A Butterfly That Can'T Fly

A Butterfly That Can'T Fly
Ras Batu 6



Satu Minggu berlaku, satu bulan berlalu, dan satu tahun berlalu. Alurra dan Iron masih berada di desa Ras Batu, Alurra sudah sangat merindukan keluarganya. Padahal, mereka baru saja bertemu dan sudah berpisah lagi. Bukannya Alurra tidak ingin pulang namun dia selama ini belajar bagaimana cara menggunakan kekuatannya agar bisa melindungi dirinya sendiri.


Semua itu dia lakukan agar orang lain tidak perlu melindunginya lagi, Alurra selalu saja menyesal ketika mengingat kejadian di mana dia melarikan diri bersama Iron di saat para Elves melindunginya dari para Divs.


Setelah satu tahun ini kekuatan Alurra banyak berkembang, pada awal kebangkitan kekuatannya dia hanya bisa menumbuhkan dan mengendalikan sulur-sulur tanaman kecil, tapi sekarang dia bahkan bisa menumbuhkan pohon-pohon besar, tanaman pemakan manusia, dan juga monster tanaman lain yang bisa menyerang musuh.


Kekuatan penyembuhan yang ada pada kekuatan kayunya juga sudah bisa dia kendalikan dan energinya semakin besar setelah berlatih selama setahun. Emma sangat baik telah menampung mereka dan memberikan makan kepada mereka, dia sangat bersyukur bisa tinggal bersama orang sebaik Emma.


Dia dan Iron juga semakin dekat, mereka tidak lagi canggung dalam menggoda satu sama lain, mereka juga berbicara dengan santai dan kegugupan Alurra telah menghilang.


Saat ini Alurra sedang berlatih kekuatan kayunya di rumah Kepala suku, Alurra juga tidak tau darimana kepala suku tau cara pembudidayaan kekuatan kayu ini. Tapi saat dia bertanya, Kepala suku menundukkan kepalanya dan suasana sedih mengelilinginya.


"Yah, ada seorang kenalan dulu yang memilikinya"


Hanya itu yang dia katakan, Kepala suku banyak melamun setelah dia mengatakan hal itu, dia seperti sedang memandang ke masa lalu. Alurra hanya diam saja tidak berucap apapun lagi, dia kembali merasakan energi alam di sekitarnya untuk memperbesar energi kekuatan kayunya, semakin banyak dan semakin besar energi yang dia terima dari alam, semakin kuat kekuatannya.


Dia bahkan juga berlatih panah seperti Ras Batu lainnya, walaupun tidak sampai ke tingkat dewa dia cukup mahir menggunakannya. Setelah selesai berlatih, Kepala suku mengundangnya untuk minum teh.


Jika kalian bertanya dimana Iron? Dia sedang berburu bersama pemuda Ras Batu lainnya. Alurra tidak bisa mengikutinya karena jadwal latihannya. Kepala suku menuangkan teh untuknya, lalu menuangkan teh untuk dirinya sendiri.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini Putri?"


"Sudah aku bilang panggil saja aku Alurra kepala suku, aku bukan seorang Putri di sini"


Kepala suku tertawa, perutnya sedikit buncit dan bergoyang-goyang saat dia tertawa. Alurra selalu saja begini, dia tidak pernah ingin di panggil Putri di sini karena menurutnya dia bukan seorang Putri di sini melainkan seorang tamu.


"Kamu tetap seorang Putri dari kerajaan Elves dimana pun kamu berada, Alurra. Bahkan jika kamu mengatakan bahwa kamu bukan seorang Putri di sini kamu tetap seorang Putri dari kerajaan Elves yang sedang berkunjung ke sini"


Alurra memutar bola matanya malas, berkunjung apanya? Dia sudah satu tahun lebih di sini, bagaimana bisa itu di sebut sebagai berkunjung? Yang benar saja. Ini lebih seperti dia mengungsi ke sini daripada berkunjung.


