
Hari ini mungkin termasuk salah hari yang paling menyebalkan bagi Iron dan Alurra, mereka tidak tau menahu tentang apa yang terjadi. Saat terbangun dari tidur, mereka malah diikat dan diperlakukan sebagai penyusup.
Orang yang dipanggil sebagai kepala suku itu memiliki rambut abu-abu yang sangat tipis dan kulitnya keriput menunjukkan bahwa umurnya tidaklah muda, disekelilingnya banyak orang-orang yang menatap ke arah Alurra dan Iron dengan waspada.
"Bagaimana bisa kalian menemukan desa kami? Kenapa kalian menyusup ke sini?"
Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling tidak masuk akal bagi Alurra, jelas-jelas mereka sedang tertidur tadi dan tidak berniat untuk menyusup, mana ada penyusup yang menyusup dalam keadaan tidak sadar.
Ikatan dari tali yang mengikat Alurra sangat kuat, membuat tubuhnya sakit. Iron yang sadar bahwa Alurra kesakitan dengan cepat mengambil tindakan, dia membakar tali yang mengikat tangannya lalu melepaskan tali yang mengikat Alurra.
Aksinya ini membuat orang-orang itu semakin waspada, mereka tau bahwa Iron jelas berasal dari Negeri Elves, tapi Alurra yang memiliki mata dan rambut berwarna hitam adalah yang paling mereka waspadai, karena rambut dan mata berwarna hitam adalah ciri khas kaum Divs.
"Tenang, kami tidak tau bagaimana kami bisa tersesat di sini. Kami hanya beristirahat dan tidur di bawah pohon besar di hutan, lalu saat bangun kami sudah terikat di sini"
Kepala desa yang mendengar ucapan Iron merasa malu, wajahnya memerah. Memang benar, pohon besar di hutan adalah gerbang untuk masuk ke Desa dari Ras Batu. Selama ini belum ada orang yang beristirahat di sana dan mereka tidak pernah mengalami hal seperti ini, wajar saja mereka merasa waspada.
"Lalu kenapa kaum Elves bersama dengan kaum Divs? Mereka makhluk jahat!"
Salah satu dari pria Ras Batu berteriak kepada Iron, yang dia maksud sebagai Divs adalah Alurra dan Iron mengerti itu.
"Dia bukan Divs, dia putri Elves yang telah lama hilang. Kami sedang lari dari kejaran para Divs, lalu bertemu dengan pria tua yang mengaku sebagai seorang Druid kuno"
Suasana hening saat Iron mengatakan kalimat itu, lalu setelah beberapa saat kerumunan mulai ribut dan panik. Alurra sedari tadi diam memperhatikan situasi yang terjadi, dia merapatkan dirinya ke Iron saat mendengar keributan itu.
Apa ada yang salah dari ucapan Iron tadi? Apa mereka akan diserang karena sudah menjadi penyusup? Alurra panik, biasanya hidup Alurra hanya tidur, makan, dan membuang tinja, tidak pernah sekalipun dia mengalami berbagai kejadian yang dia alami di negeri Elves. Bisa bertahan saja dia merasa sangat beruntung.
"Diam!"
Suara tegas dari kepala suku membuat kerumunan yang ribut menjadi hening, mereka diam dalam sesaat. Kepala suku dari Ras Batu itu berjalan ke arah Iron dan Alurra, lalu membungkuk dihadapan Alurra beberapa detik sampai akhirnya kembali berdiri tegak.
"Salam kepada Tuan Putri kerajaan Elves,"
Alurra mengangguk, dia cukup terkejut saat Kepala suku itu membungkuk dihadapannya. Kepala suku itu bukan berasal dari Negeri Elves, dia jelas tidak perlu memberi hormat kepada Alurra.
"Saya sudah mendengar kabar tentang Putri Elves yang telah kembali. Pria tua yang tuan ini sampaikan tadi juga pernah mendatangi kami Ras Batu"
Iron terkejut mendengar ucapan Kepala suku, jadi ini adalah Ras Batu, mereka sampai ke sini tanpa di sengaja jelas bahwa pria tua itu telah memperkirakan hal ini. Alurra hanya mendengarnya dengan tenang, dia tau bahwa paman tukang kayu tidak akan pernah membuat mereka tersesat, dia orang baik.
