
Kini meja makan dipenuhi dengan perdebatan antara seorang pemuda dan anak laki-laki berusia 5 tahun, hal yang mereka debatkan tentu saja tentang siapa yang akan menikahi perempuan berambut hitam bergelombang yang mendengarkan perdebatan itu dengan kuping yang sudah memanas.
Iron dan anak laki-laki yang diketahui bernama Marco ini terus berdebat mengenai hal yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan, Alurra bahkan lebih heran kepada Iron yang tidak juga ingin mengalah terhadap anak kecil.
Sebuah jeweran di telinga Iron membuatnya berteriak kesakitan, Alurra menjewer telinga Iron karena sudah jengah dengan perdebatan di antara mereka yang sudah berlangsung cukup lama. Akhirnya Iron tutup mulut membuat bocah kecil itu tersenyum seolah baru saja mendapatkan permen terenak di dunia.
"Jadi, kakak cantik akan menikahi ku saat aku besar nanti. Benar kan Ibu?"
Ibu dari bocah itu tersenyum geli melihat tingkah konyol anaknya, dia menggelengkan kepalanya membuat bocah itu murung lalu menunduk sedih, bahunya turun dan pandangannya sedih.
"Marco, kamu dan kakak cantik berbeda umur sangat jauh. Saat kamu besar, kakak cantik akan menjadi nenek-nenek yang keriput seperti nenek Suh"
Marco yang tadinya sedih kini terkejut mendengar perkataan Ibunya, bagaimana bisa kakak cantik berubah menjadi seperti nenek suh? Nenek Suh adalah salah satu tetua dari Ras Batu yang umurnya sudah hampir mencapai 100 tahun, tepatnya 98 tahun. Jadi, wajar saja keriput sudah memenuhi wajah tuanya.
Alurra terkekeh melihat reaksi Marco yang menurutnya lucu, sedangkan Iron memandang Marco dengan jijik. Bagaiman bisa bocah ini hanya memandang kecantikan Alurra saja? Dia bahkan sama sekali tidak mengerti tentang apa itu pernikahan. Iron merasa menjadi orang bodoh saat meladeninya tadi, seharusnya dia diam saja membiarkan bocah itu berangan-angan untuk sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
"Kenapa bisa Ibu? Nenek Suh jelek, kakak cantik kan cantik"
"Tentu saja itu bisa terjadi, Marco. Seluruh makhluk hidup pasti akan merasakan penuaan, kamu juga akan seperti itu saat kamu sudah menjadi kakek-kakek nanti"
Marco cemas, dia ingin menangis, Dia tidak mau menjadi jelek dan berkerut. Melihat Marco yang ingin menangis, Emma berusaha untuk mengalihkan perhatiannya pada hal lain agar dia tidak menangis. Akhirnya Marco tidak jadi menangis saat Iron memberinya sebungkus permen yang biasanya dia berikan pada Alurra.
Melihat Iron memberikan permen kepada Marco, Alurra memberinya tatapan dingin. Kenapa Iron tidak memberinya saat mereka sedang berjalan kemarin? Kalau saja ada permen dia akan bisa lebih santai dan tidak terlalu takut. Iron yang menyadari tatapan Alurra tertegun, sepertinya dia melakukan kesalahan yang membuat Alurra menatapnya dengan dingin.
"Kenapa Al?"
"Kenapa apanya? Kamu membawa permen di sakumu dan tidak memberikannya padaku kemarin, kamu bahkan tidak berusaha menenangkan ku dengan sebuah permen! Padahal aku tidak akan terlalu takut jika saja kamu memberiku permen"
Iron melakukan kesalahan, dia panik melihat Alurra yang sepertinya merajuk padanya. Bukannya dia tidak ingin memberikannya pada Alurra, dia sendiri lupa bahwa ada permen di saku bajunya. Mengingat mereka melakukan pesta dan di serang oleh Divs tadi malam, mana sempat dia mengingat tentang permen?!
