A Butterfly That Can'T Fly

A Butterfly That Can'T Fly
Ras Batu 1



Ras Batu, Alurra sangat penasaran seperti apa mereka. Saat mendengar tentang mereka yang harus pergi ke Ras Batu, kening Iron sedikit mengernyit dan Alurra khawatir bahwa perjalanan ini tidak akan mudah.


"Kenapa kami harus pergi ke Ras Batu? Kenapa tidak pergi ke Negeri langit saja?"


Pertanyaan dari Iron membuat Paman tukang kayu tersenyum. Matanya hitam mengkilat seolah ada cahaya di dalamnya, saat Alurra melihat mata itu sebelumnya Alurra yakin bahwa mata Paman tukang kayu tidak seperti itu. Mata itu, seolah mengetahui segalanya.


"Itu adalah tempat teraman untuk saat ini"


Teraman, itu artinya kami belum aman untuk saat ini. Alurra jadi teringat dengan Negeri Elves, bagaimana kabar para Elves di sana? Apakah keluarganya akan baik-baik saja?


Iron yang melihat wajah khawatir Alurra mengelus tangan Alurra yang ada di genggamannya, mencoba menenangkan Alurra. Paman tukang kayu yang juga melihat kekhawatiran itu lalu kembali meletakkan tangannya di bola kristal.


Terlihat kerajaan Elves yang telah terbakar menjadi lautan api dan banyaknya Elves yang pergi menaiki sebuah pesawat terbang yang bentuknya aneh, mereka pergi ke sebuah tempat jauh di atas langit. Di gambar itu juga terlihat bahwa keluarganya juga selamat meskipun banyak yang terluka. Alurra lega, mereka selamat.


"Negeri Langit, mereka pergi ke sana"


Alurra sudah beberapa kali mendengar tentang negeri langit saat dia di Istana kerajaan, sepertinya kerajaan Elves dan negeri langit membentuk sebuah aliansi.


"Kalau begitu kita harus pergi ke negeri langit, Iron. Pergi ke negeri langit saja"


Iron diam, dia memikirkan keputusan terbaik yang harus dia ambil demi keselamatan semua orang. Negeri langit memang bukan pilihan yang buruk, tadinya dia ingin membawa Alurra pergi ke negeri langit, tapi mendengar suara dari Druid kuno, dia ragu.


Ada alasan kenapa dia langsung mempercayai pria tua ini, yang utama adalah karena dia Druid kuno yang bisa meramal. Biasanya, para Druid hanya akan bersembunyi dan tidak akan ikut campur mengenai takdir alam semesta, tapi sekarang pria tua ini membantu mereka yang mengartikan bahwa ada sesuatu yang sangat besar yang akan terjadi.


Iron menatap pria tua itu yang hanya diam saja tidak membantah apapun pilihan mereka, dia tersenyum seolah tau apa yang akan Iron pilih. Helaan nafas yang panjang keluar dari mulut Iron, dia menatap Alurra yang juga sedang menatapnya dengan pandangan khawatir.


"Kita akan pergi ke Ras Batu terlebih dahulu, Al"


Benar, dia harus melakukan ini, bukan karena dia mempercayai pria tua ini, tapi karena dia yakin bahwa sesuatu yang sangat besar akan terjadi dan dia harus dengan cepat membentuk aliansi lain yang bisa membantu mereka di saat-saat tersulit.


Alurra ingin protes, namun melihat wajah serius Iron dia tidak jadi menyampaikan protesnya. Alurra tidak bodoh, dia mengerti bahwa sesuatu mungkin saja akan terjadi dan Iron pasti memiliki alasan kenapa dia ingin pergi ke Ras Batu.


"Baik, akan aku antarkan kalian"


Setelah suara Paman tukang kayu terdengar, pandangan mereka menjadi gelap seketika dan mereka seolah tersedot. Saat pandangan mereka perlahan pulih, Iron dan Alurra melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang sangat tinggi. Hutan, pria tua itu mengirim mereka ke hutan.