"Mana ada orang yang berkunjung selama satu tahun, ini lebih terlihat seperti aku mengungsi ke sini daripada berkunjung. Jadi panggil saja aku Alurra, Kepala suku"


Kepala suku kembali tertawa saat mendengar perkataan dari Alurra. Kali ini dia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, Alurra bingung di bagian mana dari ucapannya yang lucu sampai Kepala suku tertawa seperti itu.


Percakapan mereka tertunda saat seseorang dari Ras Batu masuk ke rumah Kepala suku untuk melaporkan sesuatu, dia terlihat cemas dan berkeringat.


Mendengar ucapan dari Ras Batu itu Alurra langsung berdiri dan berlari ke arah gerbang desa, terlihat di sana banyak sekali orang yang terluka. Iron berbaring di tanah dengan perut yang penuh darah, tapi untungnya dia masih sadar.


Alurra berlari dengan sangat cepat untuk menghampiri Iron, dia sangat cemas, keringat dingin meluncur dari dahinya dan matanya berair ingin menangis, dia langsung mengeluarkan kekuatan penyembuhan untuk menyembuhkan Iron.


"Iron, bagaimana ini bisa terjadi? Kumohon bertahanlah"


Air mata Alurra tidak bisa di tahan lebih jauh lagi dan akhirnya jatuh, luka Iron sangat dalam membuatnya sulit untuk di sembuhkan bahkan dengan kekuatannya. Alurra mencurahkan seluruh kekuatannya untuk menyembuhkan Iron, selain Iron yang terluka berat, orang lain cenderung hanya memiliki luka ringan seperti goresan ataupun tusukan kecil.


Kekuatannya hampir habis, dia kelelahan. Akhirnya luka di perut Iron menutup, namun darah yang tersisa di perutnya belum di bersihkan. Alurra terduduk lemas, dia menghabiskan kekuatannya untuk menyembuhkan Iron.


Iron yang sedari tadi masih sadar namun tidak bisa berbicara karena lukanya melihat Alurra yang terduduk lemas khawatir, dia berusaha duduk namun kepalanya langsung dipukul oleh Alurra membuatnya sedikit berteriak kesakitan.


"Tidur saja dan jangan duduk dulu, kamu tidak sadar ya kamu hampir mati tadi!"


Alurra membentak Iron dengan keras, para warga Ras Batu yang mengerumuni mereka dan membawa orang-orang yang terluka untuk di obati langsung menyingkir saat Kepala suku berjalan ke arah Alurra dan Iron.


"Apa yang sebenarnya terjadi nak? Kenapa kalian pulang dengan tubuh penuh luka? Ras Batu memiliki tubuh yang keras dan tidak mudah untuk terluka namun tadi banyak orang yang terluka. Tidak mungkin ini disebabkan oleh binatang di hutan ini"


Iron mengangguk mendengarkan ucapan Kepala suku, memang bukan hewan di hutan yang menyerang mereka.


"Divs, mereka sudah mengetahui keberadaan kami. Kami harus cepat-cepat pergi dari sini"


Kepala suku terkejut, tubuhnya menegang namun kembali rileks setelah beberapa saat. Dia menggeleng tidak setuju dengan keputusan Iron yang ingin pergi dari sini, menurutnya para Divs tidak akan bisa menemukan desa mereka karena desa ini tersembunyi.


"Kalian harus tetap di sini, para Divs itu tidak akan dengan mudah menemukan tempat persembunyian kami"


"Tapi aku dan Alurra saja bisa sampai di sini dan tidak sulit untuk merasa curiga dengan pohon yang paling besar dan satu-satunya sebagai gerbang masuk"


Iron benar, saat mereka menemukan desa Ras Batu juga terasa sangat mudah karena pohon ini adalah satu-satunya pohon besar di hutan ini. Yah walaupun mereka menemukannya karena ketidak sengajaan tetap saja itu bisa terjadi dengan para Divs.


"Tidak kalian tetap di sini, kami akan bersiap-siap menyerang jika seandainya para Divs itu menyerang ke sini. Kalian adalah penyelamat seluruh makhluk di dunia ini, jadi kami harus melindungi kalian"