
Jean yang merupakan siswa dari SMA Pasundan menjalani kehidupan nya seperti biasa layaknya siswa lain.
Bangun di pagi hari, bersekolah, belajar, bermain dan begitulah aktivitas nya sehari hari.
Apalagi jika tidak ada jadwal latihan bersama tim ekstrakulikuler sepak bola, Jean akan menambahkan kegiatannya sendiri.
Yaitu bermain bersama teman teman yang ada di daerah rumahnya.
Meski begitu, dia masih tetap akan melakukan latihan individu setiap hari entah itu pagi hari atau sore hari untuk membangun fondasi yang kokoh bagi dirinya sendiri agar kemampuannya semakin berkembang.
Dengan berjalannya Liga Sekolah yang sudah menjalani 4 pertandingan, suasana sekolah di seluruh Indonesia juga menjadi sangat menyenangkan.
Belajar di hari hari biasa dan di hari Sabtu atau Minggu mereka bisa menyaksikan pertandingan tim sepak bola sekolah mereka sendiri.
Untuk di wilayah Jean yaitu Bandung, Liga Sekolah juga berjalan dengan sangat lancar.
Dengan total 4 pertandingan yang sudah di jalani, SMA Pasundan tempat Jean berada memimpin di puncak klasemen.
Meski begitu, jarak dengan posisi kedua hanyalah 3 poin saja.
Itu di sebabkan oleh tim tim sepak bola sekolah lain yang sudah menderita 1 kekalahan, berbeda dengan SMA Pasundan yang meraih kemenangan penuh dari 4 pertandingan tersebut.
Sebagai pemuncak klasemen, mereka memiliki 12 poin totalnya.
Dengan jumlah gol yang cukup memuaskan.
Di bagian daftar pencetak gol terbanyak, Jean juga memuncaki daftar tersebut.
Jarak dengan posisi kedua juga cukup lumayan jauh.
Jean mencetak 7 gol secara keseluruhan dari total 4 pertandingan.
3 gol di pertandingan pertamanya, 1 gol di pertandingan kedua, 2 gol di pertandingan ketiga dan 1 gol di pertandingan terakhirnya melalui tendangan bebas.
Dengan Jean sebagai pemuncak daftar pencetak gol terbanyak, daftar pencetak assist terbanyak juga di pegang oleh Elvin.
Dimana Elvin benar benar menunjukan kemampuannya sebagai pengumpan handal.
Hampir di setiap pertandingan dia mencatatkan assistnya.
Hanya di pertandingan keempat saja dia tidak mencatatkan assistnya karena dia tidak turun bermain.
Meski begitu, catatan assistnya lebih dari 5 karena di pertandingan SMA Pasundan, dia mencatatkan hattrick assist.
24 September 2027, tepatnya hari Minggu.
Waktu benar benar cepat berjalan, SMA Pasundan harus melakukan pertandingan tandang hari ini.
Mereka pergi ke lapangan sepak bola milik SMA Merdeka Bandung.
Pertandingan ini akan menjadi pertandingan ke 5 bagi kedua tim tersebut.
Di lapangan hijau milik SMA Merdeka Bandung, para pemain dengan sangat teliti dan berhati hati.
Meski begitu pertandingan masih sengit karena skor atau kedudukan untuk pertandingan ini masih 0 - 0.
Apalagi pertandingan ini sudah berjalan di babak kedua.
Para pemain dari SMA Pasundan tidak ingin meraih hasil seri, mereka ingin menang.
Tapi mereka juga harus berhati hati karena pertahanan SMA Merdeka Bandung benar benar kuat dan serangan baliknya sangat cepat.
Maka dari itu, para pemain SMA Pasundan sangat berhati hati.
Para pemain dari SMA Merdeka Bandung melancarkan serangan balik karena mereka tahu bahwa jika mereka ingin bermain dengan cara perebutan bola dan penguasaan bola mereka akan kalah total.
Dengan kedudukan yang masih saja 0 - 0 meski sudah babak kedua, ini tidak luput dari segi serangan SMA Pasundan menurun drastis.
Penyebabnya tidak lain adalah Jean hari ini tidak bermain sama sekali.
Ini juga merupakan pengaturan dari pelatih Maha Pudra yang mengistirahatkan Jean seperti mengistirahatkan Elvin di pertandingan sebelumnya.
Saat ini, Elvin juga tidak bermain.