Mereka berjalan tidak tau arah, suara burung hantu dan angin yang menggoyangkan ranting-ranting terdengar di telinga mereka. Alurra berusaha untuk memberanikan diri sambil berulang kali mantap Iron, memastikan bahwa lengan yang dia pegang ini benar-benar milik Iron dan tidak berganti menjadi mahluk mengerikan seperti yang ada di film-film.


Dia menghela nafas lega setiap kali melihat bahwa wajah dari lengan yang dia pegang ini adalah wajah Iron, Iron yang melihat tingkah Alurra terkekeh, Alurra sangat lucu dan menggemaskan. Saat Iron menyelinap ke rumahnya dulu, dia tidak takut saat mengetahui bahwa makhluk asing dengan sayap dipunggung masuk ke dalam rumahnya, dia lebih takut jika ada hantu yang masuk ke rumahnya, sangat aneh kan?


Hutan gelap dengan suara burung hantu yang mengerikan, persis seperti adegan paling horor di film horor. Alurra tidak pernah melepaskan lengan Iron, dia terus menggenggamnya dan meremasnya setiap kali merasa ketakutan. Iron juga tidak protes, dia tidak merasa kesakitan saat Alurra meremas lengannya, remasan kecil dari Alurra tidak akan menyakitinya.


"Iron, seberapa jauh kita akan jalan. Di sini sangat mengerikan"


"Sebentar lagi Al, mau aku gendong?"


Alurra menggeleng, dia tidak lelah, dia hanya takut. Alurra hanya tidak ingin berlama-lama di hutan yang gelap dan mengerikan ini. Meskipun Alurra menyukai warna hijau, dia tidak menyukai berada di hutan saat malam hari, sudah cukup pengalamannya tersesat di hutan saat musim dingin dulu.


"Sudah malam Al, lebih baik kita mencari tempat untuk istirahat terlebih dahulu"


Mereka akhirnya berhenti di dekat sebuah pohon yang sangat besar, lebih besar dibandingkan pohon-pohon yang lain. Iron dan Alurra memutuskan untuk beristirahat di sana, Iron menyuruh Alurra tidur dan mengelus kepalanya.


Perlahan Alurra tertidur dipangkuan Iron yang masih terjaga, tanpa mereka sadari bahwa sulur-sukur akar pohon itu bergerak dan perlahan mendekati mereka, Iron yang tiba-tiba merasa mengantuk ikut tertidur. Sulur-sulur itu mengikat mereka berdua lalu pohon itu perlahan membuka lubang yang terlihat seperti mulut dan memakan mereka.


Mereka sampai di tempat yang tidak mereka kenali, tempat ini penuh dengan rumah-rumah gua dan rumah pohon yang bertingkat. Para makhluk di sana sedang tertidur tidak sadar bahwa ada orang yang menyusup ke desa mereka.


Iron dan Alurra juga masih tertidur dengan nyenyak seolah mereka diberi obat tidur dan tidak menyadari apa yang telah terjadi pada mereka.


Keesokan harinya, matahari mulai memperlihatkan wujudnya, seorang pria dengan keluar dari rumah batunya dan melihat seorang wanita dan seorang pria tergeletak di depan gerbang desa mereka.


"Orang asing! Ada orang asing di sini, cepat tangkap mereka!"


Beberapa orang keluar dari rumah mereka setelah mendengar teriakan tersebut, lalu bergegas menuju tempat dimana Iron dan Alurra berada. Ya, mereka Ras Batu.


Tubuh Iron dan Alurra diikat sedemikian rupa lalu di bawa ke kepala suku yang ada di desa mereka, saat mereka berdua bangun, Iron dan Alurra terkejut mendapati tubuh mereka yang terikat oleh tali, dan banyaknya orang dihadapan mereka.


"Dari mana kalian berasal? Apa tujuan kalian menyusup ke sini?"