
Lapangan sepak bola milik SMA Laksa Bandung, pertandingan sedang berjalan.
Di lapangan, para pemain bermain dengan sangat serius.
Keringat sudah membasahi jersey mereka, namun hal seperti ini tidak menganggu kenyamanan mereka.
Di lapangan, para pemain terus bergerak dan bola mengikuti pergerakan para pemain.
Di lapangan, kedudukan untuk pertandingan SMA Laksa Bandung melawan SMA Pasundan adalah 1 - 1.
Saat ini sudah memasuki babak kedua pertandingan.
SMA Pasundan kecolongan gol terlebih dulu dan untung saja SMA Pasundan mendapatkan sepak pojok dan berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Adrian ketika duel di dalam kotak penalti.
Bola bergerak dari kaki ke kaki para pemain, perebutan juga terjadi di lapangan.
Pada menit ke 67, SMA Pasundan mendapatkan kesempatan bagus melalui gebrakan Jean dari sisi kiri.
Dia berhasil melewati salah satu pemain bertahan lawan dan melanjutkan giringan bola nya mencoba masuk lebih dalam.
Melirik sedikit ke depan, dia langsung mengambil ke putusan dengan sangat cepat.
"Jean memasuki kotak penalti."
"Oh, dia melakukan operan tanpa perasaan."
"AWAS!!!"
"ADRIAN!"
"GOLLLL"
Teriakan komentator yang membangunkan para penonton dari perasaan serius ketika menonton pertandingan.
Mereka melihat dengan jelas bagaimana terjadinya gol, tapi ketika komentator berteriak mereka meyakini bahwa ini adalah sebuah gol yang valid.
Di lapangan, Adrian melakukan selebrasi dan langsung berpelukan dengan Jean.
Para pemain SMA Laksa Bandung buru buru mengambil bola di gawang karena mereka tak ingin kehabisan waktu untuk menyamakan kedudukan.
Komentator di lapangan sudah menjelaskan secara rinci kenapa gol bisa tercetak.
Berkat pergerakan Jean yang sangat apik, dia berhasil menarik perhatian salah satu pemain bertahan bek tengah karena takut Jean akan langsung melakukan tembakan.
Tapi hasilnya, Jean justru melakukan operan pada Adrian yang muncul di belakang pemain bertahan tersebut dan langsung melakukan tembakan tanpa kontrol bola.
Meski penjaga gawang SMA Laksa Bandung sudah bereaksi dan melompat, tepisan nya tidak mampu mengubah arah terlalu banyak dan hasilnya bola tetap masuk ke dalam gawang.
Pertandingan berlanjut, para pemain SMA Laksa Bandung melakukan tekanan dengan menguasai bola dan mencoba bergerak maju memasuki wilayah SMA Pasundan secara perlahan.
Tapi penutupan ruang yang baik dari para pemain SMA Pasundan membuat kesulitan SMA Laksa Bandung.
Pressing juga akan di lakukan oleh para pemain SMA Pasundan ketika bola yang di oper oleh pemain SMA Laksa Bandung memasuki wilayah SMA Pasundan.
Sorakan terus menerus di berikan oleh para penonton dari siswa SMA Laksa Bandung.
Untuk memberikan semangat tambahan kepada para pemain dan mencoba memberikan tekanan pada pemain SMA Pasundan.
Tapi itu hanya mempengaruhi sedikit bagi para pemain SMA Pasundan.
Pada menit ke 72, SMA Laksa Bandung mendapatkan sepak pojok.
Duel udara juga terjadi di kotak penalti.
Penjaga gawang Fahri melakukan aksinya, dia keluar dari sarangnya dan melakukan tinjuan.
Bola keluar dari kotak penalti dan Jean yang asalnya berada di dalam kotak penalti untuk membantu pertahanan pun langsung bergerak mengambil kesempatan selagi bola masih bergerak di ruang bebas.
Mendapatkan bola, Jean langsung menggiring bola ke depan.
Para pemain SMA Pasundan lainnya berlari secara serempak membuka ruangan.
Ke kiri dan ke kanan.
Para pemain SMA Laksa Bandung berlari dengan perasaan tertekan.
Mereka tidak mau SMA Pasundan mencetak gol lagi.
Para pemain SMA Laksa Bandung bergantian menganggu Jean dengan menarik tangannya atau jersey nya, namun semua itu tak menganggu nya.
Dia sangat stabil dan terus melakukan giringan.