Tujuan pelatih Maha Pudra jelas mengistirahatkan keduanya untuk pertandingan pertandingan penting ke depan dimana akan melawan tim tim yang lumayan kuat.
Berbeda dengan awal awal ini yang masih terbilang cukup layak untuk mengetes kekuatan pemain lain.
Segera pertandingan di lapangan juga berakhir dengan wasit yang meniupkan peluitnya.
Para pemain memasuki ruang ganti.
Di ruang ganti pelatih Maha Pudra tidak memarahi pemain melainkan memberikan motivasi untuk bangkit dan memberikan kemampuan mereka secara penuh di pertandingan berikutnya.
Pelatih Maha Pudra hanya mengatakan bahwa penyerangan tim saat ini terlalu lemah, dan ini di tujukan untuk Reval dan dan Diki yang benar benar kurang di pertandingan hari ini.
Deva yang selalu bermain di posisi Winger juga bermain 1 babak saja.
Padahal kekuatan Deva juga jelas kuat, tapi pelatih menggantinya karena ingin melihat bagaimana Reval dan Diki bermain.
Kembali dari SMA Merdeka Bandung, para pemain langsung bubar karena evaluasi sudah berikan oleh pelatih Maha Pudra.
Setelahnya hari berlalu seperti biasa.
Dimana bersekolah seperti siswa lainnya dan belajar seperti siswa lainnya.
Bermain setelah pulang sekolah seperti anak anak lainnya.
Berita berita mengenai Liga Sekolah juga terus bermunculan setiap hari meski tak ada pertandingan.
Ini menandakan bahwa perkembangan sepak bola sangat di sorot oleh media.
Menderita hasil seri di pertandingan terakhir juga menjadikan SMA Pasundan memasuki media berita.
Dengan penjelasan bahwa kedalaman skuad SMA Pasundan masih kurang dari segi penyerangan berbeda dengan lini tengahnya.
30 September 2027, ini menjadi pertandingan ke 6 bagi SMA Pasundan.
Pertandingan juga di gelar di kandang SMA Pasundan yang tak lain di Pasundan Ground.
Pasundan Ground sudah di penuhi oleh para penonton.
Pertandingan di lapangan sudah berjalan dengan sangat sengit.
Kedudukan di pertandingan saat ini adalah 1 - 0 dimana tuan rumah yaitu SMA Pasundan memimpin keunggulan.
Gol tersebut di cetak oleh Ian yang memanfaatkan operan Adrian yang menjadikan dirinya sendiri sebagai pemantul.
Setelah gol di cetak oleh Ian di babak pertama, pertandingan menjadi semakin panas dan sengit.
SMA Laksa Putih Bandung bermain dengan sangat baik meski tertinggal 1 gol.
Mereka bermain agresif dan menyerang.
Ini menghibur para penonton tapi bagi para penonton SMA Pasundan yaitu para siswa, mereka panik dan tegang karena tak ingin tim sepak bola sekolah mereka meraih hasil seri lagi.
Di pertandingan ini, Jean masih tidak bermain, sedangkan Elvin sudah bermain kembali.
Elvin bermain dengan sangat baik dan melakukan tugasnya dengan sangat baik.
Meski begitu, efektivitas pemain depan tidak setajam Jean jadi peluang peluang yang di berikan nya tidak dimanfaatkan dengan baik.
Menit ke 74, SMA Pasundan melakukan pergantian pemain.
Jean yang bernomor punggung 21 melompat lompat di pinggir lapangan.
Segera dia bersalaman dengan Diki dan menepuk bahunya selagi berkata :"Terima kasih atas kerja kerasmu." Jean kemudian memasuki lapangan dengan tepuk tangan para penonton.
Jean memberikan instruksi pada para pemain di lapangan secara singkat.
Segera pertandingan di mulai kembali.
Dengan masuknya Jean, SMA Laksa Putih Bandung yang awalnya agresif dan menyerang menjadi sangat berhati hati.
Mereka takut adanya serangan balik dan akan membunuh mereka dengan langsung.
Dengan SMA Laksa Putih Bandung yang bermain hati hati, permainan menjadi monoton.
Dan sampai peluit di tiup oleh wasit yang memimpin pertandingan di lapangan, skor tidak berubah dan tetap 1 - 0 dengan kemenangan pasti tim tuan rumah yaitu SMA Pasundan.
Para penonton bersorak merayakan kemenangan.