Meskipun tidak terlalu mengerti apa tujuan paman tukang kayu menyuruh mereka ke sini, tapi Alurra yakin bahwa dia pasti tidak akan mencelakai mereka. Pria tua itu mengangguk, dia mengundang mereka berdua ke rumahnya.
Alurra dan Iron setuju, mereka jelas tidak memiliki tujuan lain dan tidak tau bagaimana caranya keluar dari sini, jadi mereka hanya bisa mengikuti Kepala suku ke rumahnya untuk berbincang lebih lanjut.
Rumah Kepala suku adalah salah satu rumah baru yang berada di tengah-tengah desa, saat mereka masuk pandangan yang sama sekali berbeda membuat mereka sedikit tertarik. Semuanya terbuat dari batu, meja, kursi, dan bahkan tempat tidur. Apa tubuh mereka tidak sakit tidur di tempat sekeras itu?
Kepala suku mempersilahkan mereka duduk, dia lalu membuatkan mereka teh yang wanginya sangat harum. Alurra yang tidak bisa menahan diri terhadap makanan langsung meminum teh tersebut setelah dipersilahkan oleh Kepala suku, Iron yang melihat Alurra yang langsung menerima pemberian dari Kepala suku hanya menggeleng, dia khawatir Alurra akan termakan racun jika terus seperti ini.
Dia ikut meminum teh yang telah dihidangkan, lalu menatap ke arah teh Alurra yang telah kandas, jika saja Ibu Suri melihat Tata Krama Alurra yang berantakan dia pasti akan memarahinya.
"Lain kali pelan-pelan Al, kamu bisa tersedak"
Alurra mengangguk, lalu meminum tehnya yang sudah di isi ulang oleh Kepala suku. Iron yang melihat bahwa Alurra mendengarkan perkataannya tersenyum lalu mengelus puncak kepalanya, namun tidak lama kemudian suara batuk menghentikan aktivitasnya.
Kepala suku yang melihat bahwa Iron dan Alurra tidak menyadari keberadaannya pun membuat suara batuk untuk mendapatkan perhatian mereka, dasar anak muda.
"Bisa kita mulai membicarakan tentang apa yang terjadi sekarang?"
Iron dan Alurra mengangguk, Kepala suku merasa sedikit tidak enak melihat tingkah mereka yang penurut. Tubuh besar Iron jelas tidak cocok dengan tingkah seperti itu, dia lebih cocok jika memiliki sikap pemberontak.
"Kapan kerajaan Elves diserang?"
"Malam tadi, saat kami sedang merayakan bangkitnya kekuatan dari sang Putri"
Kepala suku mengangguk mengerti, jadi para Divs licik itu mengambil kesempatan saat kaum Elves sedang berpesta. Dia kembali menatap Iron yang diam setelah memberikan penjelasan singkat itu.
"Lalu bagaimana kalian bisa selamat?"
"Kami melarikan diri sebelum para Divs itu menyadari dimana keberadaan Putri, namun ternyata kaum Divs sudah menyadarinya dan mengejar kami. Lalu kami merasa bahwa tubuh kami sedang ditarik ke lubang hitam dan tiba-tiba kami berada di rumah kayu, tempat pria tua itu berada"
Kepala suku kembali mengangguk, Alurra melihat Iron yang berucap dengan kalimat panjang tercengang, ini kalimat terpanjang yang Iron ucapkan. Selama ini, Iron lebih sering berbicara dengan bahasa tubuh, saat dia lelah atau sedang ada masalah dia hanya akan membaringkan kepalanya di pangkuan Alurra, saat dia senang dia akan tersenyum dengan sangat manis.
Meskipun Iron bukan seseorang yang irit berbicara namun dia bukan orang yang banyak bicara, suara ketukan pintu terdengar saat mereka sedang berbincang.