Melewati garis tengah, Jean terus berlari menggiring, kepalanya bergerak melirik ke kiri dan ke kanan melihat pergerakan temannya temannya.
Tapi menemuka ruang oper juga tertutup, dia memilih melanjutkan menggiring.
Para pemain SMA Laksa Bandung terus menganggu dan silih bergantian, namun meski begitu, semuanya tetap Jean lewati.
Total 5 pemain Jean lewati, komentator di lapangan sudah berseru dengan kaget melihat aksi Jean di lapangan.
Para penonton dari SMA Laksa Bandung juga sama, mereka tak percaya melihat aksi gila seperti ini di tingkat SMA.
Segera, Jean mendekati kotak penalti, 2 lawan dari SMA Laksa Bandung menghadangnya.
Jean melakukan gerakan favorit nya dengan menggoyangkan bahu nya ke kiri dan ke kanan secara bergantian untuk menganggu fokus lawan.
Kakinya melakukan aksi step over untuk mengelabuhi pemain di depannya.
Bahu turun ke sebelah kanan dan kaki kirinya dia hentakan sedikit untuk membuat gebrakan serius.
Pemain lawan melihat ini juga bergerak ke sisi kanan mereka untuk menutup ruang Jean dan mereka siap untuk berubah arah kapan saja.
Jean pun memenuhi keinginan mereka, dia langsung menggebrak seolah akan bergerak ke kiri dan pemain lawan juga mengikutinya, setelah melihat kesempatan ada, pemain lawan merentangkan kakinya untuk merebut bola.
Namun Jean sudah tahu dan sudah mengantisipasi hal itu, dia langsung bergoyang ke kanan dan pemain lawan juga mengikuti.
Tapi hanya sesaat saja, gerakan itu menjadi salah satu kunci keberhasilan Jean untuk menerobos saat ini.
Pemain lawan yang mengikuti itu jelas memiliki kesenangan karena bisa membaca gerakan Jean, tapi siapa sangka Jean justru membalikkan arahnya lagi ke arah kiri dan berhasil melewati pemain tersebut.
Ke 2 pemain bertahan lawan bertabrakan dan Jean langsung masuk ke dalam kotak penalti.
Penjaga gawang yang melihat Jean masuk kotak penalti pun memutuskan untuk menyerang, dia maju ke depan.
Jean menggebrak dengan ringan menggunakan kaki kanannya seolah akan menembak.
Benar saja gawang langsung tersentak kaget dan akan bergerak, tapi melihat bola masih ada, ada rasa syukur karena tidak tertipu.
Mencoba menyerang lagi, dia terpeleset, Jean dengan mudah melewati penjaga gawang dan langsung mendorong bola ke dalam gawang.
Memastikan bola sudah masuk ke dalam gawang, Jean langsung merentangkan tangannya secara lebar.
Seakan dirinya merangkul semua lapangan sepak bola ini.
Para pemain SMA Pasundan berlari ke arah Jean untuk merayakan gol.
Mereka kaget dengan aksi Jean saat ini.
Total Jean melewati 8 pemain lawan dan itu dengan penjaga gawang.
Ini gila.
Komentator di lapangan sudah berteriak dengan suara serak.
Dia tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.
Dia sudah sangat gembira, kaget dan tak percaya.
Segera pertandingan di mulai kembali setelah perayaan Jean dan temannya selesai.
Tapi sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, SMA Laksa Bandung tak mampu mencetak gol lagi, sama halnya dengan SMA Pasundan.
Gol Jean menjadi gol penutup bagi laga hari ini yang mempertemukan SMA Laksa Bandung melawan SMA Pasundan.
Para pemain bersalaman dan berbincang sebentar lalu kembali ke ruang ganti.
Para penonton SMA Laksa Bandung sudah gila saat ini.
Mereka menerima hasil ini, tapi mereka jelas tak menerima aksi Jean tadi.
Itu di luar nalar.
Melewati total 8 pemain dari gawang sendiri sampai gawang lawan.
Para penonton SMA Pasundan sama halnya tapi mereka tidak berlarut dalam hal itu, mereka jelas senang karena memiliki pemain seperti itu di tim sekolah mereka.
Setelah melakukan ganti baju dan lainnya, Jean bersama rekan timnya menaiki bus sekolah untuk kembali ke sekolah mereka.
Para pemain akan mengadakan beberapa evaluasi bersama pelatih.