Jean setelah menerima umpan dari Elvin.
Dengan bola yang melintasi kepala lawan, bola jatuh di belakang pertahanan lawan.
Jean beradu lari dengan para pemain SMA Lingkar Satya Bandung dan alhasil mereka tertinggal ketika beradu lari dan hanya bisa pasrah dan mengagumi kecepatan Jean yang benar benar luar biasa.
Jean yang lolos pun langsung masuk kotak penalti dan tanpa banyak perhitungan dia langsung menembak dengan terarah ke pojok kanan bawah.
Dengan gol yang di cetak oleh Jean, keunggulan menjadi 2 - 0.
Membutuhkan waktu 14 menit untuk mencetak gol ketiga setelah gol kedua yang di cetak oleh Jean.
Dimana SMA Pasundan memanfaatkan sepak pojok dan Elvin memberikan servis yang sangat nyaman bagi para pemain.
Valeron juga memanfaatkan nya dengan sangat baik, dia langsung melakukan sundulan terarah ke pojok kanan atas.
Dengan ketiga gol di babak pertama, mereka turun minum dengan kelegaan.
Meski begitu pelatih Maha Pudra tidak cuek dan tetap memberikan arahan yang sangat serius.
Seperti yang terjadi di babak kedua sekarang.
Pada menit ke 73, Bintang mendapatkan bola setelah menerima operan dari Zidane.
Tapi karena dia tidak bisa berbalik, dia melirik ke kanan dan kirinya berharap ada Jean dan Deva yang bisa membantu.
Benar saja, keduanya tak mengecewakan.
Melihat situasi, Bintang memilih mengoper pada Jean.
Jean yang menerima bola menggiring sedikit dan setelah akan melakukan ancang ancang untuk menembak, ruangnya tertutup.
Dia melakukan operan ke sisi kanannya dimana Deva berada.
Deva menerima operan dan Jean yang sudah melakukan operan berlari lagi.
Benar saja, Deva tak mengecewakan Jean.
Deva hanya menggiring bola masuk kotak penalti untuk menarik perhatian lawan dan setelah fokus teralihkan padanya, dia langsung melakukan operan datar yang sangat kencang ke tiang jauh dimana Jean sudah mengangkat tangannya di ujung sana.
Jean hanya menyodorkan kaki nya saja untuk membuat arah bola menjadi ke arah gawang.
Jean dengan santai mencetak gol keduanya di pertandingan ini.
Dia seperti biasa melakukan selebrasi yang mewah karena ketika dia mencetak gol pertama dia tidak melakukan selebrasi mewahnya.
Pertandingan berlanjut setelah perayaan selesai, namun karena tersisa beberapa menit lagi, waktu tersebut menjadi waktu untuk melatih penguasaan bola para pemain SMA Pasundan.
Para pemain SMA Lingkar Saya Bandung hanya bisa pasrah dengan proses pertandingan ini.
Mereka menyadari semuanya bahwa kualitas kedua tim benar benar berbeda.
Mereka hanya kesal pada Jean dan Elvin.
Jika keduanya tidak ada di tim SMA Pasundan, kualitas permainan tidak akan jauh berbeda.
Setelah pertandingan usai, para pemain bersalaman dan berbincang sebentar.
Malam harinya, Jean mengistirahatkan tubuhnya karena lelah.
2 pertandingan dia lalui dengan bermain full.
Berbeda dengan pertandingan pembuka dimana dia hanya bermain ketika babak kedua saja.
Untung saja pertandingan tandang ini adalah hari Sabtu sehingga dia bisa beristirahat dengan sangat santai dan tenang karena esok adalah hari Minggu.
Benar saja, keesokan harinya setelah Jean bangun, Jean menerima acungan jempol dari ayahnya yang sudah menyelesaikan proyeknya.
Ayahnya saat ini mendapatkan waktu istirahat dan bisa bersantai di rumah.
"Bagus, kamu bermain dengan sangat baik."
"Ayah selalu memperhatikan semuanya melalui berita." Ucap Ayahnya.
Jean juga mengambil sarapannya dan menoleh ke arah televisi di mana berita sedang di siarkan.
Dan benar saja pembawa acara sedang membicarakan SMA Pasundan yang saat ini menjadi satu satu nya tim yang belum kalah.
Jean mendengarkan dengan seksama, tak lama, pembawa acara membawa topik berita tentang dirinya.
Dimana mengatakan bahwa kualitas permainan dari SMA Pasundan sangat meningkat dan menjadi tim dengan efisiensi gol tertinggi di sebabkan oleh 2 pemain baru mereka yaitu Jean dan Elvin.
Ayahnya juga bertanya tentang Elvin dan Jean menjelaskannya secara singkat mengenai Elvin.
Keduanya fokus mendengarkan berita dan melihat cuplikan gol gol dari Jean yang sudah di rangkum oleh pihak televisi.
Itu adalah gol gol di tiga pertandingannya baru baru ini.
Ayah Jean melihat Jean mencetak gol dengan sangat baik bertepuk tangan lalu menepuk bahunya.
"Kemampuan finishing mu seperti nya meningkat." Ucapnya bangga.
Jean hanya membalas dengan berkata :"Karena aku berlatih, jika tidak berlatih tidak mungkin seperti itu."
"Bagus, jangan lupakan latihan! Sukses tidak hanya tentang bakat saja tapi kerja keras."
"Kamu memiliki bakat sepak bola yang bagus dan kerja keras jangan di lupakan sehingga kamu benar benar bisa berdiri di puncak sepak bola nantinya."
"Aku mengerti ayah." Jean hanya mengangguk dengan berat ketika mendengar perkataan ayahnya.
Dia tahu bahwa bakat saja tidak cukup, jika di luaran sana ada yang memang karena bakat saja dan sukses, itu berarti mereka sangat di cintai oleh sang Tuhan dan menganugerahkannya bakat tiada tara.
Akhirnya, keluarga dengan 3 orang itu memulai sarapan bersama.
Selesainya ketiga nya mengobrol dan menghabiskan waktu 1 jam lebih.
Apalagi ibunya Jean menanyai Jean tentang pelajarannya bagaimana, apakah dia malas dan memiliki nilai nilai buruk atau tidak.
Jean menjelaskan bahwa dia rajin dan memiliki nilai bagus, jika dia tidak menjelaskannya dia sudah tahu bahwa ibunya akan bersikap sangat cerewet lagi.