"Maafkan aku, Al. Aku benar-benar tidak ingat jika aku memiliki permen di sakuku semalam, aku bukannya tidak ingin menenangkan kamu"
Namun penjelasannya sia-sia, Alurra tidak akan mendengarkan alasannya, dia hanya akan berpikir tentang permen yang tidak dia berikan semalam. Benar-benar kekanak-kanakan, dengan sabar Iron mencoba membujuknya dan memberikan semua permen yang ada di sakunya untuk Alurra. Dari awal memang permen itu dia beli untuk Alurra, dia membawa permen itu bersamanya karena dia tau Alurra menyukai makanan manis.
"Jangan marah lagi Al, ambil semuanya untukmu. Aku memang memberikannya untukmu"
Alurra melirik permen yang disodorkan oleh Iron lalu mengambilnya, Emma yang melihat drama picisan mereka terkekeh, anak mudah benar-benar sangat romantis. Mereka bahkan tidak melihat tempat untuk melakukan drama percintaan seperti ini.
"Aduh, hentikan dasar anak muda. Makanan di meja akan dingin jika aku menunggu kalian berbaikan"
Setelah selesai makan, Alurra merasa sangat kenyang. Dia ingin menanyakan kepada Emma apa yang baru saja dia makan, namun karena dirasa tidak sopan dia hanya menyimpan pertanyaannya. Tapi akhirnya ada yang menggantikannya dalam bertanya.
"Apa nama makanan ini Emma? Sangat enak"
Emma merasa senang dan bersemangat saat masakannya dipuji oleh Iron, siapa yang tidak senang saat masakan mereka dipuji oleh seseorang?
"Ini makanan khas Ras Batu, namanya Pendal. terbuat dari daging rusa yang memiliki eksistensi, rusa ini berbeda dari rusa biasa karena memiliki kekuatan sihir di dalamnya"
Pantas saja mereka merasa sangat segar setelah makan tadi, ternyata karena mengandung eksistensi sihir. Tapi, apakah ada hewan seperti itu di dunia ini? Kenapa Alurra tidak pernah mendengarnya? Dia melihat ke arah Iron yang mengangguk, sepertinya dia tau bahwa ada hewan seperti itu di dunia ini.
"Iron, apa ada hewan dengan eksistensi sihir?"
"Ada, aku pernah mendengar bahwa Ras Batu sering mengolah mereka menjadi makanan. Tapi di Inggris tidak ada, mereka hanya tinggal di hutan tersembunyi seperti hutan di mana Ras Batu tinggal"
Begitu rupanya, pantas saja saat mereka sampai ke sini Iron juga tidak tau di mana mereka dan jalan mana yang harus mereka ambil, itu semua karena hutan ini tersembunyi dan hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya.
Hari semakin malam dan Alurra sudah mengantuk, Marco sudah tidur di pelukan Emma. Mereka kembali ke kamar masing-masing dan memutuskan untuk tidur.
...****************...
Suara pecahan gelas terbukti di sebuah ruangan yang suram, seorang pria dengan mata merah merasa sangat marah karena kegagalan dari wanita berambut cokelat itu.
Pria itu Zeheb, dia sangat marah ketika mendengar kabar bahwa Elle gagal lagi membawa kunci itu. Dia benar-benar marah sehingga melukai Elle membuatnya kehilangan kesadaran.
"Gagal lagi, wanita ini tidak pernah becus dalam melaksanakan tugasnya"
Elle kembali sadar setelah beberapa jam dia pingsan, Zeheb yang melihat bahwa Elle telah sadar mendekatinya lalu menendangnya. Saat kesadaran Elle sudah akan hilang lagi dia mengehentikan tindakannya, dia mencengkeram rahang Elle dengan kuat membuatnya meringis kesakitan.
"Sudah aku bilang lakukan tugasmu dengan benar, tapi lihat apa yang kamu lakukan. Kamu gagal lagi!"
Dia berteriak tepat di depan wajah Elle membuat air liurnya muncrat ke wajah Elle, menjijikkan, bau mulutnya bahkan sangat busuk. Elle yang tidak bisa melawan karena tubuhnya sudah sangat lemah hanya terdiam.
"Ambilkan aku kuncinya, jika tidak akan aku bunuh Raja lemah mu itu!"
Pupil mata Elle sedikit membesar, kebencian membara di hatinya saat mendengar perkataan Zeheb. Dia benar-benar ingin membunuh iblis ini, suatu hari nanti dia pasti akan membunuhnya!
"Baik, ketua"